_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/1d1c0a62f473044d47f0092cf539408c-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 24 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Utang Menumpuk & Daya Beli Turun, Aktivis Malari 1974: Rezim Jokowi Kritis

Utang Menumpuk & Daya Beli Turun, Aktivis Malari 1974: Rezim Jokowi Kritis

Salim Hutadjulu (IST)

Salim Hutadjulu (IST)

Saat ini Rezim Joko Widodo (Jokowi) dalam kondisi kritis di mana utang menumpuk dan daya beli masyarakat menurun.

“Ibarat orang sakit, Rezim Jokowi kondisinya kritis, masuk ICU dan hanya doa dan kekuatan maha kuasa bisa menyelamatkannya,” kata aktivis Malari 1974, Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (22/8).

Kata tahanan politik era Soeharto, utang ke lembaga donor atau negara asing tentunya ada jaminannya. “Bisa jadi jaminannya wilayah yang ada di Indonesia. Jika tidak bisa membayar, wilayah Indonesia bisa lepas dari NKRI,” kata Salim.

Menurut Salim, anak cucu harus menanggung utang Rezim Jokowi yang menggunung. “Rakyat makin menjerit, di saat pendapatan tidak ada kenaikan dan harus menanggung utang negara,” papar Salim.

Selain itu, saat ini Rezim Jokowi menekan rakyat melalui berbagai pajak yang membebani. “Sampai kalangan mahasiswa harus dikenai pajak. Ini sudah keterlaluan,” pungkas Salim.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum