Mewujudkan kehidupan manusia di luar Bumi bukan lagi sekadar impian fiksi ilmiah. Salah satu tantangan terbesar yang harus diatasi para ilmuwan adalah menyediakan sumber pangan secara mandiri. Baru-baru ini, sebuah penelitian memberikan angin segar terkait potensi pertanian di Mars dan Bulan melalui bantuan organisme yang sangat familiar: jamur.
Tantangan Tanah Regolit di Mars dan Bulan
Lapisan permukaan Bulan dan Mars, yang dikenal sebagai regolit, sangat berbeda dengan tanah di Bumi. Regolit bersifat tandus, tidak memiliki bahan organik, serta bebas dari mikrobiota yang mendukung pertumbuhan tanaman. Tanpa adanya proses biologis, tanaman mustahil dapat tumbuh dengan subur di sana.
Selain kekurangan nutrisi, regolit memiliki tingkat keasaman (pH) yang cenderung basa. Kondisi ini membuat nutrisi penting seperti fosfor dan kalium sulit diserap oleh tanaman. Ditambah lagi, regolit mengandung kadar logam berbahaya seperti besi, aluminium, mangan, dan natrium yang berisiko meracuni tanaman, serta memiliki daya simpan air yang sangat rendah.
Jamur sebagai Solusi Bioteknologi Luar Angkasa
Guna mengatasi hambatan tersebut, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers menyoroti peran penting mikroorganisme, khususnya jamur mikoriza arbuskular (AMF) dan spesies Trichoderma. Penelitian ini memanfaatkan sampel simulasi regolit Bulan (LHS-1) dan Mars (MGS-1).
Jamur mikoriza telah lama dikenal dalam dunia pertanian Bumi sejak abad ke-19 karena kemampuannya bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman. Di lingkungan ekstrem luar angkasa, jamur ini bertindak sebagai perpanjangan akar mikroskopis yang mampu menunjang pertumbuhan vegetasi.
Manfaat Utama Jamur pada Media Regolit
Para ilmuwan menemukan bahwa pemanfaatan jenis jamur tertentu memberikan sejumlah keuntungan biologis, di antaranya:
- Mengurangi kadar logam beracun pada substrat regolit.
- Memobilisasi nutrisi penting agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman.
- Memiliki ketahanan alami terhadap radiasi tinggi dan kondisi kekeringan ekstrem.
- Memperbaiki struktur fisik dan kimia regolit secara perlahan agar lebih ramah bagi tanaman.
Harapan Baru untuk Kemandirian Pangan Astronaut
Kemampuan jamur untuk mengubah komposisi anorganik regolit menjadi lingkungan yang ramah bagi mikrobioma tanaman membuka peluang besar bagi keberlanjutan misi luar angkasa. Jika efektivitas jamur ini terbukti secara konsisten, ketergantungan pasokan pangan yang dikirim langsung dari Bumi dapat dipangkas secara signifikan.
Kendati menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa studi ini masih memerlukan tahapan pengujian lebih lanjut. Tantangan berikutnya adalah menguji langsung performa jamur tersebut pada sampel regolit asli dari Mars dan Bulan, bukan sekadar material simulasi.





