Suara Nasional https://suaranasional.com Suarakan Suara Anda Fri, 21 Sep 2018 08:23:15 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.8 https://suaranasional.com/wp-content/uploads/2018/05/cropped-icon-32x32.png Suara Nasional https://suaranasional.com 32 32 80444758 Hadapi Mafia Impor Beras, Buwas Bisa Terjungkal https://suaranasional.com/2018/09/21/hadapi-mafia-impor-beras-buwas-bisa-terjungkal/ https://suaranasional.com/2018/09/21/hadapi-mafia-impor-beras-buwas-bisa-terjungkal/#respond Fri, 21 Sep 2018 03:43:38 +0000 https://suaranasional.com/?p=28416 Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) bisa terjungkal dari jabatannya karena melawan mafia impor beras. “Buwas menghadapi mafia impor

The post Hadapi Mafia Impor Beras, Buwas Bisa Terjungkal appeared first on Suara Nasional.

]]>
Budi Waseso atau Buwas (IST)

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) bisa terjungkal dari jabatannya karena melawan mafia impor beras.

“Buwas menghadapi mafia impor beras. Bisa jadi Buwas terjungkal dari jabatannya,” kata pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Jumat (21/9).

Menurut Baidhowi, Buwas sedang mengusik kekuatan besar yang ingin mengumpulkan uang untuk partai tertentu dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Rizal Ramli sudah mengatakan, impor beras terkait dana pemilu sebuah partai politik,” jelasnya.

Baidhowi mengatakan, Buwas juga akan berhadapan dengan Istsna dalam hal ini Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menyetujui impor beras.

“Moeldoko mantan Panglima TNI, punya jaringan di parpol berhadapan dengan mantan Kabareskrim Mabes Polri. Di sini terlihat Moeldoko lebih kuat. Kalau Buwas masih menolak impor, tak lama lagi dicopot dari jabatannya,”

The post Hadapi Mafia Impor Beras, Buwas Bisa Terjungkal appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/hadapi-mafia-impor-beras-buwas-bisa-terjungkal/feed/ 0 28416
Istana Dukung Impor Beras https://suaranasional.com/2018/09/21/istana-dukung-impor-beras/ https://suaranasional.com/2018/09/21/istana-dukung-impor-beras/#respond Fri, 21 Sep 2018 03:23:28 +0000 https://suaranasional.com/?p=28413 Istana menegaskan impor beras sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menstabilkan harga beras di pasaran. “Kalau kebutuhan nasional

The post Istana Dukung Impor Beras appeared first on Suara Nasional.

]]>
Impor beras (IST)

Istana menegaskan impor beras sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menstabilkan harga beras di pasaran.

“Kalau kebutuhan nasional memang masih diperlukan, kita harus impor agar harga beras bisa terjaga dengan baik,” kata Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Kamis (20/9).

Kata Moeldoko, berdasarkan hitungan, saat ini perlu impor beras untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

“Kondisinya bisa dihitung dari jumlah panen setiap bulannya,” papar Moeldoko.

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menggambarkan saat ini panen selalu terjadi secara merata di seluruh Indonesia hampir tiap bulan.

“Sudah terjadi perubahan pola. Kalau dulu ada panen raya, sehingga kalau dibuat kurva tergambar naik turun. Sekarang kurvanya relatif sama karena karena hampir setiap bulan selalu panen,” katanya.

Meski begitu, menurut Moeldoko, hasil panen yang terjadi merata di seluruh Indonesia harus dikaji lagi, apakah ketersediaannya cukup untuk kebutuhan nasional.

Menurut dia, jawabannya adalah tergantung dari jumlah cadangan yang tersedia. “Kalau cadangannya turun, berarti memang harus impor karena kebutuhan nasional kita cukup besar,” ucapnya.

The post Istana Dukung Impor Beras appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/istana-dukung-impor-beras/feed/ 0 28413
KH Idrus Romli Menolak Islam Nusantara-nya KH Ma’ruf Amin, Ini Dasar Ilmiahnya https://suaranasional.com/2018/09/21/kh-idrus-romli-menolak-islam-nusantara-nya-kh-maruf-amin-ini-dasar-ilmiahnya/ https://suaranasional.com/2018/09/21/kh-idrus-romli-menolak-islam-nusantara-nya-kh-maruf-amin-ini-dasar-ilmiahnya/#respond Fri, 21 Sep 2018 00:26:12 +0000 https://suaranasional.com/?p=28409 Oleh: KH Idrus Romli Sejak menjelang Muktamar NU 2015, para kiai dikejutkan dengan istilah baru yang dideklarasikan oleh Ketua Umum

The post KH Idrus Romli Menolak Islam Nusantara-nya KH Ma’ruf Amin, Ini Dasar Ilmiahnya appeared first on Suara Nasional.

]]>

Oleh: KH Idrus Romli

Sejak menjelang Muktamar NU 2015, para kiai dikejutkan dengan istilah baru yang dideklarasikan oleh Ketua Umum PBNU, Said Agil Siraj, yaitu istilah Islam Nusantara. Tak ayal, banyak kiai nahdliyyin di Indonesia menolak dan menyangsikan istilah baru tersebut. Akan tetapi, PBNU pada waktu itu terus menggelindingkan istilah Islam Nusantara, dengan mengabaikan respon dan penolakan dari banyak kiai. Banyaknya penolakan terhadap Islam Nusantara, dapat penulis rasakan ketika mengisi acara seminar nasional Pemantapan Ahlussunnah Wal-Jama’ah di UNWAHA (Universitas Wahab Hasbullah), di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, hari Jum’at 31 Juli 2015, sehari sebelum muktamar beberapa waktu yang lalu. Setelah muktamar “selesai”, ternyata istilah Islam Nusantara dideklarasikan secara resmi oleh Rais Aam PBNU yang terpilih, KH Ma’ruf Amin (KHMA). Mengingat banyaknya kerancuan, dan ketidak pahaman para pengusung Islam Nusantara tersebut, penulis merasa perlu untuk menanggapi tulisan KH Ma’ruf Amin tersebut, yang dimuat harian Kompas, 29 Agustus 2015 .

Ada beberapa alasan, mengapa deklarasi Islam Nusantara sulit diterima;

1. NUSANTARA ADALAH ISTILAH PRA-ISLAM

Sebagaimana dimaklumi, istilah nusantara merupakan istilah yang digunakan oleh masyarakat sebelum datangnya Islam di Indonesia. Dalam catatan sejarah, istilah nusantara dideklarasikan oleh Patih Gajah Mada, setelah diangkat sebagai Amangkubhumi di Kerajaan Majapahit. Dalam bahasa agama, istilah nusantara adalah istilah Jahiliah, yaitu istilah yang digunakan oleh masyarakat kita sebelum masuknya Islam ke Indonesia. Berkaitan dengan konteks ini, Islam mencela untuk mengajak atau menyerukan pada suatu istilah dan slogan yang digunakan oleh orang-orang Jahiliah.

عَنْ أُبَيٍّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ تَعَزَّى بِعَزَاءِ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَعِضُّوهُ وَلاَ تَكْنُوهُ» رواه أحمد والبخاري في الأدب المفرد

Ubay bin Ka’ab berkata: “Aku mendengar Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa menisbatkan dirinya kepada seruan Jahiliah, maka suruhlah ia menggigit penis ayahnya, dan janganlah mengatakannya dengan bahasa sindiran.” (HR Ahmad [21234], dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad [963]).

Hadits tersebut memberikan pesan, bahwa orang yang menisbatkan dirinya kepada seruan Jahiliah, seperti seruan berdasarkan kesukuan, golongan, teritorial dan kedaerahan, haruslah dicela dengan disuruh menggigit penis ayahnya dengan bahasa yang tabu. Demikian penjelasan al-Munawi dalam Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Shaghir (juz 1 hlm 357).

Seruan yang dilarang tersebut adalah seruan yang bertujuan memamerkan kehebatan dan keberanian golongannya. Tindakan semacam ini juga diperintahkan oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab:

عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ، قَالَ: قَالَ عُمَرُ: «مَنِ اعْتَزَّ بِالْقَبَائِلِ فَأَعِضُّوهُ أَوْ فَأَمِصُّوْهُ». رواه ابن أبي شيبة في المصنف

Abu Mijlaz berkata: “Umar berkata: “Barangsiapa yang membangga-banggakan kesukuannya, maka suruhlah ia menggigit atau mengecup penis ayahnya.” (HR Ibnu Abi Syaibah, [37184]).

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ كُرَيْزٍ، قَالَ: كَتَبَ عُمَرُ إِلَى أُمَرَاءِ اْلأَجْنَادِ: «إِذَا تَدَاعَتِ الْقَبَائِلُ فَاضْرِبُوهُمْ بِالسَّيْفِ حَتَّى يَصِيرُوا إِلَى دَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ»

Thalhah bin Ubdaidillah bin Kuraiz berkata: “Khalifah Umar telah mengirim surat kepada para perwira tentara: “Apabila suku-suku saling berseru pada kesukuannya, maka pukullah mereka dengan pedang, sehingga mereka kembali pada seruan Islam”. (HR Ibnu Abi Syaibah, [37185]).

عَنْ أَبِي عُقْبَةَ، وَكَانَ مَوْلًى مِنْ أَهْلِ فَارِسَ، قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُحُدًا، فَضَرَبْتُ رَجُلاً مِنَ الْمُشْرِكِينَ، فَقُلْتُ: خُذْهَا مِنِّي وَأَنَا الْغُلاَمُ الْفَارِسِيُّ، فَالْتَفَتَ إِلَيَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «فَهَلاَّ قُلْتَ خُذْهَا مِنِّي، وَأَنَا الْغُلاَمُ اْلأَنْصَارِيُّ» رواه ابو داود وابن ماجه

Abu Uqbah, seorang maula (budak) dari ras Persia, berkata: “Aku mengikuti peperangan Uhud bersama Rasulullah Saw. Lalu aku memukul seorang laki-laki musyrik. Aku berkata: “Terimalah pukulan ini dariku. Akulah pemuda Persia.” Lalu Rasulullah Saw menoleh kepadaku, seraya bersabda: “Mengapa kamu tidak berkata: “Terimalah pukulan ini dariku. Akulah pemuda Anshar.” (HR Abu Dawud [5123], dan Ibnu Majah [2784]).

Dalam hadits tersebut diterangkan, seorang pemuda dari Persia mengikuti peperangan Uhud bersama Rasulullah Saw. Ia memukul seorang laki-laki musyrik. Tentu pukulan tersebut sangat berharga dalam pandangan agama. Ketika ia memukul seorang laki-laki musyrik tadi, dengan bangganya ia berkata, “Terimalah pukulan ini dariku, seorang pemuda Persia”. Mendengar ucapan pemuda tersebut, dengan halus Rasulullah Saw menegurnya, “Mengapa tidak kamu katakan, “Pukulan dari pemuda kaum Anshar”. Karena laki-laki tersebut termasuk budak yang dimerdekakan sahabat Anshar. Rasulullah Saw melarang menisbatkan kebanggaannya kepada Persia, negeri Jahiliah pada saat itu. Beliau justru memerintahkannya, agar menisbatkan pukulannya kepada kaum Anshar, keluarga majikannya. Gelar dan afiliasi Anshar adalah kebangaan yang diakui dalam al-Qur’an. Tidak demikian halnya dengan Persia yang Jahiliah pada saat itu. Mengomentari hadits tersebut, Syaikh Abdul Ghani al-Mujaddidi al-Dahlawi berkata:

قَدْ عُلِمَ مِنْ هَذَا اَنَّ اْلاِنْتِسَابَ اِلَى الْجَاهِلِيَّةِ غَيْرُ مَحْمُوْدٍ فَإِنَّ أَهْلَ فَارِسَ كَانُوْا مُشْرِكِيْنَ وَاْلأَنْصَارُ شِعَارُ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَيَنْبَغِيْ لِكُلِّ مُسْلِمٍ اَنْ لاَ يَفْتَخِرَ بِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ

Telah diketahui dari hadits ini, bahwa menisbatkan diri kepada perkara Jahiliah tidaklah terpuji. Karena penduduk Persia adalah orang-orang musyrik. Sedangkan Anshar adalah slogan Nabi Saw. Maka sebaiknya setiap Muslim tidak berbangga dengan kaum Jahiliah. (Syaikh Abdul Ghani al-Mujaddidi al-Dahlawi, Injah al-Hajah juz 1 hlm 200).

Nahdlatul Ulama ketika menamakan salah satu Badan Otonominya dengan nama Gerakan Pemuda Anshar, maka sangat tepat, karena memang sangat islami. Tetapi ketika mendeklarasikan gerakan barunya dengan nama Islam Nusantara, justru tidak tepat, karena nusantara adalah istilah pra-Islam (Jahiliah) yang dipopulerkan oleh Patih Gajah Mada pada masa kejayaan Majapahit yang beragama Hindu. Al-Imam Ibnu al-Mulaqqin, ketika mengomentari hadits tentang seruan kaum Jahiliah berkata:

وَقَوْلُهُ: (“مَا بَالُ دَعْوَى أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ؟ “) يَقُوْلُ: لاَ تَدَاعَوْا بِالْقَبَائِلِ وَلاَ بِاْلأَحْرَارِ، وَتَدَاعَوْا بِدَعْوَةٍ وَاحِدَةٍ بِاْلإِسْلاَمِ.

Sabda Nabi Saw: “Ada apa melakukan seruan kaum Jahiliah?” Maksudnya: “Janganlah kalian saling berseru atas nama suku dan golongan orang-orang yang merdeka. Berserulah dengan satu seruan, yaitu Islam. (Ibnu al-Mulaqqin, al-Taudhih li-Syarh al-Jami’ al-Shahih, juz 20 hlm 68).

Pernyataan Ibnu al-Mulaqqin tersebut didasarkan pada hadits shahih berikut ini:

عَنِ الْحَارِثِ اْلأَشْعَرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ، فَهُوَ مِنْ جُثَاءِ جَهَنَّمَ ” قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَإِنْ صَامَ، وَإِنْ صَلَّى ؟ قَالَ: ” وَإِنْ صَامَ، وَإِنْ صَلَّى، وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ، فَادْعُوا الْمُسْلِمِينَ بِأَسْمَائِهِمْ بِمَا سَمَّاهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. رواه أحمد

Dari al-Harits al-Asy’ari, bahwa Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa yang berseru dengan seruan kaum Jahiliah, maka ia termasuk penghuni Jahannam.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, meskipun orang tersebut berpuasa dan shalat?” Beliau menjawab: “Meskipun ia berpuasa, shalat dan mengaku dirinya Muslim. Serulah kaum Muslimin dengan nama-nama mereka, dengan nama yang Allah berikan kepada mereka, yaitu orang-orang Islam, orang-orang beriman dan hamba-hamba Allah.” (HR Ahmad [17170]).

Kesimpulan dari paparan di atas, penyematan nama Nusantara terhadap Islam adalah penyematan nama Jahiliah yang tidak baik terhadap nama Islam yang sudah baik. Hal tersebut, tentu tidak etis dan harus kita jauhi.

2. ISTILAH ISLAM NUSANTARA TIDAK DIPERLUKAN

Kalau ada yang bertanya, perlukan kita mengusung istilah Islam Nusantara? Menjawab pertanyaan ini, KH Ma’ruf Amin menulis dalam artikelnya sebagai berikut:

“Sebagai tema Muktamar NU 2015 di Jombang yang digelar beberapa waktu lalu, Islam Nusantara memang baru dideklarasikan. Namun, sebagai pemikiran, gerakan, dan tindakan, Islam Nusantara bukanlah hal baru bagi kita. Islam Nusantara adalah Islam Ahlussunnah Waljamaah al-Nadliyyah.”

Pernyataan KHMA di atas memberikan kesimpulan bahwa Islam Nusantara memang baru dideklarasikan. Tetapi sebagai pemikiran, gerakan dan tindakan, Islam Nusantara bukanlah hal baru bagi kita. Islam Nusantara adalah Islam Ahlussunnah Waljamaah al-Nadliyyah. Nah, apabila KHMA mengakui bahwa Islam Nusantara memang Islam Ahlussunnah Waljamaah al-Nahdliyyah, berarti keberadaan Islam Nusantara sangat tidak diperlukan. Hal ini terbukti, bahwa sejak sebelum munculnya istilah Islam Nusantara, Islam Ahlussunnah Waljamaah telah berjalan dengan baik. Kalau Islam Nusantara memang tidak diperlukan, maka seharusnya orang yang berakal sehat meninggalkannya, apalagi banyak kiai yang tidak menyetujuinya. Dalam hadits shahih, Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُ

“Abu Hurairah berkata: “Rasulullah Saw bersabda: “Termasuk kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR al-Tirmidzi dan lain-lain).

3. ISTILAH ISLAM NUSANTARA MENGABURKAN ASWAJA

Konsep Islam Nusantara adalah konsep yang mengaburkan Ahlussunnah Wal-Jamaah bagi warga nahdliyyin. Mengapa demikian? KHMA berkata:

“Mengapa di sini perlu penyifatan al-Nahdliyyah? Jawabnya adalah karena banyak kalangan lain di luar NU yang juga mengklaim sebagai pengikut Ahlussunnah Waljamaah (disingkat Aswaja), tetapi memiliki cara pikir, gerakan, dan amalan yang berbeda dengan NU.”

Sebenarnya penyifatan al-Nahdliyyah ini datang kemudian yaitu pada MUNAS NU tahun 2006 di Surabaya. Pada masa-masa sebelumnya, tidak dikenal penyifatan al-Nahdliyyah. Menurut hemat penulis penyifatan tersebut justru tidak perlu. Mengapa tidak perlu? Sebagaimana dimaklumi, bahwa Aswaja yang diikuti oleh NU adalah Asy’ariyah-Maturidiyah. Sedangkan Asy’ariyah-Maturidiyah tidak hanya diikuti oleh NU. Bahkan beberapa Ormas keagamaan di Indonesia, seperti Nahdlatul Wathan di NTB, PERTI di Sumatera Barat, Washliyah di Sumatera Utara dan lain-lain, juga mengikuti Asy’ariyah-Maturidiyah. Dengan demikian penyifatan al-Nahdliyyah berarti tidak sesuai dengan kenyataan. Karena Aswaja yang sama tidak hanya diikuti oleh NU.

Atau istilah al-Nahdliyyah tersebut sebagai respon damai terhadap kaum Wahabi yang juga mengklaim sebagai Ahlussunnah Waljamaah. Maka penyifatan al-Nahdliyyah, berarti pengakuan terhadap eksistensi Wahabi sebagai bagian dari Ahlussunnah Wal-Jamaah, dan hal ini berarti bertentangan dengan kitab-kitab mu’tabaroh yang menjadi rujukan NU, yang menegaskan bahwa Wahabi bukan Ahlussunnah Waljamaah. Wahabi menganggap Asy’ariyah-Maturidiyah bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Asy’ariyah-Maturidiyah menganggap Wahabi juga bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Pengakuan NU terhadap Wahabi sebagai Aswaja, tentu menimbulkan kerancuan.

4. KONSEP ISLAM NUSANTARA ASAL-ASALAN

Ketika menjelaskan tiga pilar Islam Nusantara, KH Ma’ruf Amin berkata:

“Pilar pertama, pemikiran, meliputi cara berpikir yang moderat (tawassuth). Artinya, Islam Nusantara berada dalam posisi yang tidak tekstualis, tetapi juga tidak liberal. Tekstualis dimaksud adalah berpikir secara kaku pada nash (al-jumûd al-manqûlãt) sebagaimana yang terjadi pada kaum Wahabi di dalam memahami teks-teks Al Quran. Salah satu pernyataan Imam al-Qarafi, ulama ahli usul fikih, menyatakan jika ”al-jumûd ‘alã al-manqûlãt abadan dalãl fi al-din wa jahl bi maqasidihi”, pembacaan yang statis (tanpa tafsir) penafsiran pada hal-hal yang dalil-dalil yang selamanya adalah kesesatan di dalam agama dan kebodohan tentang maksud-maksud agama. Liberal dimaksud adalah cara berpikir yang bebas tanpa mengindahkan metodologi yang disepakati di kalangan ulama yang dijadikan pegangan berpikir di kalangan NU.”

Dalam pernyataan di atas ada beberapa kerancuan Islam Nusantara yang perlu diluruskan. Pertama, KHMA menguraikan pilar pertama Islam Nusantara yang meliputi cara berpikir yang moderat (tawassuth). Lalu beliau memberikan syarh terhadap maksud moderat tersebut dengan penjelasan:

“Artinya, Islam Nusantara berada dalam posisi yang tidak tekstualis, tetapi juga tidak liberal.”

Tentu syarh yang beliau sampaikan di atas tidak tepat. Mengapa tidak tepat? Ketika kita berbicara tentang konsep general suatu gerakan pemikiran, katakanlah gerakan pemikiran Islam Nusantara yang diklaim sebagai Islam Ahlussunnah Wal-Jamaah, maka konsep yang di gulirkan haruslah juga bersifat general dan komprehensif. Maka, berbicara Ahlussunnah Wal-Jamaah secara pemikiran, berarti pembicaraan paling pokok adalah menyangkut akidah. Sedangkan pembicaraan berkaitan dengan akidah, kerangka pemikian yang ditetapkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal-Jamaah ada yang tekstualis dan ada yang tidak tekstualis. Sementara kerangka pemikiran Islam Nusantara terkesan semuanya tidak tekstualis. Lalu dikatakan tidak liberal. Padahal yang menolak pemahaman tekstualis secara general justru yang liberal. Ini namanya konsep asal-asalan.

Dalam memahami teks-teks al-Qur’an dan hadits, ada yang harus dipahami secara tekstual dan ada yang harus dipahami secara tidak tekstual. Al-Imam Abu Amr al-Dani al-Asy’ari al-Maliki (371-440 H/981-1053 M) berkata:

وَالْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ عَلىَ ظَاهِرِهِمَا، وَعُمُوْمِهِمَا إِلاَّ مَا خَصَّهُ الرَّسُوْلُ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَيَانٍ أَوْ خَبَرٍ، أَوْ فَسَّر مُشْكِلَهُ، أَوْ أَعْلَمَ بِمَنْسُوْخِهِ، أَوْ وُقِفَ عَلىَ نَاسِخِهِ، أَوْ قَامَ الدَّلِيْلُ عَلىَ ذَلِكَ مِنْ سُنَّةٍ أَوْ إِجْمَاعٍ، فَإِذَا أَعْلَمَ الرَّسُوْلُ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ، أَوْ عُلِمَ مِنْ إِحْدَى هَذِهِ الْجِهَاتِ الَّتِيْ تَقُوْمُ بِهَا الْحُجَّةُ، لَمْ يُرَدَّ عَامٌ مِنْهُ إِلىَ خَاصٍّ، وَلاَ خَاصٍّ مِنْهُ إِلىَ عَامٍّ.

Al-Qur’an dan Sunnah mengikuti arti literal (tekstual)nya dan keumuman (general)nya, kecuali teks yang dibatasi oleh Rasul Saw dengan penjelasan atau informasi, atau dijelaskan kemusykilannya, atau diberitahukan teks yang dinasakh darinya, atau diketahui teks yang menasakhnya atau ada dalil atas hal tersebut dari sunnah dan ijma’. Maka apabila Rasul Saw memberitahukan hal tersebut, atau hal itu diketahui dari salah satu arah tadi yang dapat menjadi hujjah, maka teks yang umum tidak bisa dikembalikan kepada yang khusus, dan yang khusus tidak bisa dikembalikan kepada yang umum. (Al-Dani, al-Risalah al-Wafiyah, hlm 141).

