Kubu Prabowo antek asing karena meminta pemantau asing untuk mengawasi Pemilu 2019. Demikian dikatakan Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (21/3/2019). Menurut Sulaksono, kehadiran pemantau asing di Pemilu 2019 bisa merugikan Bangsa Indonesia. "Semua harus percaya kepada penyelenggara pemilu dan rakyatnya sendiri," ujarnya. Kata Sulaksono, kubu Prabowo ingin mendeskreditkan…

Rezim Joko Widodo (Jokowi) fasis dan otoriter karena akan menggunakan UU Terorisme untuk menjerat kasus hoaks. "Rezim Jokowi melalui Menkopulhukam akan menggunakan UU Terorisme dalam mengatasi hoaks. Itu sama saja Rezim Jokowi fasis dan otoriter," kata Pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Kamis (21/3/2019). Menurut Muslim, penggunaan UU Terorisme dalam menjerat kasus hoaks untuk menakut-nakuti…

Tradisi NU seperti tahlilan, peringatan hari kematian, maulidan bisa terancam jika Joko Widodo (Jokowi) kalah di Pilpres 2019. Demikian dikatakan Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (21/3/2019). Menurut Nur Khalim, kubu yang antitradisi NU berada di paslon 02. "Kelompok Wahabi berada di kubu Prabowo-Sandi," ungkap Nur Khalim. Kata Nur Khalim, selama…

Oleh: Miftah H. Yusufpati Wartawan Senior KINI publik mulai menyadari mengapa partai pendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokma) saling tanduk. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ceker-cekeran dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar saling curiga dengan Partai Nasdem, sedangkan PDIP saling lempar dengan PSI. Mereka seolah-olah tidak mengenal lagi siapa kawan siapa…

Survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas Rabu (20/3) terkait elektabilitas pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden jelang Pilpres 17 April 2019, ternyata mendapat tanggapan dari banyak kalangan. Meski banyak yang kontra, khususnya dari pendukung tim pemenangan pasangan Capres 01 (Jokowi-Ma'ruf), namun tak sedikit yang mengapresiasi survei Litbang Kompas kali ini sebagai kembalinya Kompas dalam rel yang sebenarnya.…

Seseorang atau kelompok yang memproduksi dan menyebarkan hoaks bisa dikenai UU Terorisme. Hoaks merupakan teror dan bisa menyebabkan hancurnya bangsa Indonesia. "Saya kira (hoaks) ini teror, meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, ya kita hadapi sebagai ancaman teror," kata Menko Polhukam Wiranto usai Rakor Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu…

Ketua DPD II Golkar Luwu Timur Thoriq Husler, bertekad untuk memenangkan Partai Golkar di wilayahnya pada Pemilihan Umum 17 April mendatang. Menurut Husler, sebagai Ketua Golkar di Luwu Timur, ia merasa berkewajiban memenangkan Golkar dan memenangkan caleg-caleg Golkar yang sedang berkompetisi di Pilcaleg 2019. "Saat ini ada beberapa kader Golkar yang bertarung di Pilcaleg baik…

Gelar bapak pembangunan desa untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih baik dibatalkan karena bentuk penipuan terhadap rakyat. "Gelar raja pembangunan desa buat Pak Jokowi lebih baik dibatalkan, bukan hanya itu penipuan karena soal belum pantas bergelar," kata politikus Demokrat Andi Arief di akun Twitter-nya @AndiArief_. Kata Andi, pemberian gelar raja pembangunan desa untuk Jokowi sebagai…

Joko Widodo (Jokowi) terlihat panik dengan hasil survei yang menyebut elektabilitas petahana stagnan. Kepanikan Jokowi terlihat adanya pelibatan PNS maupun kepala daerah mendukung paslon 01. Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Maksum dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (20/3/2019). Menurut Achsin, kepanikan Jokowi juga terlihat Paspampres yang menurunkan acungan dua jari dari rakyat saat bertemu presiden.…

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir meyakini Romy berperan sebagai calo terkait pengisian jabatan karena tidak memiliki wewenang apa pun di Kemenag. Artinya, ada pihak-pihak yang membantu Romahurmuziy (Romy) di Kemenag guna melancarkan proses jual-beli jabatan tersebut. Pihak yang paling memungkinkan, kata Mudzakir, yakni Menag, Sekjen, dan Kabiro Kepegawaian. "Temuan uang di…

Kelompok Islam radikal yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berada di kubu Prabowo Subianto. "Kelompok radikal itu ada di 02 (Prabowo-red)," kata Ketua Umum KH Said Aqil Siradj dalam wawancara dengan Najwa Shihab. Kiai Said juga mengatakan, NU punya komitmen Islam yang akan kita perjuangkan selamanya Islam Wasatiyah atau Islam moderat. "Maka NU akan…

Pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto yang akan mengembalikan Hak Guna Usaha (HGU) lahan yang ada padanya sepuluh hari setelah dilantik menjadi presiden RI, mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Bahkan rakyat memuji pernyataan Prabowo itu sebagai sikap seorang negarawan sejati. Pernyataan Prabowo yang disampaikan di hadapan relawan Prabowo – Sandi di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia…

Mantan Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli sangat prihatin terhadap sikap Mahfud MD yang menganggap murah dana Apel Kebangsaan Rp 18 miliar sehari dari APBD Pemprov Jawa Tengah. "Mas Mahfud,, apa iya ngomong kaya ini ?? Klo betul, prihatin 🙏🙏," kata Rizal di akun Twitter-nya @RamliRizal. Sebelumnya, Mahfud MD mengatakan murah acara Apel Kebangsaan yang menelan…

Koalisi Jokowi di ambang kehancuran setelah terjadi keributan antara PPP dengan PKB terkait kasus jual beli jabatan yang dilakukan Romahurmuziy (Romi). Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Senin (18/3/2019). "PPP tidak terima PKB yang menyebut kelakuan Romi musuh Islam. Dan PPP menyebut PKB punya kasus kardus durian yang melibatkan Cak Imin,"…

Mahfud MD sangat disayangkan hadir di Apel Kebangsaan yang dananya diambil dari APBD Pemprov Jawa Tengah Rp18 miliar sehari "Wah tertipu saya, ternyata Prof @mohmahfudmd hadir di acara penghamburan uang negara. Pujian saya dicabut," kata politikus Partai Demokrat Andi Arief di akun Facebook-nya @AndiArief_. Mahfud MD pun menjelaskan perihal acara Apel Merah Putih yang dihadirinya…