Di tengah tekanan musim kemarau yang membuat kebutuhan air bersih semakin mendesak, kepedulian sosial kembali hadir melalui aksi kemanusiaan di Desa Tlogorejo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.
Pada Kamis (8/10/2026), Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lamongan bersama Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMK Negeri 2 Lamongan menyalurkan 12.900 liter air bersih kepada masyarakat dan lingkungan pendidikan yang terdampak kekeringan.
Distribusi bantuan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.10 WIB. Air bersih tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan SDN Tlogorejo serta masyarakat Dusun Belok.
Di SDN Tlogorejo, bantuan diperuntukkan bagi 11 guru dan 80 siswa. Sementara di Dusun Belok, distribusi air menyasar sekitar 150 kepala keluarga atau 550 jiwa sebagai penerima manfaat.
Kehadiran bantuan tersebut tidak sekadar menjadi distribusi air dalam hitungan liter. Di tengah keterbatasan sumber air akibat kekeringan, setiap pasokan memiliki arti penting bagi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menunjang aktivitas pendidikan di sekolah.
Kegiatan ini juga memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam kerja-kerja kemanusiaan. PMR Unit SMKN 2 Lamongan turut mengambil bagian dalam kegiatan bersama Markas PMI Kabupaten Lamongan.
Bantuan tersebut mendapat dukungan dari PMR Unit SMKN 2 Lamongan yang berasal dari angkatan 9, 10, 12, 13, 14, dan 15.
Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa gerakan kemanusiaan tidak selalu hadir melalui langkah besar. Kepedulian dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan dan diwujudkan dalam aksi nyata ketika masyarakat membutuhkan.
Semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah Siamo Tutti Fratelli kita semua bersaudara. Sebuah pesan sederhana yang menemukan maknanya dalam tindakan: ketika kebutuhan dasar masyarakat terancam oleh kekeringan, kepedulian menjadi jembatan yang menghubungkan satu dengan lainnya.
Penyaluran air bersih di Tlogorejo sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga kemanusiaan, dunia pendidikan dan masyarakat dalam merespons dampak kekeringan.
Bagi warga Dusun Belok dan keluarga besar SDN Tlogorejo, 12.900 liter air yang tiba pada hari itu bukan sekadar angka. Ia menjadi bagian dari upaya menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau yang belum sepenuhnya berakhir.
Pewarta Hadi Hoy





