Tentara Teroris Israel Memang Pengecut

Olehh : Memet Hakim, Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI

Mengikuti perkembangan gencatan senjata antara Israel dan Hamas memang menarik. Ada 2 perbedaan watak atau mungkin bisa disebut budaya yang sangat ekstrim diantara kedua kelompok ini. Hamas merupakan partai dengan sayap milisi Islam yang memegang teguh al Qur’an, memiliki adab Islami dan pelindung anak-anak wanita dan anak-anak melawan Israel sang penjajah yang tidak memiliki dasar agama kuat, pembunuh dan penyiksa anak-anak, Wanita dan orang tua.

Jadi perbedaannya sangat jelas.
“Tujuan perang Israel adalah, menghabiskan Hamas” bukan mengalahkan Hamas untuk melanjutkan penjajahan atas bangsa Palestina, akan tetapi yang dibunuh dan dihancurkan adalah adalah tentara Israel dan orang Israel yang disandera Hamas dan anak-anak, wanita dan orang tua bangsa Palestina (genosida).

Tentu saja ini merupakan kejahatan perang dan politik, seharusnya ada yang melaporkannya ke Mahlamah Internasional. “Tentara Israel termasuk pasukan elitenya memang kualifikasinya untuk menghadapi orang yang tidak bersenjata, anak-anak, wanita dan orang tua”, mereka tidak siap bertempur dengan milisi sekalipun. Tidak heran jika banyak tentara regularpun tidak mau dikirim ke lapangan pertempuran lagi. Memang Tentara Israel ini pengecut, Namanya hanya dibesarkan oleh media Barat saja.

Baca juga:  Zionis Israel: Melupakan Sejarah

Bagi Hamas, tujuan perang ini adalah mulia yakni untuk memperoleh kemerdekaan negara Palestina dan bangsanya sendiri. Fakta dilapangan memang Hamas menghancurkan tank, kendaraan lapis baja dan helicopter Israel serta tentara Israel. Roket jarak jauh yang di lepaskan arahnya ke sasaran militer Israel.

Orang Palestina yang ditahan oleh Israel diperlakukan tidak baik dari mulai disiksa, makan kurang dan minum air kotor. Orang Israel yang ditahan oleh Palestina mendapat perlakuan yang baik, seperti tamu saja layaknya, apalagi terhadap para orang tua, anak-anak dan wanita. Berita dari Israel selalu disaring terlebih dahulu, artinya ada yang disembunyikan, sedang dari Hamas boleh langsung diberitakan. Menurut CNBC Indonesia, 22 November 2023 setidaknya ada 53 jurnalis tewas, diantaranya jurnalis Palestina sebanyak 46 orang, yang pasti bukan tewas oleh Hamas. Jika Kepolisian RI mau belajar dari milisi Hamas tentang adab dan perlakukan terhadap tahanan, tentu akan jauh lebih baik hasil dan citranya, dibandingkan belajar ke RRC, Amerika maupun Australia.

Baca juga:  Hamas Unggul, Palestina Merdeka

Banyak pertanyaan mengapa Amerika, Inggris membantu Israel, padahal mereka tahu bagaimana bejad dan kejamnya pemerintah Israel ini. Negara Jerman yang dahulu dikenal pembantai bangsa Yahudi, sekarang justru membantu Israel. Arab Saudi, Perancis dan Kanada rupanya sudah mulai muak dengan kebiadaban Israel ini sehingga mulai bergerser. “Tidakkah mereka ini mengerti bahwa kemerdekaan itu adalah hak semua bangsa ?”
Bandung, 26.11.2023


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *