Militansi makin kuat mengalahkan penguasa di Pilpres 2019 setelah peristiwa aparat kepolisian mempersulit tabligh akbar di Solo. "Kalau tabligh akbar di Solo dipersulit justru makin militan untuk mengalahkan penguasa di Pilpres 2019," kata aktivis Malari 74 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Senin (14/1/2019). Menurut Salim, dalam teori sosial dalam gerakan sosial atau protes makin ditekan justru…

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP el) pada warga Lamongan yang saat menjadi warga binaan di Lapas Kelas II B Kabupaten Lamongan. Hal tersebut dilakukan agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Mendatang. “Agar warga binaan lapas yang sudah memiliki hak politik dapat melaksanaan hak…

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya diduga melakukan mark up dalam pembangunan LRT sehingga memunculkan kemarahan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). "LRT biaya normalnya Rp 40 miliar/km, dimark up 1200 persen menjadi Rp 5000 miliar/km. ngempang banyak si Budi Karya," kata politikus Partai Berkarya Djoko Edhie Abdurrahman di akun Twitter-0nya @jokoedy6 Sebelumnya, JK mengkritik pembangunan kereta…

Seorang oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Kendari, Sulawesi Tenggara bernama Jusman mengaku sebagai anggota Marinir. Jusman berhasil diamankan Kopda Mar Zaefudin anggota Yonmarhanlan V Surabaya, Sabtu (12/1/2019). Dikutip dari kabartoday, kejadian ini berawal pukul pukul 14.00 Wita, diakui Kopda Mar Zaefudin ada seseorang yang mengaku bernama Jusman naik kapal pelni KM Ciremai dari…

Joko Widodo (Jokowi) selaku presiden mempunyai Sikap ambivalen dan suka Mengorbankan bawahannya seperti dengan mudah mengubah peraturan dengan alasan belum membaca sebelumnya. Demikian dikatakan Koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat di akun Facebook-nya. "Ambivalensi terlihat Jokowi teken PP Nomor 46/2015 soal Proram Jaminan Hari Tua (JHT). Peraturan ini kemudian direvisi, setelah kalangan pekerja memprotes…

Prabowo Subianto lebih baik mengibarkan bendera putih karena antusias rakyat Indonesia untuk memilih kembali Jokowi menjadi presiden sangat tinggi. Demikian dikatakan Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo dalam pernyataan kepada suaranasional, Senin (14/1/2019). Menurut Sulaksono, berdasarkan data berbagai survei menunjukkan Jokowi selalu unggul telak dengan Prabowo. "Belum lagi dalam setiap kali kunjungan ke daerah…

Joko Widodo (Jokowi) bergaya Orde Baru (Orba) dengan menyebut untuk menjadi seorang presiden di Indonesia harus punya pengalaman sebagai presiden. "Kalau untuk menjadi presiden Indonesia harus punya pengalaman, itu narasi yang dikembangkan Orba dan bergaya raja," kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Senin (14/1/2019). Menurut Muslim, Jokowi lupa Soekarno menjadi presiden belum pernah menjadi…

Massa yang mengklaim alumni Universitas Indonesia (UI) mendukung Joko Widodo (Jokowi) hanya pasukan nasi bungkus. "Massa yang sudah diberi nasi bungkus," kata aktivis dan alumni UI Hidayat Matnoer dalam pernyataan kepada suaranasional, Sabtu (12/1/2019). Ia mengatakan, perilaku menghadirkan pasukan nasi bungkus yang dilabeli alumni UI sesuatu adalah ciri kerjaan para makelar demo. Kata Hidayat, massa…

Joko Widodo (Jokowi) sedang panik dengan pengerahan massa alumi Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan pada petahan di Pilpres 2019. Demikian dikatakan aktivis Malari 74 yang juga alumni UI Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Sabtu (12/1/2019). Menurut Salim, pengerahan masa alumni UI abal-abal menandakan dukungan Jokowi hanya semua. "Pengerahan massa bayaran yang dikasih kaus alumni UI," jelas…

Ribuan massa yang mengatasnamakan alumni Universitas Indonesia (UI) menyatakan dukungan terhadap Jokowi menjabat dua periode. Acara ini dilaksanakan di Kompleks Gelora Bung Karno pada sore ini, Sabtu, (13/1/2019) dan dihadiri langsung Presiden Jokowi. Massa memakai kaos kuning dengan tulisan yang menyatakan alumni UI dukung Jokowi. Namun suaranasional mendapati beberapa massa yang ikut acara tersebut bukan…

Pengguna media sosial atau biasa disebut warganet menagih janji Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang akan mencium kaki Fahri Hamzah terkait biaya pembangunan LRT. Warganet meminta Luhut mencium kaki Fahri setelah Jusuf Kalla (JK) marah biaya pembangunan LRT sangat mahal di mana 1 kilometer Rp500 miliar. Sebelum JK marah terkait biaya pembangunan LRT, pada 26…

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan (KPU Lamongan) membutuhkan sebanyak 55 anggota relawan demokrasi untuk pemilu 2019. Fathur Rahman, Komisioner KPU Divisi Parmas dan SDM menjelaskan, 55 orang relawan demokrasi tersebut meliputi basis keluarga, basis pemilih pemula, basis pemilih muda, basis pemilih perempuan, basis penyandang disabilitas, basis kebutuhan khusus, basis kaum marjinal, basis komunitas, basis keagamaan,…

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen menyindir cawapres KH Ma'ruf Amin yang menyebut oon yang masih percaya hoaks. "Oon bgt bpk inj percaya esemka," kata Ferdinand di akun Twitter-nya @Ferdinand_Haean. Ferdinand menyatakan seperti itu mengomentari berita dari gelora news berjudul "Ma'ruf Amin: Yang Masih Percaya Hoaks Berarti Oon". Kiai Ma'ruf Amin meminta pendukungnya untuk menangkal berbagai…

GP Ansor sedang memainkan dan jualan isu radikal untuk menyerang Prabowo Subianto dengan menyebut kelompok radikal menginduk satu capres. "Pernyataan Yaqut dengan menyebut kelompok radikal menginduk satu capres, arahnya untuk menyerang Prabowo," kata pengamat politik Muslim kepada suaranasional, Sabtu (12/1/2019). Menurut Muslim, pendapat Yaqut itu untuk menakut-nakuti agar tidak memilih Prabowo karena bisa mengakibatkan munculnya…

GP Ansor yang menuding kelompok radikal menginduk satu capres mendapat langsung ulama kharismatik KH Luthfi Bashori. Melalui akun Facebook KH Luthfi Bashori langsung membalas dengan mengatakan, kelompok liberal dan komunis menginduk satu capres pula. "Ada pihak yang berasumsi bahwa seluruh kelompok radikal menginduk pada satu capres. Tentunya demikian dengan seluruh kelompok liberal dan komunis pasti…