Ustadz Khalid Basalamah Diusir, Rezim Jokowi Permalukan Raja Salman

Pembubaran pengajian Ustadz Khalid Basalamah oleh Banser (IST)
Pembubaran pengajian Ustadz Khalid Basalamah oleh Banser (IST)

Pengusiran Ustadz Khalid Basalamah oleh anggota ormas Islam tertentu di Sidoarjo, Jawa Timur menjadi bukti Rezim Jokowi telah mempermalukan Raja Salman.

Demikian dikatakan Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dalam pernyataan kepada suaranasional, Senin (6/3).

Kata Faizal, Ustadz Khalid Basalamah merupakan alumni Universitas Islam Madinah, Arab Saudi yang memiliki pandangan Islam beraliran Wahabi dan terkenal sangat anti hegemoni konglomerat aseng serta bahaya ajaran komunis.

“Namun aneka ceramahnya sering kali difitnah dan dituding bertujuan memecah persatuan umat Islam dan berbau radikalisme. Asbab itu membuat pihak Istana dan sejumlah tokoh NU gerah,” ungkap Faizal.

Ia mengatakan, Ketum PBNU, DR Said Aqil Siradj gencar melontarkan tudingan keras tentang bahaya ajaran Wahabi. Namun ironinya, rezim Jokowi justru bernafsu mengais bantuan ratusan triliun dari Kerajaan Saudi.

Menurut Faizal, ihwal gerakan anti Wahabi bahkan telah memicu propoganda anti Arab Saudi oleh loyalis rezim Jokowi secara masif pasca Pilpres 2014. Dan di waktu bersamaan PDIP dan Istana giat menjalin kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina (PKC).

“Singkatnya, ajaran Wahabi difitnah dan dibenci oleh ulama NU pembela rezim Jokowi, tapi lucunya Istana sangat berupaya merangkul Arab Saudi demi tujuan pragmatis,” jelas Faizal.

Di sisi lain, kata Faizal Rezim Jokowi sangat mengistimewakan konglomerat aseng dan PKC. Alhasil, kerjasama kedua pihak makin dicurigai sebagai upaya mempermulus kebangkitan PKI secara terselubung.

“Fakta menunjukan gerakan laten PKI yang terkonsolidasi sejak Pilpres 2014 dan kini kian meluas serta meresahkan rakyat, secara mencolok dibiarkan oleh rezim Jokowi,” papar Faizal.

Ia mengatakan, para ulama, tokoh aktivis dan kalangan mantan Jenderal TNI yang bersuara keras melawan kebangkitan PKI justru menuai kriminalisasi.

Namun soal aktivitas tokoh-tokoh Islam yang bersikap kritis, Istana dengan cepat mengarahkan aparat penegak hukum bertindak sporadis dan membabi-buta.

“Wajar bila rakyat makin “Haqqul Yaqin” bahwa rezim Jokowi merupakan bagian dari misi politik komunis untuk membelenggu sikap kritis elemen rakyat dan kalangan ulama yang anti PKI,” pungkas Faizal.

Baca juga:  Ketum GP Ansor: Profesor Salahkan Banser Kasus Khalid Basalamah, Sama Saja Halalkan Minyak Babi Cap Onta

1 comment

  1. Mereka telah terprovokasi oleh jargon syi’ah yg anti Arab dan selalu mengobarkan kebencian kepada ummat Islam ahlu sunnah dengan sebutan wahabi

Comments are closed.