Purbaya Yudhi Sadewa Diprediksi Bakal Duduki Kursi Gubernur Bank Indonesia oleh Prabowo

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan diyakini bukanlah akhir dari kariernya di pemerintahan. Pendiri Great Institute yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Syahganda Nainggolan, memprediksi Presiden Prabowo Subianto berpeluang besar kembali memanggil Purbaya untuk mengemban posisi strategis baru, yakni sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Alasan Pencopotan dan Apresiasi Kinerja

Analisis tersebut disampaikan Syahganda dalam sebuah diskusi bersama jurnalis senior Darmawan Sepriyossa melalui Forum Keadilan TV. Menurutnya, pergeseran posisi Purbaya dari kursi Menteri Keuangan tidak didasari oleh rapor merah atau penilaian negatif dari kepala negara. Sebaliknya, Presiden Prabowo disebut sangat mengapresiasi berbagai pencapaian Purbaya selama kurang lebih satu tahun memimpin Kementerian Keuangan.

Baca juga:  Prabowo Terus Mencari Pembenaran

Syahganda menilai, keputusan pencopotan tersebut lebih condong sebagai langkah taktis dan pragmatis pemerintah dalam meredam dinamika serta ketidakpastian akibat manajemen konflik. Langkah agresif Purbaya dalam membongkar praktik kejahatan oligarki, menertibkan skandal pajak perusahaan besar, hingga sikap tegasnya menolak intervensi lembaga keuangan global disebut menjadi faktor di balik dinamika tersebut.

Potensi Penempatan di Bank Indonesia

Apabila Presiden Prabowo memberikan penawaran posisi baru, Syahganda berpandangan bahwa bank sentral atau Bank Indonesia merupakan institusi yang paling ideal dan selaras dengan rekam jejak serta kapabilitas Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan pasca-dinamika nasional tahun lalu, Purbaya memiliki pengalaman matang sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Latar belakang ini dinilai menjadi modal krusial dalam menghadapi berbagai tantangan sektor perbankan nasional di masa mendatang.

Baca juga:  Puan Unggah Foto Bersama Luhut, Beathor: Bahas Paslon Prabowo-Ganjar atau Ganjar-Prabowo

Karakter Teknokrat yang Fokus Kerja

Syahganda menambahkan, sektor perbankan Tanah Air masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, termasuk penanganan bank-bank yang membutuhkan pembenahan mendalam. Pengalaman panjang Purbaya di LPS membuatnya sangat memahami peta kondisi lembaga keuangan di Indonesia.

Selain itu, Purbaya dikenal sebagai sosok teknokrat murni yang fokus menuntaskan tugas institusional tanpa melakukan manuver politik demi kepentingan elektoral 2029. Karakter profesional ini diyakini membuat figur Purbaya akan dapat diterima dengan baik di lingkungan bank sentral.

Untuk saat ini, publik disarankan memberikan ruang bagi Purbaya untuk beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk politik, seiring dengan agenda evaluasi kabinet lanjutan yang kabarnya akan digulirkan oleh Presiden Prabowo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News