Dosen UI Pendukung Jokowi Ini Tegaskan Al Quran tak Haramkan Lesbian

Ade Armando (IST)
Ade Armando (IST)

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando membuat pernyataan kontroversi bahwa bahwa Al Quran tidak pernah mengharamkan lesbian.

“Mereka yang ngotot bilang Al Quran mengharamkan gay, seharusnya juga jujur bilang Quran tidak pernah mengharamkan lesbian,” ungkap Ade di akun Twitter-nya @adearmando1.

Selain itu, loyalis Presiden Jokowi ini mengatakan, bahwa Allah tidak mengutuk gay dan lesbian karena orientasi seksual seperti itu ciptaan Allah.

“Karena saya percaya orientasi seksual diciptakan Allah, saya percaya Allah tidak mengutuk kaum gay dan lesbian,” ungkapnya.

Baca juga:  2 Orang Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Baca Shalawat Ini Agar Terlindung dari Penyakit

2 comments

  1. QS.An-Nisa[4]:15> “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zinah), hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya”.

  2. Tentu saja si ade bilang gitu, kan ilmu nya juga cuma sampe disitu. Bagi yang paham tolong dijelaskan ke dia, supaya dia ADE yang dosen tidak mengumbar kata-kata sebodoh itu.
    Tapi mohon berita ini dicari sumbernya yang paling tepat dan benar, supayatidak terjadi fitnah.
    Kalo dia bukan Muslim, ya diberi info yang baik. Supaya dia tidak bersikap bodohseperti itu lagi dalam berbagai hal. Kalo dia Muslim, aduh segera bertobat ya bang ade? sering ngaji Qur’an biar tau yang sebenarnya.
    Yang namanya haram atau di haram kan, atau dilarang, tidak harus dalam kalimatnya ada kata HARAM. Misal kan “kalimat jauhi perbuatan zina”. Nah ini menandakan : mendekati saja tidak boleh, apalagi berbuat zina, ya jelas tidak boleh”.
    Coba mana ada kata haram. Tapi sungguh bodoh bila seseorang menelan mentah pernyataan “jauhi zina” malah membolehkan LGBT. Semua sifat LGBT kan termasuk zina. Ah ck… ck… ck… kok hanya sampai segitu pemikirannya.
    Dia memakai tafsir apa coba?
    Sungguh sayang sekali, profesi sekelas dosen UI, melontarkan pernyataan yang sebodoh itu.

Comments are closed.