Pengembangan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan budaya masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan.
Semangat tersebut mengemuka dalam program Summer Course 2026 di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Program yang mengusung inovasi kawasan transmigrasi berbasis pertumbuhan hijau atau green growth ini melibatkan Kementerian Transmigrasi, Universitas Diponegoro (Undip), dan Technical University of Munich (TUM), Jerman.

Sebanyak 20 akademisi dari TUM mengikuti program selama sepuluh hari untuk mempelajari berbagai potensi dan tantangan pengembangan kawasan transmigrasi Barelang. Kajian dilakukan melalui pendekatan langsung di lapangan dengan memperhatikan dimensi sosial, ekologi, dan ekonomi masyarakat.
Dalam kolaborasi internasional tersebut, Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru turut mengambil peran melalui pertukaran gagasan dan pemaparan program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di kawasan tersebut.
Pada Kamis (8/10/2026), Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir bersama para Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) berdialog dengan delegasi TUM untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan kawasan transmigrasi. Hadir pula Kepala Balai Besar PPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Syahir memaparkan capaian program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan BPPMT Pekanbaru selama dua tahun terakhir.
Syahir melihat adanya kesamaan arah antara fokus penelitian para akademisi dan mahasiswa TUM dengan program pemberdayaan yang telah dirancang dan dijalankan BPPMT Pekanbaru.
Kesamaan itu terlihat dari perhatian terhadap aspek ekonomi, sumber daya manusia, sosial dan budaya, lingkungan, serta sarana dan prasarana. Berbagai aspek tersebut sejalan dengan rancangan besar atau grand design pemberdayaan yang disusun BPPMT Pekanbaru untuk mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang.
“Dalam upaya mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang, kami telah menyusun grand design yang meliputi enam pilar sasaran pemberdayaan, yaitu ekonomi, lingkungan, sumber daya manusia, sosial dan budaya, branding, serta sarana dan prasarana. Menurut saya, ini sejalan dengan tujuan riset yang dilakukan para delegasi,” ungkap Syahir.
Enam pilar tersebut menjadi landasan untuk melihat pengembangan kawasan transmigrasi secara menyeluruh. Pembangunan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan identitas kawasan, perbaikan fasilitas pendukung, dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, pemberdayaan masyarakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mampu membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wilayahnya secara mandiri.
Program Summer Course 2026 memberikan kesempatan kepada para delegasi TUM untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat dan karakteristik Kawasan Transmigrasi Barelang.
Pendekatan lapangan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para akademisi dan mahasiswa tidak hanya mempelajari teori perencanaan kawasan, tetapi juga melihat bagaimana konsep pembangunan diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, ekologi, serta kearifan lokal masyarakat.
Perspektif internasional yang dibawa para delegasi diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai peluang pengembangan Barelang. Di sisi lain, pengalaman dan pengetahuan lokal menjadi bahan penting agar rekomendasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Hasil kajian para delegasi selanjutnya diharapkan menjadi bahan rekomendasi kebijakan bagi Kementerian Transmigrasi dalam mengembangkan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.
Bagi BPPMT Pekanbaru, hasil riset tersebut juga berpotensi menjadi masukan dalam mengevaluasi dan memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan.
Ahmad Syahir berharap temuan sementara dari para delegasi dapat memberikan masukan yang berharga bagi pelaksanaan program pemberdayaan transmigran dan masyarakat di kawasan transmigrasi, khususnya Barelang.
Menurutnya, pertukaran gagasan antara pelaksana program di lapangan dan kalangan akademisi menjadi kesempatan untuk memperkaya pendekatan pemberdayaan. Pengalaman BPPMT Pekanbaru dalam mendampingi masyarakat dapat dipertemukan dengan hasil kajian ilmiah dan perspektif internasional yang dibawa para delegasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan akademik atau penyusunan laporan penelitian. Rekomendasi yang dihasilkan perlu diarahkan pada langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mengoptimalkan potensi kawasan.
Dengan demikian, kerja sama Kementerian Transmigrasi, Undip, TUM Jerman, dan BPPMT Pekanbaru diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang yang produktif, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat.
Bagi masyarakat transmigrasi, tujuan akhirnya adalah terbukanya peluang ekonomi yang lebih baik, meningkatnya kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya kemampuan untuk mengelola potensi kawasan secara berkelanjutan.