Al-Imam Abu Amr al-Dani, adalah seorang ulama terkemuka madzhab al-Asy’ari, dan murid al-Imam Abu Bakar bin al-Thayyib al-Baqillani. Dalam bagian lain kitab yang sama, al-Dani berkata:

وَكُلُّ مَا قَالَهُ اللهُ تَعَالَى، فَعَلىَ الْحَقِيْقَةِ، لاَ عَلىَ الْمَجَازِ، إِلاَّ أَنْ تَتَّفِقَ اْلأُمَّةُ عَلىَ أَنَّ شَيْئاً مِنْهُ عَلىَ الْمَجَازِ كَقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ} يُرِيْدُ أَهْلَهَا. فَأَمَّا قَوْلُهُ: {وَكَلَّمَ اللهُ مُوْسَى تَكْلِيْمًا} ، وَقَوْلُهُ: {وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ} {وَقُلْنَا يَا آَدَمُ} وَشِبْهُ ذَلِكَ فَعَلىَ الْحَقِيْقَةِ، لاَ عَلىَ الْمَجَازِ.

Semua yang difirmankan oleh Allah Swt, maka diartikan secara hakiki (tekstual), tidak secara majazil (metafor atau kontekstual). Kecuali apabila para ulama bersepakat bahwa sesuatu dari firman tersebut diartikan secara majaz (metafor), seperti firman Allah “Bertanyalah ke desa itu”, maksudnya penduduk desa. Adapun firman Allah: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.”, dan firman-Nya, “Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat”, “Kami berfirman, hai Adam”, dan yang serupa dengan firman-firman tersebut, maka diartikan secara hakiki, tidak secara majaz. (Al-Dani, al-Risalah al-Wafiyah, hlm 143).

Pernyataan al-Imam al-Dani di atas, menegaskan bahwa semua ayat al-Qur’an harus diartikan secara tekstual, kecuali ayat-ayat yang disepakati oleh para ulama harus diartikan secara kontekstual (majazi) atau tidak tekstual.

Apabila kaedah Islam Nusantara di atas, yang mengartikan agama secara tidak tekstual diterima secara general, maka berarti Islam Nusantara bukan Ahlussunnah Wal-Jamaah lagi. Akan tetapi adakalanya bagian dari liberal atau bagian dari aliran kebatinan, sebagaimana yang telah kita maklumi.

Kedua, kerancuan lain pada syarh di atas juga terletak pada komentar KH Ma’ruf Amin berikut ini:

“Tekstualis dimaksud adalah berpikir secara kaku pada nash (al-jumûd al-manqûlãt) sebagaimana yang terjadi pada kaum Wahabi di dalam memahami teks-teks Al Quran. Salah satu pernyataan Imam al-Qarafi, ulama ahli usul fikih, menyatakan jika ”al-jumûd ‘alã al-manqûlãt abadan dalãl fi al-din wa jahl bi maqasidihi”, pembacaan yang statis (tanpa tafsir) penafsiran pada hal-hal yang dalil-dalil yang selamanya adalah kesesatan di dalam agama dan kebodohan tentang maksud-maksud agama. Liberal dimaksud adalah cara berpikir yang bebas tanpa mengindahkan metodologi yang disepakati di kalangan ulama yang dijadikan pegangan berpikir di kalangan NU.”

Pernyataan KHMA dalam syarh di atas menandakan beliau lupa dengan konsep Ahlussunnah Wal-Jamaah dalam memahami nash. Padahal dalam ushul fiqih, sudah dijelaskan secara gamblang tentang konsep hakikat, majaz, nash, zhahir, ta’wil dan lain sebagainya. Tentu konsep-konsep tersebut dalam rangka memahami teks-teks al-Qur’an dan hadits.

Sedangkan kutipan KHMA di atas dari al-Qarafi, seorang pakar ushul fiqih bermadzhab Maliki, tidak sesuai dengan proporsinya. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan yang menjadikan kutipan dari al-Qarafi di atas tidak proporsional:

a) Pernyataan al-Qarafi di atas bukan ditulis dalam kitab beliau tentang ushul fiqih atau akidah. Justru pernyataan tersebut ditulis dalam kitab beliau tentang kaedah fiqih.

b) Pernyataan al-Qarafi tersebut konteksnya bukan dalam memahami teks-teks al-Qur’an seperti yang dinyatakan oleh KHMA di atas. Akan tetapi dalam konteks mehamami fatwa-fatwa para ulama, yang tidak bisa diterapkan sepanjang masa dan dalam berbagai kondisi. Akan tetapi harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di mana dan bagaimana suatu fatwa itu harus dikeluarkan. Hal ini sesuai dengan kaedah fiqih yang populer:

تَتَغَيَّرُ اْلأَحْكَامُ بِتَغَيُّرِ اْلأَحْوَالِ وَاْلأَزْمَانِ

Hukum-hukum agama dapat berubah sesuai dengan perubahan keadaan dan zaman.

c) Berkaitan dengan kaedah tersebut, kaum Wahabi tidak berbeda dengan yang lain. Justru kaedah fiqih di atas dibela dengan luar biasa oleh Syaikh Ibnu Qayyimil Jauziyyah, ulama panutan kaum Wahabi, sebagaimana dipaparkan oleh Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam bukunya Dhawabith al-Mashlahah fi al-Syari’ah al-Islamiyyah.

d) Penerjemahan terhadap pernyataan al-Qarafi di atas salah fatal. Berikut pernyataan al-Qarafi secara lengkap beserta terjemahannya yang benar:

عَلَى هَذَا الْقَانُوْنِ (وَهُوَ اِتِّبَاعُ اْلأَعْرَافُ الْمَحَلِّيَّةُ) تُرَاعِى الْفَتَاوَى عَلىَ طُوْلِ اْلأَيَّامِ، فَمَهْمَا تَجَدَّدَ فِي الْعُرْفِ اِعْتَبِرْهُ، وَمَهْمَا سَقَطَ أَسْقِطْهُ، وَلاَ تَجَمَّدْ عَلىَ الْمَسْطُوْرِ فِي الْكُتُبِ طُوْلَ عُمْرِكَ، بَلْ إِذَا جَاءَكَ رَجُلٌ مِنْ غَيْرِ أَهْلِ إِقْلِيْمِكَ يَسْتَفْتِيْكَ، لاَ تُجْرِهِ عَلىَ عُرْفِ بَلَدِكَ، وَاسْأَلْهُ عَنْ عُرْفِ بَلَدِهِ وَأَجْرِهِ عَلَيْهِ، وَأَفْتِهِ بِهِ دُوْنَ عُرْفِ بَلَدِكَ وَالْمُقَرَّرِ فِيْ كُتُبِكَ، فَهَذَا هُوَ الْحَقُّ الْوَاضِحُ. وَالْجُمُوْدُ عَلىَ الْمَنْقُوْلاَتِ أَبَداً ضَلاَلٌ فِي الدِّيْنِ، وَجَهْلٌ بِمَقَاصِدِ عُلَمَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالسَّلَفِ الْمَاضِيْنَ.
وَعَلىَ هَذِهِ الْقَاعِدَةِ تَتَخَرَّجُ أَيْمَانُ الطَّلاَقِ وَالْعِتَاقِ، وَصِيَغِ الصَّرَائِحِ وَالْكِنَايَاتِ، فَقَدْ يَصِيْرُ الصَّرِيْحُ كِنَايَةً يَفْتَقِرُ إِلىَ النِّيَّةِ، وَقَدْ تَصِيْرُ الْكِنَايَةُ صَرِيْحاً، مُسْتَغْنِيَةً عَنِ النِّيَّةِ ”

