_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/09/","Post":"https://suaranasional.com/2017/09/24/tokoh-nu-yogyakarta-nilai-isu-pki-dipolitisir/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/09/24/tokoh-nu-yogyakarta-nilai-isu-pki-dipolitisir/e4b1d290e7cc4dbb2a04d425131d8cda-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 24 September 2017
Breaking News
Home > Selebritis > Sakit Hati Perlakuan Ahok ke Kiai Ma’ruf, Artis Senior: Orang Betawi Kagak Usah Coblos Ahok

Sakit Hati Perlakuan Ahok ke Kiai Ma’ruf, Artis Senior: Orang Betawi Kagak Usah Coblos Ahok

Jaja Miharja

Jaja Miharja – Liputan6

Ikut menyambangi kantor MUI bersama GNPF MUI beserta ormas Islam lainnya pada Jumat (3/2/2017).

Seniman dan tokoh senior betawi, Jaja Mihardja mengatakan, kehadirannya ke MUI ini sebagai bentuk keprihatinan atas perlakuan terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin pada sidang Selasa lalu.

“Iya ayah kan orang Islam turut prihatin dong. Kalau sekarang ini soal pilkada harus dijaga hati-hati,” ucap Jaja di Gedung MUI, Cikini, Jakarta Pusat seperti kami kutip dari liputan6.

“Jadi kasarnya ini, kalau gua boleh ngomong. Gua sakit hati kalau kiai gua diginiin,” tegas dia.

Jaja mengungkapkan, dalam pertemuan GNPF MUI dengan pimpinan MUI tadi telah disepakati bahwa Ahok harus diproses hukum.

“Dia yang ngajarin gua ngaji kok, ngarti gak. Nah tadi hasil pertemuan silahturahmi dia (Ahok) mesti diproses,” paparnya.

Sebagai tokoh betawi, ia merekomendasikan agar warga DKI tidak usah pilih Ahok dalam Pilgub DKI 15 Februari 2017 mendatang. 

“Saya sebagai orang betawi, orang paling tua di betawi, mewakili betawi deh gak usah nusuk die (coblos Ahok),” pungkas Jaja.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum