Karier internasional Lionel Messi bersama Timnas Argentina akhirnya resmi berakhir. Setelah lebih dari dua dekade membela panji Albiceleste, sang megabintang menutup lembaran panjangnya dengan sebuah pesan menyentuh yang merangkum seluruh perjuangannya di dunia sepak bola.
Laga Perpisahan yang Emosional di Buenos Aires
Dalam pertandingan terakhirnya menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, suasana haru menyelimuti seisi stadion. Argentina sukses menutup laga tersebut dengan kemenangan meyakinkan 3-0, di mana Messi turut menyumbangkan satu gol serta dua assist gemilang. Usai pertandingan, peraih delapan Ballon d’Or itu berdiri di hadapan puluhan ribu suporter untuk menyampaikan salam perpisahan terakhirnya.
Perjuangan Melewati Masa-Masa Sulit
Perjalanan Messi bersama tim nasional tidak selalu berjalan mulus. Jauh sebelum mengangkat trofi juara, ia sempat menghadapi masa-masa paling berat, mulai dari rentetan kegagalan di partai final, kritik pedas publik, hingga keraguan besar terhadap kapasitasnya.
Namun, dalam pidato perpisahannya, pemain berjuluk La Pulga ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyerah. “Bahkan di saat-saat terburuk sekalipun, saya tidak pernah berhenti berjuang, tidak pernah berhenti bertarung, dan tidak pernah berhenti mengerahkan seluruh kemampuan saya,” ujar Messi dikutip dari laman resmi AFA.
Transformasi Menjadi Legenda Sepanjang Masa
Titik balik karier internasional Messi terjadi ketika ia berhasil mempersembahkan trofi Copa America 2021. Kesuksesan tersebut kemudian berlanjut dengan raihan Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 di Qatar, hingga trofi Copa America 2024. Kini, ia meninggalkan Timnas Argentina sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah sepak bola negeri Tango.
Meski baru saja melalui masa duka atas kepergian sang ayah, Messi tetap mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dukungan luar biasa dari para suporter setia Argentina selama dua dekade terakhir. Ia menutup karier internasionalnya bukan hanya dengan deretan trofi bergengsi, tetapi juga dengan warisan dedikasi tanpa batas untuk jersey Albiceleste.





