Demi Bela LGBT, Aktivis NU Ungkap Abu Nuwas Seorang Gay

Azis Anwar Fachruddin (IST)
Azis Anwar Fachruddin (IST)

Seorang aktivis Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pengagum Gus Dur atau Gus Durian, Azis Anwar Fachruddin secara tersirat memberikan pembelaan terhadap perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Melalui akun Twitter-nya @azis_af mengatakan Abu Nuwas, penyair besar adalah seorang gay.

#TahukahAnda Setidaknya hingga menjelang usia senjanya, Abu Nuwas, penyair besar masa Harun ar-Rasyid itu, adalah seorang gay,” kicau Azis.

Azis mengatakan, syair Abu Nuwas sering disyiarkan Umat Islam. “Iya, Abu Nuwas yg anekdot-anekdotnya banyak dibukukan-diterjemahkan juga syair yang ternisbah padanya (“ilahi lastu”) sering didendangkan itu,” ungkapnya.

Kata Azis, syair-syair erotis Abu Nuwas memuja para “amrad” banyak dilancarkan di istana Abbasiyah, terutama di masa al-Amin ibn Harun al-Rasyid yang terduga gay.

Baca juga:  Tokoh NU Yogyakarta Nilai Isu PKI Dipolitisir

“Amrad [أمرد] adlh lelaki remaja yg berwajah mulus, berbadan gemulai, tak berjenggot-berkumis, dan berwajah cantik,” ungkapnya.

Azis mengatakan, para “amrad” inilah yang banyak diambil pejabat-pejabat tinggi Abbasiyah untuk jadi para pelayan di istana. Mereka ada dua jenis: “khisyan” dan “ghilman”.

“Khisyan adalah lelaki yang sudah dikebiri yang melayani para harem raja dan para wazir. “Ghilman” adalah lelaki remaja, tak dikebiri, tapi jadi budak,” ungkapnya.

Kata Azis, sayang zaman itu blum ada “Gay Watch” yang bisa membongkar ‘skandal’ istana. Untunglah para muarrikh klasik jujur mengungkap fakta meski minim.

“Abu Nuwas hidup di masa yang sering disebut era keemasan Islam. Tentulah dia semasa atau bahkan berinteraksi dgn para ulama besar zaman itu,” paparnya.

Baca juga:  Miliki Banser, NU dan PKB akan Bantu Palestina

Azis mengatakan, Imam as-Syafi’i teriwayatkan pernah berkata tentang Abu Nuwas: “Lawla mujun Abi Nuwas, la’akhadztu ‘anhu al-‘ilma.”

“Artinya: “Kalau bukan karena ‘gila’-nya Abu Nuwas, niscaya aku akan mengambil ilmu (sastra Arab) darinya,” ungkapnya.

Menurut Azis, dalam  susastra Arab, Abu Nuwas bagi Abbasiyyah kerap diperbandingkan dgn Imru’ al-Qais bagi era pra-Islam, yang puisinya digantung di Kakbah.

“Selain gay, Abu Nuwas muda juga pemabuk berat. Karena ini, dia kadang juga disebut “sya’irul-khamriyyat” (penyair yang suka memuji khamr),” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. bisa jadi anwar ini juga salah satu gay…
    karena hanya gay yang dapat membela gay. ingat mau aktvis NU kek pecinta ulama kek kalau dia bukan ulama jgn di dengarkan. bahlul org ini.