Ramadhan Jadi Kekuatan Penghimpunan di Lembaga Zakat

Ramadhan merupakan momentum bagi lembaga zakat untuk melakukan penghimpunan. Nilai penghimpunan selama Ramadhan bisa setara dalam satu tahun.

“Dalam jangka pendek di Ramadhan menjadi kekuatan penghimpunan bagi lembaga zakat. Bahkan dalam Ramadhan nilai penghimpunan bisa setara dalam setahun,” kata Direktur Akademizi Nana Sudiana di acara expert talk bertemakan “Strategi Mendesain Program Unggulan Ramadhan”, Kamis (22/2/2024).

Dari beberapa lembaga zakat selama Ramadhan bisa mencapai 10 sampai 12 kali setiap penghimpunan dana. “Lembaga zakat harus mempunyai target misalnya Rp5 miliar dalam penghimpunan regular. Maka penghimpunan Ramadhan harus mencapai target Rp50 miliar agar lembaga lembaga zakat bisa optimal,” tegasnya.

Dana yang terhimpun selama Ramadhan, kata Nana secara jangka menengah membuat program yang telah dibiayai lembaga bisa bertahan. “Program kesehatan bisa diperpanjang bahkan bisa dibuat dibuat di beberapa tempat,” ungkapnya.

Baca juga:  Direktur Akademizi Berikan Coaching ke LAZ UCare Indonesia

Kata Nana, secara jangka panjang, dana yang terhimpun selama Ramadhan membuat lembaga bisa bertahan. “Membiayai kebutuhan operasional dan penguatan lembaga,” papar Nana.

Dana yang terhimpun selama Ramadhan bisa digunakan untuk kemajuan umat seperti membangun pesantren, membiayai pendidikan warga yang tidak mampu, membuat rumah jumpo dan sebagainya.

Selain itu, Nana mengungkapkan beberapa tantangan dalam menjalankan berbagai program selama Ramadhan oleh lembaga zakat. Pertama, dana untuk program Ramadhan berbasis penghimpunan harus sesuai donatur. “Masalahnya, kalau dana sesuai permintaan yang sama dari donatur padahal ada program lainnya yang juga membutuhkan misal kesehatan, pendidikan,” paparnya.

Baca juga:  PAC GP Ansor Glagah Lamongan Mengkader Para Pemuda sebagai Pelopor Kejayaan NU & NKRI

Kedua, banyak lembaga zakat yang sama dalam menggalang dana di Ramadhan. melalui online dan offline menggalang dana. Ketiga, SDM terbatas untuk meng-cover semua program yang dijalankan. Belum lagi aspek kendaraan yang terbatas. Lembaga zakat harus realitis keberadaan SDM dalam membicarakan program.

Ketiga, hampir semua program Ramadhan jenis dan sasarannya seragam. Misalnya beasiswa, capasitas building calon mahasiswa, bantuan untuk penghafal Alquran,” jelasnya.

Keempat, laporan cepat, akurat sesuai permintaan muzaki “Kelima, aspek waktu yang terbatas karena dibatasi aturan fikih misalnya zakat fitrah,” pungkasnya.