Aktivis Perempuan Ini Sebut Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Norak

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko norak dengan membandingkan dua perempuan Sri Mumpuni dan Awkarin untuk merendahkan Awkarin. "Ngga usah menggunakan sesama perempuan utk merendahkan perempuan lain. Norak!" kata aktivis perempuan Iim Fahima Jachja di akun Twitter-nya @iimfahima. Iim berkomentar seperti itu menanggapi kicauan Budiman Sudjatmiko di akun Twitter-nya @budimandjatmiko: "2 contoh kebaikan oleh 2 perempuan: 1.…

Warganet Bongkar Lagi Info Hoaks yang Disebar Buzzer Istana

Buzzer Istana Eko Kuntadhi melalui akun Twitter-nya @eko_kunthadi menyebarkan hoaks atau berita bohong tentang himbauan kepada masyarakat untuk melaporkan ASN atau PNS yang menyebarkan intoleransi dan ujaran kebencian. Warganet dengan pemilik akun Twitter @sandalista1789 berhasil membongkar hoaks yang disebarkan Eko Kuntadhi. "Satu lagi Operasi Tangkap Twithoax [OTT] berhasil dilakukan thd salah satu buzzerRp. Apakah Anda…

Kepala BIN & Menhan Beda Berikan Keterangan Penusukan Wiranto, Komunikasi Rezim Jokowi Amburadul

Komunikasi Rezim Joko Widodo (Jokowi) amburadul terlihat perbedaan pandangan antara Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terkait penusukan Menkopolhukam Wiranto. "Menhan dan Kepala BIN berbeda memberikan keterangan kasus penusukan Wiranto menandakan komunikasi di era Rezim Jokowi amburadul," kata pengamat politik dan sosial Muhammad Yunus kepada suaranasional, Senin (14/10/2019). Menurut Yunus,…

Buzzer Istana Suka Sebarkan Isu Radikalisme daripada Pemberantasan Korupsi & Penguatan KPK

Buzzer istana lebih suka menyebarkan isu radikalisme daripada pemberantasan korupsi dan penguatan Komisi Pemberantasan Korups i (KPK). Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Maksum dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (13/10/2019). "Justru buzzer Istana melemahkan KPK dengan isu taliban, radikal," ungkap Achsin. Menurut Achsin, buzzer Istana mendapat momentum ketika ada penusukan terhadap Wiranto. "Buzzer Istana semua…

Arteria Dahlan Sebarkan Hoaks Dibiarkan & Istri Dandim Kendari Nyinyir Wiranto Diproses Hukum, Tidak Ada Keadilan

Ketidakadilan diperlihatkan ketika politikus Arteria Dahlan menyebarkan hoaks terkait barang sitaan serta rampasan KPK tidak masuk kas negara dan istri Dandim Kendari diproses hukum karena dianggap nyinyir ke Wiranto. "Arteria Dahlan jelas menyebarkan hoaks barang sitaan dan rampasan KPK tidak masuk kas negara. Polisi membiarkan saja Arteria. Berbeda istri Dandim Kendari langsung diproses hukum, suami…

Luhut Sebut Kritik Profesor UI ke Presiden Keterlaluan, Rezim Jokowi Otoriter & Suka Dijilat

Rezim Jokowi otoriter dan suka dijilat atas pernyataan Menkopolhukam Luhut Panjaitan bahwa kritik profesor UI kepada presiden keterlaluan. Demikian dikatakan aktivis politik Rahman dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (13/10/2019). "Pernyataan Luhut sangat jelas Rezim Jokowi antikritik," paparnya. Menurut Rahman, pemerintahan sangat berbahaya jika antikritik. "Seketas kritik apapun apalagi dari kalangan akademisi harus didengar dan tidak…

Pakar Hukum Undip: Kasus Istri Dandim Kendari, Suami tak Bisa Dikenai Hukuman

Dandim Kendari tidak bisa dicopot dan dianggap melanggar hukum akibat istrinya yang nyinyir ke Menkopolhukam Wiranto. "Tidak ada unsur penyertaan suami TNI pun dalam dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh istrinya," kata pakar Hukum Undip Prof Suteki di akun Facebook-nya. Kata Suteki, UU No. 25 Tahun 2014 tentang hukum disiplin militer hanya mengatur hukum disiplin yang…

Gardu Banteng Marhaen akan Laporkan Marissa Haque ke Polisi

Artis Marissa Haque akan dilaporkan ke polisi atas postingan di akun media sosial miliknya terkait tertusuknya Menkopolhukam Wiranto. "Marissa Haque telah menyebarkan hoaks atas tertusuknya Pak Wiranto. Kami akan segera laporkan ke polisi," kata Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (13/10/2019). Menurut Sulaksono, postingan Marissa menggiring opini bahwa tertusuknya…

