Dandim 0812/Lamongan Silaturahmi ke PCNU, Kedepankan Sikap Ksatria dan Semangat Perdamaian

Dalam upaya meredam polemik sekaligus mempererat hubungan silaturahmi, Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan, Selasa (20/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi langkah pendekatan dan komunikasi yang penuh keakraban menyusul peristiwa yang sempat viral di masyarakat, yakni dugaan tindakan penganiayaan yang melibatkan anggotanya terhadap M. Munir Thowil, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Kedatangan Dandim disambut langsung oleh KH Syahrul Munir, atau yang akrab disapa Gus Syahrul. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, dengan semangat membangun komunikasi yang baik serta menjaga hubungan harmonis antara keluarga besar TNI dan Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama, warga Nahdliyin, jajaran PCNU Lamongan, khususnya kepada M. Munir Thowil beserta keluarga, atas peristiwa yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sikap tersebut menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Dandim juga menegaskan bahwa persoalan yang terjadi akan ditangani secara serius sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:  PLN, Tambang Kapur, dan Upaya Menegakkan Zona Aman Ketenagalistrikan di Gresik-Lamongan

Ia menyampaikan komitmennya untuk tetap mengedepankan proses hukum dan melakukan langkah pembinaan terhadap anggota yang bersangkutan, disertai tindakan tegas sesuai aturan apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Menurutnya, profesionalisme prajurit tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui sikap bertanggung jawab, menghormati hukum, serta menjaga kondusivitas di tengah kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, KH Syahrul Munir mewakili keluarga besar PCNU Lamongan menyambut baik iktikad silaturahmi dan permohonan maaf yang disampaikan Dandim. Ia mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam menyikapi persoalan serta upaya membangun kembali suasana yang lebih sejuk dan kondusif.

Meski demikian, Gus Syahrul menegaskan bahwa penerimaan permohonan maaf tidak berarti menghentikan proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap seluruh tahapan penanganan perkara tetap dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga keadilan bagi semua pihak tetap terjaga.

“Kami mengapresiasi sikap ksatria Pak Dandim yang telah datang bersilaturahmi dan menyampaikan permohonan maaf. Ini merupakan langkah baik untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan menciptakan suasana yang lebih kondusif. Namun, proses hukum tetap harus berjalan sebagaimana mestinya,” demikian inti sikap yang disampaikan Gus Syahrul dalam pertemuan tersebut.

Baca juga:  Mulyadi Terpilih Jadi Kepala Dusun Duri, Ujian Penyaringan Perangkat Desa Dumpiagung Lamongan Berjalan Kondusif

Ia juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar setiap persoalan dapat disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi, serta tetap menghormati proses hukum. Menurutnya, semangat kekeluargaan perlu terus dijaga tanpa mengesampingkan prinsip keadilan dan tanggung jawab.

Hubungan antara TNI dan Nahdlatul Ulama, lanjutnya, merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap persoalan diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, bukan memperlebar jarak antarelemen bangsa.

Pertemuan silaturahmi tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk mencairkan suasana, merawat persaudaraan, dan membuka ruang komunikasi yang lebih baik di tengah masyarakat Lamongan.

Pada akhirnya, perdamaian bukan sekadar tentang saling memaafkan, melainkan juga kesediaan untuk bertanggung jawab, menghormati keadilan, dan menjadikan setiap peristiwa sebagai pembelajaran bersama.

Dengan semangat persaudaraan dan keterbukaan, diharapkan hubungan baik antara TNI, PCNU, serta masyarakat Lamongan tetap terjaga, sehingga suasana aman, damai, dan harmonis dapat terus diwujudkan.

Pewarta: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google News