Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan tinggi Indonesia. Sebanyak enam ilmuwan IPB University sukses menembus daftar prestisius World’s Top 2% Scientists 2026. Pemeringkatan ilmiah tingkat dunia ini dipublikasikan oleh Stanford University bekerja sama dengan penerbit ilmiah ternama, Elsevier.
Pengakuan Internasional Bagi Akademisi IPB University
Capaian gemilang ini mendapat apresiasi hangat dari Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengakuan global terhadap kontribusi riset para akademisi dari institusinya.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pengingat penting bahwa karya ilmiah perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang laboratorium saja. Pengetahuan yang dihasilkan para peneliti harus dipublikasikan secara luas agar menjadi bagian dari diskusi ilmiah global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Daftar Ilmuwan IPB University Teratas di Dunia
Berikut adalah para peneliti hebat dari IPB University yang berhasil tercatat dalam daftar akademisi paling berpengaruh secara global:
1. Kategori Single-Year (Dampak Kinerja Satu Tahun)
Enam dosen IPB yang berhasil masuk dalam kategori dampak sitasi satu tahun terakhir adalah:
- Prof. Dr. Ir. Daniel Murdiyarso (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam / FMIPA)
- Prof. Dr. Anuraga Jayanegara (Fakultas Peternakan)
- Prof. Dr. Farah Fahma (Fakultas Teknik dan Teknologi)
- Prof. Dr. Julie Ekasari (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
- Prof. Dr. Irmanida Batubara (FMIPA)
- Prof. Dr. Mohamad Rafi (FMIPA)
2. Kategori Career-Long (Dampak Sepanjang Karier)
Tak hanya unggul dalam kriteria tahunan, dua peneliti IPB University juga sukses terpilih dalam kategori dampak sitasi sepanjang masa karier (career-long impact), yaitu:
- Prof. Dr. Ir. Daniel Murdiyarso (FMIPA)
- Prof. Dr. Anuraga Jayanegara (Fakultas Peternakan)
Standar dan Metrik Pemeringkatan World’s Top 2% Scientist
Daftar World’s Top 2% Scientist merupakan pangkalan data publik bereputasi tinggi yang diinisiasi oleh Prof. John P. A. Ioannidis dari Stanford University. Penilaian dilakukan menggunakan metrik sitasi terstandarisasi untuk meminimalkan bias dalam mengevaluasi pengaruh seorang peneliti.
Indikator utama yang dinilai meliputi h-index, penyesuaian kepengarangan bersama (co-authorship), posisi penulis dalam publikasi, serta skor komposit sitasi (c-score). Berdasarkan standar klasifikasi Science-Metrix, para ilmuwan dunia dikelompokkan ke dalam 22 bidang ilmu utama dan 174 sub-bidang riset spesifik, di mana peneliti yang terpilih adalah mereka yang berhasil masuk dalam jajaran 2 persen teratas di bidangnya.