Berdasarkan aturan ini (mengikuti tradisi lokal), Anda harus memperhatikan fatwa Anda seumur hidupmu. Apabila dalam suatu tradisi terjadi pembaharuan, Anda harus mempertimbangkannya. Apabila gugur, Anda harus menggugurkannya. Janganlah Anda bersikap kaku terhadap redaksi yang tertulis dalam kitab-kitab seumur hidup Anda. Bahkan apabila seorang laki-laki mendatangi Anda dari selain penduduk daerah Anda meminta fatwa, janganlah memperlakukannya sesuai tradisi negeri Anda. Tanyakan tradisi negerinya, lalu perlakukan sesuai tradisi itu. Fatwakan sesuai tradisinya, bukan tradisi negeri Anda dan yang menjadi ketetapan dalam buku-buku Anda. Ini adalah yang benar dan jelas. Kaku terhadap ibarat-ibarat yang dinukil (dalam kitab) selamanya adalah kesesatan dalam agama, dan kebodohan terhadap tujuan para ulama kaum Muslimin dan generasi salaf yang lampai. Atas kaedah inilah, diarahkan sumpah-sumpah talak dan memerdekakan budak, redaksi-redaksi tegas dan kinayah. Terkadang kalimat yang tegas menjadi kinayah, sehingga memerlukan niat. Terkadang kinayah menjadi tegas, yang tidak memerlukan niat. (Al-Qarafi, al-Furuq juz 1 hlm 386-387, editor Umar Hasan al-Qiyam, terbitan Muassasah al-Risalah).

Perhatikan, pernyataan al-Qarafi dan terjemahannya secara lengkap, dan bandingkan dengan terjemahan serta pemahaman Islam Nusantara. Di situ terjadi kesalahan yang menurut hemat penulis, termasuk fatal dalam menerjemahkan, dan kerancuan dalam mengarahkan maksud pernyataan al-Qarafi yang tidak proporsional. Walhasil, pengusung Islam Nusantara yang mengklaim Islam Ahlussunnah Wal-Jama’ah, kurang teliti kaedah-kaedah Ahlussunnah Wal-Jamaah, kurang teliti terhadap perbedaannya dengan Wahabi dan tidak proporsional dalam meletakkan suatu kaedah dan pernyataan para ulama.

The post KH Idrus Romli Menolak Islam Nusantara-nya KH Ma’ruf Amin, Ini Dasar Ilmiahnya appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/kh-idrus-romli-menolak-islam-nusantara-nya-kh-maruf-amin-ini-dasar-ilmiahnya/feed/ 0 28409
Beredar Foto, Pelatihan Relawan Jokowi Sebut HMI, FPI, Eks HTI dan KAMMI Ancaman https://suaranasional.com/2018/09/21/beredar-foto-pelatihan-relawan-jokowi-sebut-hmi-fpi-eks-hti-dan-kammi-ancaman/ https://suaranasional.com/2018/09/21/beredar-foto-pelatihan-relawan-jokowi-sebut-hmi-fpi-eks-hti-dan-kammi-ancaman/#respond Fri, 21 Sep 2018 00:15:12 +0000 https://suaranasional.com/?p=28405 Saat ini beredar foto pelatihan relawan Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan HMI, Eks HTI, HMI dan KAMMI sebagai ancaman. Beberapa

The post Beredar Foto, Pelatihan Relawan Jokowi Sebut HMI, FPI, Eks HTI dan KAMMI Ancaman appeared first on Suara Nasional.

]]>

Saat ini beredar foto pelatihan relawan Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan HMI, Eks HTI, HMI dan KAMMI sebagai ancaman.

Beberapa organisasi yang disebut ancaman itu terlihat dalam pemaparan oleh seorang nara sumber di hadapan para relawan.

Pelatihan relawan Jokowi (IST)

Ada dugaan pembekalan relawan Jokowi yang menyebutkan HMI, eks HTI, FPI maupun KAMMI sebagai ancaman di Jawa Barat.

Narasumber juga menyebutkan kelompok 212 merupakan ancaman terhadap Jokowi di Pilpres 2019.

Selain itu, nara sumber itu memaparkan ancaman terhadap Jokowi terkait kondisi ekonomi yang dianggap buruk.

Ancaman dari lawan Jokowi yang disebut isu hoax yang sengaja disebarkan mulai dari keluarga Jokowi sampai minta tes DNA.

The post Beredar Foto, Pelatihan Relawan Jokowi Sebut HMI, FPI, Eks HTI dan KAMMI Ancaman appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/beredar-foto-pelatihan-relawan-jokowi-sebut-hmi-fpi-eks-hti-dan-kammi-ancaman/feed/ 0 28405
Majelis Tinggi Adat Minangkabau Tolak Acara Banser dan Ansor di Sumbar https://suaranasional.com/2018/09/21/majelis-tinggi-adat-minangkabau-tolak-acara-banser-dan-ansor-di-sumbar/ https://suaranasional.com/2018/09/21/majelis-tinggi-adat-minangkabau-tolak-acara-banser-dan-ansor-di-sumbar/#respond Thu, 20 Sep 2018 23:58:50 +0000 https://suaranasional.com/?p=28401 Kegiatan kirab nasional yang dilaksanakan Banser dan Ansor ditolak Majelis Tinggi Kerapatan Adat Minangkau di Sumatera Barat (Sumbar). “Majelis Tinggi

The post Majelis Tinggi Adat Minangkabau Tolak Acara Banser dan Ansor di Sumbar appeared first on Suara Nasional.

]]>

Kegiatan kirab nasional yang dilaksanakan Banser dan Ansor ditolak Majelis Tinggi Kerapatan Adat Minangkau di Sumatera Barat (Sumbar).

“Majelis Tinggi Kekerabatan Adat Alam Minangkabau menolak acara kirab nasional yang akan dilaksanakan Ansor dan Banser,” kata Ketua Ketua Majlis TInggi Kerapatan Adat Minang Sumbar DR H. Irfianda Abidin, SE, MBA dalam video yang tersebar di Youtube.

Kata Irfianda, penolakan terhadap kegiatan Ansor dan Banser karena diindikasikan menyebarkan kesesatan. “Ajaran sesat kepada kita melalui Islam Nusantara dan Syiah,” jelasnya.

Menurut Irfianda, sudah diketahui banyak orang kelompok ini sering merusak Islam. “Maka kita harus membentengi Islam dan generasi yang akan datang.

“Kita tolak bersama-sama dan bersatu padu melawan kezaliman dan kerusakan yang direncanakan oleh mereka menghancurkan Islam.” pungkasnya.

The post Majelis Tinggi Adat Minangkabau Tolak Acara Banser dan Ansor di Sumbar appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/majelis-tinggi-adat-minangkabau-tolak-acara-banser-dan-ansor-di-sumbar/feed/ 0 28401
Gaduh Enggar-Buwas, Bukti Kepemimpinan Jokowi Lemah https://suaranasional.com/2018/09/21/gaduh-enggar-buwas-bukti-kepemimpinan-jokowi-lemah/ https://suaranasional.com/2018/09/21/gaduh-enggar-buwas-bukti-kepemimpinan-jokowi-lemah/#respond Thu, 20 Sep 2018 23:25:39 +0000 https://suaranasional.com/?p=28399 Kegaduhan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menunjukkan lemahnya kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Demikian

The post Gaduh Enggar-Buwas, Bukti Kepemimpinan Jokowi Lemah appeared first on Suara Nasional.

]]>

Kegaduhan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menunjukkan lemahnya kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

Demikian dikatakan pengamat politik Zainal Abidin dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (21/9).

Menurut Zainal, jika kepemimpinan kuat, tidak mungkin ada kegaduhan Enggartiasto dengan Buwas.
“Jokowi sudah meminta tidak impor beras, tetapi masih dilanggar Enggar. Artinya Enggar tidak menghargai Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan,” papar Zainal.

Kata Zainal, Menteri Enggartiasto berani melanggar Jokowi dengan kebijakan impor beras di saat persediaan penuh karena merasa pemimpinnya itu Surya Paloh.

“Surya Paloh itu punya kekuatan, pemilik media bisa menggiring opini masyatakat. Ini yang ditakuti Jokowi,” jelas Zainal.

Zainal meminta Jokowi menunjukkan sikap tegas dan berani dalam menghadapi menteri yang tidak berpihak ke rakyat.

The post Gaduh Enggar-Buwas, Bukti Kepemimpinan Jokowi Lemah appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/gaduh-enggar-buwas-bukti-kepemimpinan-jokowi-lemah/feed/ 0 28399
Tak Pecat Mendag Enggartiasto, Aktivis Politik: Jokowi Penakut https://suaranasional.com/2018/09/21/tak-pecat-mendag-enggartiasto-aktivis-politik-jokowi-penakut/ https://suaranasional.com/2018/09/21/tak-pecat-mendag-enggartiasto-aktivis-politik-jokowi-penakut/#respond Thu, 20 Sep 2018 23:06:39 +0000 https://suaranasional.com/?p=28397 Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat penakut dengan tidak berani memecat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang telah merugikan petani dengan kebijakan

The post Tak Pecat Mendag Enggartiasto, Aktivis Politik: Jokowi Penakut appeared first on Suara Nasional.

]]>

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat penakut dengan tidak berani memecat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang telah merugikan petani dengan kebijakan impor beras.

“Enggar itu merugikan petani tetapi tidak dipecat, Jokowi terlihat takut,” kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Jumat (21/9).

Menurut Rahman, keberadaan Enggartiasto justru merugikan Jokowi. “Padahal selama ini Jokowi menolak impor beras,” ungkapnya.

Kata Rahman, Jokowi masih mempertimbangkan segi politik ketika berhadapan dengan Enggartiasto Lukita.

“Pendukung Jokowi selalu bilang Jokowi tegas pernah memecat Menteri dari NasDem Ferry Mursyidan Baldan. Faktanya Ferry dipecat atas perintah internal NasDem karena dianggap tidak loyal ke partai NasDem dan sekarang mendukung Prabowo,” paparnya.

Rahman mengatakan, masyarakat menyoroti para menteri bermasalah tetapi Jokowi tidak berani memecatnya. “Rizal Ramli, Sudirman Said itu didukung rakyat tetapi dipecat. Jaksa Agung HM Prasetyo dari NasDem tetapi mendapat sorotan masyarat tidak dipecat,” jelas Rahman.

The post Tak Pecat Mendag Enggartiasto, Aktivis Politik: Jokowi Penakut appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/tak-pecat-mendag-enggartiasto-aktivis-politik-jokowi-penakut/feed/ 0 28397
Samakan TNI/Polri, Projo Bisa Bersikap Arogan & Jadi Angkatan Kelima https://suaranasional.com/2018/09/21/samakan-tni-polri-projo-bisa-bersikap-arogan-jadi-angkatan-kelima/ https://suaranasional.com/2018/09/21/samakan-tni-polri-projo-bisa-bersikap-arogan-jadi-angkatan-kelima/#respond Thu, 20 Sep 2018 22:44:20 +0000 https://suaranasional.com/?p=28394 Relawan Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Pro Jokowi (Jokowi) bisa bersikap arogan bahkan menjadi angkatan kelima ketika pihak Istana

The post Samakan TNI/Polri, Projo Bisa Bersikap Arogan & Jadi Angkatan Kelima appeared first on Suara Nasional.

]]>

Relawan Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Pro Jokowi (Jokowi) bisa bersikap arogan bahkan menjadi angkatan kelima ketika pihak Istana menyamakan dengan TNI/Polri.

“Istana sampai menyamakan Projo dengan TNI/Polri. Itu salah kamprah dan Projo bisa arogan bahkan kemungkinan jadi angkatan kelima,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Jumat (21/9).

Menurut Muslim, keberadaan Projo maupun relawan justru membuat demokrasi makin gaduh bahkan diiindikasikan dimanfaatkan untuk meraih keuntungan.

“Kegiatan relawan atau Projo darimana? Ada dugaan mengajukan proposal ke instansi pemerintah atau BUMN,” ungkap Muslim.

Muslim mengatakan, selama hampir lima tahun pemerintahan Jokowi, relawan ini sengaja tidak dibubarkan. “Relawan membentuk tim medsos menjadi buzzer dan selalu gaduh,” papar Muslim.

Selain itu, ia memperlihatkan, tidak ada kegaduhan di medsos setelah Ahok kalah. “Karena buzzer-nya sudah jadi pengangguran tidak digaji lagi. Selama Ahok berkuasa, membayar buzzer untuk pencitraan Ahok. Kondisi itu terjadi di pemerintahan Jokowi,” jelas Muslim.

The post Samakan TNI/Polri, Projo Bisa Bersikap Arogan & Jadi Angkatan Kelima appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/samakan-tni-polri-projo-bisa-bersikap-arogan-jadi-angkatan-kelima/feed/ 0 28394
Takut Perintahkan Nobar Film G30SPKI, Gatot Nurmantyo Minta KSAD Pulang Kampung https://suaranasional.com/2018/09/21/takut-perintahkan-nobar-film-g30spki-gatot-nurmantyo-minta-ksad-pulang-kampung/ https://suaranasional.com/2018/09/21/takut-perintahkan-nobar-film-g30spki-gatot-nurmantyo-minta-ksad-pulang-kampung/#respond Thu, 20 Sep 2018 22:17:27 +0000 https://suaranasional.com/?p=28392 Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai KSAD Jenderal Mulyono terlihat takut untuk memerintahkan nonton bareng (nobar) Film G30SPKI.

The post Takut Perintahkan Nobar Film G30SPKI, Gatot Nurmantyo Minta KSAD Pulang Kampung appeared first on Suara Nasional.

]]>

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai KSAD Jenderal Mulyono terlihat takut untuk memerintahkan nonton bareng (nobar) Film G30SPKI.

“Kok KSAD-nya penakut. Ya sudah pantas lepas pangkat,” tulis Gatot di akun Instagram pribadinya @nurmantyo_gatot, Kamis (20/9).

Dikutip dari CNN Indonesia, kata Gatot, tidak ada hukuman mati bila KSAD memerintahkan untuk menonton Film pengkhianatan PKI.

“Kalau takut, pulang kampung saja. Karena kasian nanti prajuritnya disamakan dengan pemimpin penakut,” tegas Gatot.

Sifat penakut yang melekat pada KSAD yang takut untuk mengeluarkan perintah nonton bareng, imbuh Gatot, akan menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yang terkenal di dunia sebagai pemberani dan super nekat.

Gatot menyampaikan pemutaran film tersebut bukan bertujuan untuk mendeskreditkan atau menyalahkan salah satu pihak, tetapi untuk memberikan gambaran tentang peristiwa kelam yang pernah terjadi di masa lalu.

Lebih lanjut, Gatot menegaskan pemutaran film tidak untuk menumbuhkan dendam pada pihak-pihak tertentu.

“Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanannya,” pungkas Gatot.

The post Takut Perintahkan Nobar Film G30SPKI, Gatot Nurmantyo Minta KSAD Pulang Kampung appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/takut-perintahkan-nobar-film-g30spki-gatot-nurmantyo-minta-ksad-pulang-kampung/feed/ 0 28392
Ansor Riau Ngemis ke Adat Melayu Adakan Pertemuan UAS-Gus Yaqut https://suaranasional.com/2018/09/21/ansor-riau-ngemis-ke-adat-melayu-adakan-pertemuan-uas-gus-yaqut/ https://suaranasional.com/2018/09/21/ansor-riau-ngemis-ke-adat-melayu-adakan-pertemuan-uas-gus-yaqut/#respond Thu, 20 Sep 2018 18:31:04 +0000 https://suaranasional.com/?p=28389 GP Ansor Riau meminta bantuan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) ada pertemuan Yaqut Cholil Qaumas (Gus Yaqut) dengan Ustadz Abdul

The post Ansor Riau Ngemis ke Adat Melayu Adakan Pertemuan UAS-Gus Yaqut appeared first on Suara Nasional.

