Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia masih terjerat musim kemarau panjang. Fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem melanda ribuan titik, di mana beberapa daerah bahkan tidak diguyur hujan selama lebih dari lima bulan berturut-turut.
Kondisi Kemarau Parah dan Wilayah Terdampak
Berdasarkan data pemutakhiran terbaru dari BMKG, tercatat sebanyak 1.869 titik pemantauan masuk dalam kategori kemarau ekstrem panjang. Wilayah Indonesia bagian selatan menjadi daerah yang paling terdampak oleh cuaca kering ini.
Beberapa lokasi dilaporkan mengalami kekeringan intensif hingga melebihi 160 hari atau lebih dari 5 bulan tanpa presipitasi. Secara rata-rata, mayoritas daerah yang terdampak telah melewati masa empat bulan tanpa guyuran hujan sama sekali. BMKG mencatat bahwa dominasi Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau.
Potensi Hujan dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah
Meski ancaman kekeringan meluas, dinamika atmosfer lokal dan regional memicu hujan lebat di sejumlah wilayah lain. Fenomena gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di kawasan Sumatera, ditambah perlambatan angin di sekitar Papua serta suhu permukaan laut yang hangat, menjadi pemicu pembentukan awan hujan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga sangat lebat untuk beberapa wilayah berikut:
1. Daerah Berpotensi Hujan Intensitas Sedang
Beberapa wilayah yang berpeluang mengalami hujan sedang meliputi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
2. Daerah Status Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Masyarakat di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat Daya, dan Papua diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan yang sangat tinggi.
Langkah Antisipasi Kekeringan dari BMKG
Menghadapi fenomena kekeringan yang masih berlangsung, BMKG mengimbau masyarakat luas untuk melakukan tindakan pencegahan secara proaktif. Penghematan penggunaan air bersih menjadi prioritas utama saat ini.
Selain itu, BMKG secara tegas melarang aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar guna mencegah bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Jika masyarakat menemukan indikasi munculnya titik api, diharapkan segera melapor ke pihak berwenang. Informasi cuaca terkini dapat selalu dipantau melalui kanal resmi BMKG.





