Dari Nanas Moris Jadi Produk Unggulan, Bule Jerman Kagumi Kreasi BPPMT Pekanbaru

Buah nanas tidak hanya nikmat disantap dalam keadaan segar. Di tangan masyarakat kawasan transmigrasi, buah ini dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari sirup hingga keripik yang memiliki daya tarik tersendiri. Inovasi tersebut menarik perhatian mahasiswa asal Jerman dalam Festival Transmigrasi 2026 di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Jack, mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, mengunjungi stan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru. Di stan tersebut, ia berkesempatan mencicipi produk olahan nanas moris yang dipamerkan sebagai salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi.

Pengalaman itu menjadi hal baru bagi Jack dan salah seorang rekannya. Keduanya mengaku baru pertama kali menikmati keripik nanas. Mereka pun menunjukkan ketertarikan terhadap kreativitas masyarakat transmigrasi yang mampu mengolah buah nanas menjadi camilan dengan bentuk dan cita rasa berbeda.

Tak hanya keripik, Jack juga tertarik mencicipi sirup nanas. Rasa manis buah nanas yang terasa kuat menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya.

Baca juga:  Ahmad Syahir, Penggerak Produk Halal dari Tanah Transmigrasi

Kunjungan tersebut menjadi salah satu momen promosi produk unggulan kawasan transmigrasi kepada peserta internasional yang mengikuti rangkaian kegiatan di Barelang. Produk olahan nanas yang diperkenalkan BPPMT Pekanbaru memperlihatkan bagaimana komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam.

Festival Transmigrasi 2026 dimanfaatkan BPPMT Pekanbaru untuk memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. Dalam kegiatan tersebut, BPPMT Pekanbaru mempromosikan sekitar 50 jenis produk unggulan yang berasal dari berbagai kawasan transmigrasi.

Produk-produk yang dipamerkan merupakan hasil pengolahan komoditas lokal dari sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Beragam produk tersebut menunjukkan potensi sumber daya setempat yang dapat dikembangkan melalui pelatihan, inovasi pengolahan, dan peningkatan nilai tambah.

Pengolahan nanas moris menjadi sirup dan keripik menjadi salah satu contoh hilirisasi komoditas perkebunan. Buah yang semula dijual sebagai hasil panen segar dapat diolah menjadi produk dengan bentuk, kegunaan, dan peluang pemasaran yang berbeda.

Upaya tersebut juga memperlihatkan pentingnya pelatihan bagi masyarakat transmigrasi. Keterampilan mengolah hasil panen dapat membuka peluang usaha, memperluas pilihan produk, serta membantu masyarakat meningkatkan nilai ekonomi komoditas yang mereka hasilkan.

Melalui pameran ini, BPPMT Pekanbaru tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menunjukkan potensi kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat kawasan transmigrasi.

Baca juga:  BPPMT Pekanbaru Buka Jalan Pasar Digital, Produk Transmigran Pulau Rupat Mulai Naik Kelas

Jack merupakan salah satu dari 20 delegasi mahasiswa Technical University of Munich yang mengikuti program Summer Course 2026 di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam.

Program tersebut diselenggarakan Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dan Technical University of Munich, Jerman.

Kehadiran para mahasiswa internasional menjadi kesempatan untuk mengenalkan berbagai potensi kawasan transmigrasi, termasuk kegiatan ekonomi masyarakat dan pengembangan produk berbasis komoditas lokal.

Interaksi di stan BPPMT Pekanbaru memperlihatkan bahwa produk hasil olahan masyarakat dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pengunjung dari luar negeri.

Keripik dan sirup nanas moris menjadi contoh sederhana bagaimana hasil perkebunan dapat dikembangkan melalui kreativitas dan keterampilan pengolahan. Dengan inovasi yang berkelanjutan, produk lokal kawasan transmigrasi berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Festival Transmigrasi 2026 pun menjadi ruang promosi bagi produk-produk tersebut sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat transmigrasi kepada peserta dan pengunjung dari berbagai latar belakang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News