Tak Mau Salaman dengan Emil Salim, Arteria Dahlan Meneladani Megawati

Politikus PDIP Arteria Dahlan tidak mau salaman dengan Emil Salim setelah acara Mata Najwa karena meneladani Megawati Soekarnoputri. Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Maksum dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (13/10/2019). "Peribahasa guru kencing berdiri murid kencing berlari sangat cocok disematkan ke Arteri Dahlan," ungkapnya. Kata Achsin, Megawati itu panutan bagi seluruh kader PDIP. "Megawati…

Tak Hadir Pertemuan Pimpinan MPR dengan Megawati, NasDem-PDIP Pecah Kongsi

Partai NasDem pecah kongsi dengan PDIP atas ketidakhadiran wakil dari NasDem Lestari Moerdijat dalam pertemuan Pimpinan MPR di rumah Megawati Soekarnoputri. "Wakil Ketua MPR dari NasDem Lestari Moerdijat tak hadir dalam pertemuan pimpinan MPR dengan Megawati menandakan NasDem pecah kongsi dengan PDIP," kata pengamat politik Muhammad Yunus kepada suaranasional, Jumat (11/10/2019). Menurut Yunus, ketidakhadiran Wakil…

Sebut Gaji Keci Guru Honorer Dinikmati dan Masuk Surga, Politikus PKB: Mendikbud Jadi Sales Surga

Politikus PKB KH Yusuf Chudlory (Gus Yusuf) mengkritik pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy yang meminta guru honorer untuk menikmati gaji kecil dan akan masuk surga. "Menterine nyambi nyales surga ...pripun niki pak dhe @jokowi," kata Gus Yusuf di akun Twitter-nya @yusuf_ch. Gus Yusuf berkomentar seperti itu menanggapi berita dari detik.com berjudul "Mendikbud ke Guru: Kalau Sekarang…

23 September 2019 Polisi Pernah Umumkan Nama Terduga Teroris Penusuk Wiranto, Kenapa Bisa Kecolongan?

Dikutip dari media online ruangobrol.id, senin (23/9/2019) berjudul "Densus Tangkap Terduga Teroris Kelompok Abu Zee di Bekasi dan Jakarta" aparat menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) pendukung ISIS. Densus menangkap terduga pimpinan teroris Abu Zee Ghurobah, 28, pukul 05.45 WIB di Jalan Raya Sumber Jaya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Dari keterangan keterangan…

Wartawan Senior: Harusnya Jokowi Serukan Lawan Kekerasan bukan Radikalisme

Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusnya menyerukan perang melawan kekerasan bukan radikalisme setelah Menkopolhukam Wiranto ditusuk. "Seharusnya perang melawan kekerasan. Karena "radikalisme" tak selalu sama dengan kekerasan," wartawan senior Dandhy Laksono di akun Twitter-nya @Dandhy_Laksono. Dandhy berkomentar seperti itu menanggapi berita CNN Indonesia berjudul "Wiranto Ditusuk, Jokowi Serukan Perang Lawan Radikalisme". Kata Dandhy perang terhadap kekerasan…

Tak Kunjungi & Ucapkan Duka Akbar Alamsyah Korban Meninggal Demo di DPR, Jokowi tak Punya Rasa Kemanusiaan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak punya rasa kemanusiaan karena tidak mengunjungi dan mengucapkan duka terhadap Akbar Alamsyah korban meninggal demonstrasi di depan DPR. "Akbar Alamsyah dirawat di RSPAD sama dengan Wiranto. Harusnya Jokowi mengunjungi Akbar Alamsyah setelah dari Wiranto," kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Jumat (11/10/2019). Menurut Rahman, oknum aparat keamanan belum ada…

Institut Ecosoc Right: Setelah Soeharto, Rezim Jokowi yang Hilangkan Banyak Nyawa demi Ekonomi Rente

Setelah Soeharto, hanya Rezim Joko Widodo (Jokowi) yang menghilangkan banyak nyawa demi tegaknya ekonomi rente. Demikian dikatakan Institut Ecosoc Right di akun Twitter @ecosocrights. LSM yang bergerak bidang riset dan pendidikan untuk hak ekonomi, sosial dan berbudaya mengemukan seperti itu menanggapi berita dari tirto.id berjudul "Saat Wiranto Dirawat, Korban Demo Akbar Alamsyah Meninggal di RSPAD".…