]]>

GP Ansor Riau meminta bantuan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) ada pertemuan Yaqut Cholil Qaumas (Gus Yaqut) dengan Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Ansor Riau meminta tolong LAMR agar bisa difasilitasi ketua umum mereka bertemu Ustaz Abdul Somad,” kata Datuk Budi Febriadi mewakili Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar beberapa waktu lalu.

Kata Datuk Budi, LAMR belum bisa memutuskan memfasilitasi UAS dengan Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut.
“Tunggu keputusan Ketua DPH LAM,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Ansor Riau Purwajitabayyun dengan pengurus LAMR terkait rencana kedatangan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dalam acara Kirab Satu Negeri, Zikir Kebangsaan di Kabupaten Siak.

Datuk Budi Febriadi mengatakan, bahwa dalam pertemuan tersebut, Ketua GP Ansor Riau, Purwaji meminta maaf kepada LAMR atas munculnya kegaduhan akibat tidak adanya koordinasi terlebih dahulu terkait rencana kegiatan GP Ansor di Siak tersebut.

Datuk Budi Febriadi mengatakan, bahwa dalam pertemuan tersebut, Ketua GP Ansor Riau, Purwaji meminta maaf kepada LAMR atas munculnya kegaduhan akibat tidak adanya koordinasi terlebih dahulu terkait rencana kegiatan GP Ansor di Siak tersebut.

The post Ansor Riau Ngemis ke Adat Melayu Adakan Pertemuan UAS-Gus Yaqut appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/21/ansor-riau-ngemis-ke-adat-melayu-adakan-pertemuan-uas-gus-yaqut/feed/ 0 28389
Dukungan ke Prabowo-Sandi Terus Mengalir, Kelompok Pemuda Ini Dirikan RASIO https://suaranasional.com/2018/09/20/dukungan-ke-prabowo-sandi-terus-mengalir-kelompok-pemuda-ini-dirikan-rasio/ https://suaranasional.com/2018/09/20/dukungan-ke-prabowo-sandi-terus-mengalir-kelompok-pemuda-ini-dirikan-rasio/#respond Thu, 20 Sep 2018 16:09:46 +0000 https://suaranasional.com/?p=28386 Dukungan kepada Pasangan Prabowo-Sandi terus bertambah. Hal ini ditandai dengan terbentuknya komunitas Relawan Sandiaga Uno yang disingkat RASIO oleh sekumpulan

The post Dukungan ke Prabowo-Sandi Terus Mengalir, Kelompok Pemuda Ini Dirikan RASIO appeared first on Suara Nasional.

]]>

Dukungan kepada Pasangan Prabowo-Sandi terus bertambah. Hal ini ditandai dengan terbentuknya komunitas Relawan Sandiaga Uno yang disingkat RASIO oleh sekumpulan pemuda di Jakarta.

Menurut Sekjen DPP RASIO, Jamil Musica, komunitas Relawan ini dibentuk atas dasar inisiatif dan kesamaan visi yang ingin melihat perubahan Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Fokus utama RASIO adalah menjaring dukungan di kalangan kaum milenial yang merupakan basis pemilih terbesar saat ini. Tentunya memiliki visi yang sama untuk melihat perubahan di negeri ini,” ujar Jamil dalam pernyataan yang diterima suaranasional, Kamis (20/9).

“Nah ada yang bertanya, Kenapa Sandiaga Uno ? Bukan Prabwo Sandi?, maka jawabannya adalah Sandiaga adalah Representatif kaum Milenial masa kini. Sandi adalah figur yang kuat dan berkarakter bisa diterima disemua kalangan, baik itu anak muda, orang tua, apalagi emak-emak,” ujarnya.

Jamil menambahkan, mendukung Sandiaga Uno, otomatis mendukung Bapak Prabowo Subianto, karena keduanya berpasangan di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Jamil, jaringan relawan RASIO telah terbentuk di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Makassar, Medan, Sulbar, Yogyakarta, Palu, dan Sumenep. Dan jaringan ini akan terus bertambah.

“Kami ingin ada perubahan di negeri ini. Rasio hadir sebagai bentuk terjemahan kami dalam membaca arah zaman. Masyarakat cukup jenuh dengan keadaan sekarang. Kami ingin menghadirkan diskusi politik yang bermatabat dan sejuk. Bukan seperti diskusi kusir yang sering dipertontonkan sekarang ini,” pungkas Jamil.

The post Dukungan ke Prabowo-Sandi Terus Mengalir, Kelompok Pemuda Ini Dirikan RASIO appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/20/dukungan-ke-prabowo-sandi-terus-mengalir-kelompok-pemuda-ini-dirikan-rasio/feed/ 0 28386
Bentrok Massa Pro dan AntiJokowi di Medan https://suaranasional.com/2018/09/20/bentrok-massa-pro-dan-antijokowi-di-medan/ https://suaranasional.com/2018/09/20/bentrok-massa-pro-dan-antijokowi-di-medan/#respond Thu, 20 Sep 2018 10:56:07 +0000 https://suaranasional.com/?p=28383 Massa pendukung dan antiJokowi bentrok di Medan Sumatera Utara, Kamis (20/9). Kericuhan ini diawali dengan insiden lemparan dari salah satu

The post Bentrok Massa Pro dan AntiJokowi di Medan appeared first on Suara Nasional.

]]>

Massa pendukung dan antiJokowi bentrok di Medan Sumatera Utara, Kamis (20/9). Kericuhan ini diawali dengan insiden lemparan dari salah satu kubu pendemo. Gesekan itu sempat dilerai petugas Kepolisian.

Dua kelompok massa ini sebelumnya sama-sama menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan. Satu kelompok mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Cinta NKRI. Pendemo yang berkisar puluhan orang ini meminta seluruh elite politik menghentikan isu SARA untuk kepentingan Pemilu 2019. Massa mempersoalkan maraknya kritik kepada pemerintah.

“Salah satunya menjadikan isu melemahnya rupiah untuk kepentingan politik. Itu menurut kami tidak tepat karena persoalan seperti ini terjadi secara global,” ujar Edi Pandiangan, seorang pengunjuk rasa.

Tak lama setelah kelompok ini berunjuk rasa di depan gerbang Gedung DPRD Sumut, seratusan orang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Se-Kota Medan juga datang ke sana. Mahasiswa dari berbagai kampus di Medan ini juga melakukan aksi demo, namun untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.

Aliansi Mahasiswa Se-Kota Medan meminta agar Jokowi-JK mundur dari jabatan. Mereka dinilai tidak mampu memperbaiki kondisi perekonomian. “Jokowi tidak perlu turun tahun 2019. Tapi turun hari ini juga,” teriak Hendra Boang Manalu, Wakil Presiden Mahasiswa USU.

Saat Aliansi Mahasiswa Se-Kota Medan ditemui anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Zulkarnain, tiba-tiba lemparan air mineral dan batu dari massa Komunitas Masyarakat Cinta NKRI. Lemparan itu memancing emosi massa mahasiswa. Mereka membalas.

Insiden ini hanya berlangsung singkat. Ratusan persoel kepolisian mampu menjauhkan kedua kelompok. Aksi saling lempar terhenti dan polisi membuat barikade berlapis.

Namun kerusuhan akhirnya pecah. Polisi membubarkan paksa massa Aliansi Mahasiswa Se-Kota Medan. Awalnya pendemo dilarang menggoyang pagar Gedung DPRD Sumut. Namun mahasiswa menolak.

Selanjutnya, petugas bertindak represif. Lemparan batu terjadi dari kedua kelompok dan ada yang mengarah ke petugas polisi.

Truk water cannon dikerahkan, gas air mata pun dilepaskan. Namun polisi hanya membubarkan paksa kelompok mahasiswa.

