_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/23/kh-luthfi-bashori-berpakain-islami-imannya-mancung-tinggalkan-pakaian-islami-pesek-imannya/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/23/kh-luthfi-bashori-berpakain-islami-imannya-mancung-tinggalkan-pakaian-islami-pesek-imannya/kh-luthfibashori/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 23 November 2017
Breaking News
Home > Politik > Biar tak Timbulkan Fitnah, KH Said PBNU Harus Sebut Pemberi Dana Aksi 299

Biar tak Timbulkan Fitnah, KH Said PBNU Harus Sebut Pemberi Dana Aksi 299

Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (IST)

Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (IST)

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj harus menyebut nama pemberi dana aksi 299 agar tidak memunculkan fitnah.

“Kalau menyebut ada pemberi dana dan tidak menyebut nama, berarti Kiai Said menyebarkan fitnah,” kata pemikir Islam, Muhammad Ibnu Masduki kepada suaranasional, Senin (2/10).

Menurut Ibnu Masduki, Kiai Said harus menyebutkan nama pemberi dana aksi 299. “Selama ini yang diketahui publik peserta aksi 299 datang sukarela dan tidak ada yang membiayai,” papar Ibnu Masduki.

Selain itu, pernyataan kontroversi Kiai Said, justru membuat NU makin terpuruk dan dijauhi umat. “Harusnya Kiai Said merangkul bukan memukul orang-orang yang berseberangan,” jelas Kiai Said.

KH Said Aqil Siradj menanggapi akan digelarnya aksi 299 untuk menolak Perppu Ormas dan menolak kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut Kiai Said, aksi yang akan digagas Alumni Aksi 212 itu pasti ada pihak-pihak yang mendanai.

“Orang aksi ya biar aja, mumpung ada yang danain lah. Mumpung ada yang ngongkosin,” ujarnya saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (27/9).

loading...
loading...


About Ibnu Maksum