_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/24/alumni-yaman-dugaan-kritikan-katib-aam-pbnu-ke-habib-umar-punya-tujuan-baik/1d1c0a62f473044d47f0092cf539408c-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 24 October 2017
Breaking News
Home > Inspirasi > Buat Aplikasi Pengoreksi Kesalahan Membaca Ayat Alquran, Dua Pelajar Ini Raih Juara

Buat Aplikasi Pengoreksi Kesalahan Membaca Ayat Alquran, Dua Pelajar Ini Raih Juara

Foto: detikINET/Imam Wahyudiyanta

Sungguh luar biasa melihat 2 pelajar kelas XI SMAN I Surabaya membuat aplikasi pengoreksi kesalahan membaca ayat Alquran. Karena masih banyak umat muslim di Indonesia yang belum paham membaca Alquran.

Ahmad Haidar Fakhrudin dan Habib Ihza Alamsyah ialah pembuatnya, diketahui aplikasi yang mereka buat bernama Aqra.

“Dalam sebuah artikel pernah disebutkan masih ada 54% umat muslim di Indonesia belum paham baca Alquran,” tutur Haidar seperti kami kutip dari detikINET, Minggu (18/9/2016).

Haidar mengatakan, Aplikasi Aqra mempunyai arti pandai membaca. Sesuai dengan artinya, kedua pelajar ini ingin aplikasi yang mereka buat bisa membantu seseorang membaca Alquran secara baik dan benar sesuai makhraj, tajwid, dan gharib nya.

Aplikasi Aqra saat ini sudah bisa diunduh di play store. Penggunaannya pun sangat mudah, dengan hanya menekan tombol ikon speaker pada layar ponsel, seseorang tinggal membaca saja ayat yang muncul pada layar. Bila membacanya benar, maka akan muncul kata benar. Dan jika membacanya masih belum benar, maka kata salah akan muncul dan silakan mengulanginya kembali hingga benar.

Awal ide pembuatan Aqra muncul sebulan lalu. Dan pembuatannya selesai dua minggu yang lalu. Dalam pembuatan aplikasi ini, Haidar berperan sebagai desainer sementara Habib berperan sebagai programmer.

“Kesulitannya di antaranya adalah cara menghilangkan pop up dan penempatan navigasi,” ungkap Habib.

Aqra, kata Habib, sempat diikutkan pada Darussalam Informatics and Robotics Competition yang diselenggarakan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo pada 13-15 September 2016 kemarin. Hasilnya, aplikasi yang masih terbilang baru ini berhasil juara I dalam kategori Islamic Apps Development Competition.

Juri dalam ajang tersebut memberikan catatan untuk Aqra agar bisa dikembangkan lebih lanjut. Catatan itu adalah pertama, karena Aqra masih menggunakan satu sumber dalam arti cara membaca. Padahal di Indonesia ada banyak cara membaca Alquran. 

Lalu untuk catatan kedua ialah menambah jumlah surat Alquran yang ada. Saat ini Aqra hanya mempunyai tiga surat yakni An Nas, Al Falaq, dan Al Ikhlash. Dan yang terakhir adalah penegasan bahwa Aqra diperuntukkan untuk latihan membaca Alquran, bukan belajar Alquran. Hal itu belum ditegaskan dalam aplikasi ini.

“Berdasarkan masukan juri, kami akan terus riset untuk mengembangkan Aqra ini,” ucap Habib.

Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMAN I Surabaya, Fajar Okto Briarto yang mengamati perkembangan kedua siswanya tersebut terus berusaha mensupport anak didiknya. Fajar tak ingin Haidar dan Habib berpuas diri, apalagi jalan di tempat. Fajar ingin mereka terus menciptakan karya lain.

“Kami terus memberi dukungan. Kami ingin apa yang mereka ciptakan saat ini dan nantinya bisa berguna untuk lainnya. Kami juga ingin mereka meningkatkan kemampuan dengan karya mereka yang lain,” pungkas Fajar.(dtk)

loading...
loading...


About Ibnu Maksum