Massa mahasiswa dipukul mundur dan berpencar ke Jalan Perdana, Jalan Kejaksaan dan Jalan Imam Bonjol depan RS Siloam. Mereka meninggalkan puluhan sepeda motor mereka berserakan di tepi jalan depan gedung Bank Mandiri. Sejumlah mahasiswa tertangkap. (Mrdk)

The post Bentrok Massa Pro dan AntiJokowi di Medan appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/20/bentrok-massa-pro-dan-antijokowi-di-medan/feed/ 0 28383
Asyik Bersama Pacarnya di Kamar, PNS Lamongan Tertangkap Razia https://suaranasional.com/2018/09/20/asyik-bersama-pacarnya-di-kamar-pns-lamongan-tertangkap-razia/ https://suaranasional.com/2018/09/20/asyik-bersama-pacarnya-di-kamar-pns-lamongan-tertangkap-razia/#respond Thu, 20 Sep 2018 08:47:08 +0000 https://suaranasional.com/?p=28381 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Lamongan tertangkap bersama kekasihnya di kamar kos-kosan saat diadakan operasi yustisi. “Untuk KTP pihak Laki

The post Asyik Bersama Pacarnya di Kamar, PNS Lamongan Tertangkap Razia appeared first on Suara Nasional.

]]>
Operasi yustisi di kos-kosan Lamongan (IST)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Lamongan tertangkap bersama kekasihnya di kamar kos-kosan saat diadakan operasi yustisi.

“Untuk KTP pihak Laki sudah kita amankan, dan pihak wanita akan kita panggil ke tempat kerjaanya dan akan kita tindak lanjuti,” kata Kasi Operasi dan pengendali Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lamongan Bambang Yustiono kepada wartawan, Kamis (20/9).

Kata Bambang, pihaknya akan mengusut tuntas seorang apatur negara tersebut yang terjaring dalam operasi yustisi itu.

Kata Bambang, kegiatan razia yustisi yang digelar aparat gabungan kali ini berlangsung di enam titik rumah kos yang tersebar di kecamatan Lamongan, dari satu titik lokasi petugas mendapatkan warga yang terjaring diduga belum bisa menunjukkan identitas.

“Dari enam tiktik lokasi, Alhamdulillah empat lokasi nihil, yang satu titik kita menjaring seseorang yang di duga belum bisa menunjukkan identitas sesuai aturan,” ungkap Bambang.

Dalam kesempatan yang sama Bambang juga menjelaskan tujuan diadadakan operasi yustisi, sebagai upaya penegakan perda no 4 tahun 2007 tentang trantib dan perda no 29 tahun 2007 tentang kependudukan,

“Kita berharap supaya Lamongan tetap aman dan kondusif dengan mengacu pada peraturan daerah yang sudah ada,” pungkasnya. (Rinto | Yunus)

The post Asyik Bersama Pacarnya di Kamar, PNS Lamongan Tertangkap Razia appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/20/asyik-bersama-pacarnya-di-kamar-pns-lamongan-tertangkap-razia/feed/ 0 28381
Rakor Tim Pengawas Aliran Kepercayaan & Keagamaan Masyarakat di Lamongan https://suaranasional.com/2018/09/20/aliran-kepercayaan-keagamaan-di-lamongan-mendapat-pengawasan/ https://suaranasional.com/2018/09/20/aliran-kepercayaan-keagamaan-di-lamongan-mendapat-pengawasan/#respond Thu, 20 Sep 2018 07:03:32 +0000 https://suaranasional.com/?p=28377 Aliran kepercayaan dan keagamaan di Lamongan harus diawasi agar memunculkan ketenangan di masyarakat dan tidak menimbulkan konflik. Demikian dikatakan Kepala

The post Rakor Tim Pengawas Aliran Kepercayaan & Keagamaan Masyarakat di Lamongan appeared first on Suara Nasional.

]]>

Aliran kepercayaan dan keagamaan di Lamongan harus diawasi agar memunculkan ketenangan di masyarakat dan tidak menimbulkan konflik.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Diah Yuliastuti dalam rapat koordinasi (Rakor) pihak terkait, Kamis (20/9)

Rakor ini dihadiri Dino Krismiardi (Kasi Intel Kajari Lamongan), Hari Agus SP (Sekretaris Kesbangpol Lamongan), Kapten Inf Ali Mahmud (Pasi Intel Dim 0812 Lamongan), Iptu Suprapto (Kanit 1 Intelkam Polres Lamongan), KH. Masnur Arif (Ketua FKUB Lamongan), Zainal Arifin (Dispendukcapil Lamongan) dan Perwakilan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan di Lamongan.

Kata Diah, Kejaksaan mempunyai mandat dalam mengadakan pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang ada di Indonesia dan khususnya di Lamongan.

“Saya sangat mengapresiasi dengan kehadiran para peserta rapat,” jelas Diah.

Diah mengingatkan, sekarang ini banyaknya aliran kepercayaan dan keagamaan yang dapat menimbulkan kebencian dan meresahkan di kalangan masyarakat.

“Maka daripada itu dengan adanya pelaksanaan Rakor ini kita dapat membahas dan mendiskusikan bersama guna menyelesaikan permasalahan tersebut,” jelasnya.

Sekretaris Kesbangpol Lamongan Hari Agus SP mengatakan, Tim Pakem sudah mengadakan pengawasan terhadap aliran Kepercayaan Keagamaan di Lamongan.

“Di Lamongan sendiri ada tiga besar Aliran Kepercayaan dan Keagamaan yaitu Aliran Kepercayaan Sapto Dharmo, Paguyuban Penghayat Kapribaden, Multi Tomo Waskito Tunggal,” pungkasnya. (Rinto |Yunus)

The post Rakor Tim Pengawas Aliran Kepercayaan & Keagamaan Masyarakat di Lamongan appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/20/aliran-kepercayaan-keagamaan-di-lamongan-mendapat-pengawasan/feed/ 0 28377
Ketua Ansor: Menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor, Menolak Konsensus Kebangsaan https://suaranasional.com/2018/09/20/ketua-ansor-menolak-kirab-satu-negeri-gp-ansor-menolak-konsensus-kebangsaan/ https://suaranasional.com/2018/09/20/ketua-ansor-menolak-kirab-satu-negeri-gp-ansor-menolak-konsensus-kebangsaan/#respond Thu, 20 Sep 2018 06:31:52 +0000 https://suaranasional.com/?p=28374 Sekelompok masyarakat bisa dinilai menolak konsensus kebangsaaan para pendiri bangsa jika menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor. “Menolak Kirab Satu

The post Ketua Ansor: Menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor, Menolak Konsensus Kebangsaan appeared first on Suara Nasional.

]]>
Masyarakat Langkat menolak acara Ansor/Banser (IST)

Sekelompok masyarakat bisa dinilai menolak konsensus kebangsaaan para pendiri bangsa jika menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor.

“Menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor, sama saja menolak semangat konsensus kebangsaan para Founding Father Bangsa ini,” kata Ketua GP Ansor Afif Fuad Saidi di akun Twitter-nya @AfifFuadS.

Kata Afif, ada kelompok kecil yang mencoba menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor di daerahnya, dengan klaim akan merusak kerukunan sudah ada sebuah anomali berfikir yang kelewatan,

“Di daerah-daerah lain kami disambut dengan hangat dan ada harapan besar dari pemerintah, dari aparat kepolisan dan TNI,” jelasnya.

Kata Afif, soal UAS, video th 2013 tentang khilafah, jika memang tak terkait, silahkan klarifikasi, dan Banser siap mengawal setiap pengajiannya.

“Gitu aja kok repot, ini tahun politik, hati-hati provokasi untuk memperkeruh suasana,” jelas Afif.

Ia menegaskan Banser tidak pernah membubarkan pengajian namun tiap malam menjaga pengajian.

“Namun jika ada aksi-aksi yang mengancam konsensus kebangsaan ini, mengancam NKRI berkedok pengajian, kami ada di sana kawan,” pungkasnya.

The post Ketua Ansor: Menolak Kirab Satu Negeri GP Ansor, Menolak Konsensus Kebangsaan appeared first on Suara Nasional.

]]>
https://suaranasional.com/2018/09/20/ketua-ansor-menolak-kirab-satu-negeri-gp-ansor-menolak-konsensus-kebangsaan/feed/ 0 28374