Pemuda Indonesia, Jangan Cemen & Baperan

Oleh: Dr. M. Kapitra Ampera, SH., MH 28 Oktober menjadi tanggal bersejarah yang selalu diperingati setiap tahunnya. Ikrar para Pemuda Pemudi di Nusantara yang merupakan semangat cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Sumpah Pemuda menegaskan pengakuan tumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Semangat Putra Putri…

Rezim Ngotot & Bandel

Oleh: M Rizal Fadillah Omnibus Law dianggap "mission sacre" oleh Pemerintah. Perlawanan dalam bentuk unjuk rasa menjadi aksi berkelanjutan. Tidak reda dengan penangkapan penangkapan. Kegoncangan bukan saja di tingkat nasional tetapi reaksi internasional. Buruh marah, mahasiswa terbangun, umat Islam siap siaga. Langkah pun sudah dimulai bersama. Ada tiga hal yang menjadi fenomena menarik dari sikap…

Pompeo Bikin Ketar-Ketir Joko

Oleh: M Rizal Fadillah Rencana kunjungan Menlu AS Mike Pompeo ke Indonesia seperti kunjungan biasa dalam hubungan bilateral. Tetapi nampaknya tidak sesederhana itu. Ada misi dan pesan strategis yang dibawa dan harus dibaca. Pada sudut ekstrim selayaknya Presiden Jokowi dibuat ketar ketir. Ketarnya, berkaitan dengan "warning" peningkatan kekuatan armada perang AS di Laut Cina Selatan…

Gus Nur Ditangkap, Hukum Main Suka-Suka Penguasa

GUS NUR DITANGKAP, HUKUM MAKIN SUKA-SUKA PENGUASA Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H. Advokat Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, pada Jum'at (24/10) dini hari, dikabarkan ditangkap penyidik Ditsiber Mabes Polri. Pasal klasik tentang Penyebaran Kebencian dan Bermusuhan berdasarkan SARA dan Pencemaran nama baik berbasis ITE, menjadi alasan penangkapan. Selain ketentuan pasal 28 ayat (2) Jo…

Mike Pompeo Datang dan Dubes Baru AS, Ada Apa?

Oleh: MN Lapong Tensi politk tanah air bakal memanas? Setelah kunjungan Prabowo ke AS sukses bertemu dengan Menhan AS Mark T Esper di Pentagon. Dibalas kontan dengan kehadiran Dubes AS baru untuk Indonesia Sun Yong Kin dan rencana kehadiran Menlu Mike Pompeo. Sejalan  politik ofensif Global AS menghadapi Cina Komunis, seperti yang dilangsir  Mike Pompeye…

Jalan Tengah!

7 (tujuh) bulan lebih, setelah kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia, penyebaran virus ini terus meluas dan memakan banyak korban sehingga menyita begitu banyak perhatian dan konsentrasi Pemerintah. Gejolak politik akhir-akhir ini yang memicu aksi unjuk rasa secara merata di berbagai wilayah di Indonesia, turut memicu penambahan kasus positif Covid-19, yang saat ini sebanyak ±…

Jumhur Hidayat & Syahganda Nainggolam, Tokoh Pergerakan Indonesia

Oleh: MHR Shikka Songge (Peneliti Politik dan Sosial Keagamaan CIDES, Presiden Pergerakan Muballigh Indonesia (PMI) Moh Jumhur Hidayat dan Dr. Syahganda Nainggolan, adalah dua figur sahabat Pergerakan Mahasiswa Indonesia. Keduanya memulai langkah pergerakan dari kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) sejak tahun 1980-an. Sebagai anak muda visioner dan progresif, keduanya turut mencatat rekord yang membanggakan di…

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Oleh: M Rizal Fadillah Dulu PKI menyebut santri atau aktivis Islam sebagai Kadal Gurun (Kadrun). Mengarah pada sisi kearab-araban baik dari sisi pakaian maupun identitas lainnya. Memang musuh PKI adalah kekuatan agama karena bagi faham dan gerakannya agama itu adalah candu. Sebagai gerakan tanpa moral, PKI menghalalkan segala cara. Sebutan Kadrun ternyata melembaga juga saat…

Sebagian Besar Rakyat Mulai Sadar

Abdurrahman Syebubakar Ketua Dewan Pengurus IDe "You can fool some of the people all of the time, and all of the people some of the time, but you can not fool all of the people all of the time" (Abraham Lincoln, Presiden AS Ke-16, 1861-1865). Setelah terbius selama 6 tahun, alhamdulillah sebagian besar rakyat mulai…

Polri & Penyalahgunaan Wewenang Penyidikan

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.Advokat, Aktivis Pejuang Khilafah Publik menyangsikan tindakan kepolisian yang menangkap dan menahan Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Anton Permana dkk, sebagai tindakan yang murni bertujuan menegakkan hukum. Sebab, langkah itu tidak dilakukan secara equal pada tindakan serupa atau yang lebih berat jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan,…

Beternak Kegaduhan

Oleh: Dr. M. Kapitra Ampera, SH., MH.Di Negara demokrasi seperti Indonesia, memang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpendapat, berpolitik, dan bebas untuk mengkoreksi serta mengkritisi jalannya pemerintahan. Hal ini baik bagi perlindungan hak masyarakat dan jalannya pemerintahan, namun sayangnya kebebasan dalam demokrasi itu dijadikan alat politik kekuasaan yang agitatif dan destruktif bagi sekelompok masyarakat…

Anak STM Diancam? Siapa Takut!

Oleh : Ahmad KhozinudinSastrawan Politik Pejuang garis depan kita dari STM nampaknya terus mendapatkan fitnah. Dari fitnah tak tahu apa-apa terkait UU Cipta Kerja hingga tudingan menerima bayaran 50 ribu perak. Semua tuduhan bertujuan untuk mendelegitimasi perjuangan dan merontokkan moral pejuang STM. Berbagai kasus penangkapan dan pemenjaraan anak STM diungkap. Agar anak STM ciut nyali,…

Menanti Munculnya Generasi Abu Dzar – Abu Dzar Masa Kini

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial Dirasakan atau tidak, sekaligus disadari atau tidak, terasa menyesakkan dalam kehidupan keseharian kita saat ini tindak kezaliman telah kasat mata. Lebih parahnya lagi para pemangku kebijakan negeri, alih-alih berupaya mencegah sekaligus menegakkan hukum malah indikasinya telah buta, tuli dan bisu terhadap kezaliman yang terjadi. Merasakan kondisi merebaknya kezaliman…

Balada Bebek Dalam Kehidupan

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial Berbicara tentang Bebek, tentu sebagian besar dari kita telah mengenal keberadaan dan karakter hewan unggas yang satu ini. Bebek, dalam ranah kehidupan berkoloninya telah mengajarkan kepada kita tentang keteraturan dan kedisiplinan yang tinggi soal budaya antri. Selain itu, bebek telah mengajarkan kepada kita pula tentang makna selektifitas makanan…

Ojo Tinggal Glanggang Colong Playu

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial Dalam khasanah bahasa Jawa ada "pitutur" atau "nasihat" yang bijak menyatakan: "Ojo Tinggal Glanggang Colong Playu" (Jangan Meninggalkan Posisi dan Lari Meninggalkan Tanggung Jawab). Pitutur atau nasihat ini sangat relevan dengan kondisi negeri kita saat ini. Kita lihat dan merasakan sehari setelah disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi UU…