by

Ade Armando Sebut Prof Mahfud MD Asal Bacot Soal LGBT

Ade Armando (IST)

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai Prof Mahfud MD tidak menggunakan data ketika berbicara masalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

“Saya mengkritisi pernyataan Pak Mahfud MD itu yang menuduh ada banyak dana masuk untuk kampanye LGBT di Indonesia. Itu datanya darimana,” ujar Ade Armando dalam salah satu diskusi Penilaian Publik Nasional tentang LGBT, Kamis (24/1/2018).

Ia berharap ada data yang bisa dipublikasikan ke masyarakat soal pernyataan tersebut, agar tidak hanya sebatas tuduhan. Pembuktian ini penting agar masyarakat tetap melihat objektif persoalan LGBT yang kini kembali hangat karena ada perluasan pidana di Rancangan Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP) di DPR.

Baca juga:  Naikkan Iuran BPJS, Bukti tak Jelasnya Kartu Indonesia Sehat Jokowi

“Marilah netral marilah objektif dan gunakan data. Ini penting untuk menjadi tradisi bicara atas dasar data menjadi sesuatu yang mainstream di Indonesia,” katanya.

Ade memandang persoalan penolakan besar-besaran LGBT di Indonesia ini karena banyak mereka yang berbicara tidak sesuai fakta dan data yang ada. Sehingga banyak praduga yang tidak tepat dialamatkan kepada pelaku LGBT, khususnya dalam upaya perluasan delik pidana dalam rancangan KUHP.

Dalam pemaparan Ade Armando, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting, yang dilakukan tiga kali pada 22-23 Maret 2016, 3-10 September 2017 dan 7-13 Desember 2017 mayoritas 57,7 persen menyatakan mereka dengan orientasi seksual LGBT punya hak hidup di Indonesia.

Baca juga:  Sebarkan Fitnah Zakir Naik, Tokoh Muhammadiyah Desak "Tolak Angin" tak Pakai Ernest Prakasa Bintang Iklan

Ade mengklaim dari total mereka yang mengetahui soal LGBT, mayoritas mereka yang disurvei 50 persen, memandang pemerintah wajib melindungi LGBT warga negara

loading...

Loading...

News Feed