Kemarau Panjang Mengeringkan Lamongan, PSI Turun Langsung Salurkan Air Bersih ke Warga

Krisis air bersih yang kembali melanda sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan di tengah kemarau panjang mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Lamongan.

Di tengah kondisi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, DPD PSI Lamongan memilih turun langsung dengan mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan armada tangki miliknya ke sejumlah lokasi terdampak kekeringan.

Ketua DPD PSI Lamongan, H.Ahmad Shandy, mengatakan sedikitnya terdapat 10 lokasi yang telah menerima distribusi air bersih selama musim kemarau tahun ini.

“Belasan lokasi sudah kita kirim air bersih menggunakan truk tangki DPD PSI Lamongan selama musim kemarau ini,” ujar H.Shandy saat ditemui, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, distribusi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat mengenai wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Ia mengaku tidak lagi menghitung secara rinci jumlah tangki yang telah dikirim karena bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan warga di lapangan.

“Sudah tidak terhitung, Mas. Kalau ada kabar dari warga kekurangan air, langsung kami sarankan karyawan kami agar segera mengirim. Air bersih sangat dibutuhkan warga,” katanya.

Baca juga:  Kaesang Masuk PSI, Ade Armando: Megawati Marah Besar dan Menggebrak Meja

H.Shandy juga menegaskan bahwa dirinya beberapa kali turun langsung ke desa dan dusun untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Baginya, persoalan air bersih bukan sekadar persoalan bantuan sosial yang muncul ketika musim kemarau tiba. Ketersediaan air, menurut dia, merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius dan berkelanjutan.

“Ini bagian dari komitmen PSI di Lamongan. Kebutuhan air bersih itu kebutuhan mendasar rakyat, khususnya warga Lamongan,” tegasnya.

Shandy menyebut persoalan kekeringan di Lamongan tidak semestinya terus diselesaikan dengan pola yang sama setiap tahun, yakni mengirimkan bantuan air ketika sumber air warga mulai mengering.

Ia justru mendorong adanya langkah jangka panjang melalui konservasi sumber daya air, termasuk upaya menjaga ketersediaan air bawah tanah.

“Kami akan memikirkan tidak sekadar ketika ada kekeringan kemudian cukup dengan bantuan air. Konservasi air bawah tanah wajib dilakukan sebagai cara mengatasi problem rutin tiap musim kemarau,” ungkapnya.

Menurut H.Shandy, fenomena kekeringan yang berulang setiap tahun semestinya menjadi bahan evaluasi bersama. Terlebih, ia menilai wilayah yang mengalami kesulitan air cenderung semakin meluas.

Karena itu, distribusi air bersih dinilai hanya sebagai langkah tanggap darurat, sementara solusi permanen membutuhkan kebijakan dan program konservasi yang lebih serius.

Baca juga:  Anak Buah Kaesang: Megawati dan Mahfud MD saat Jabat Menkopolhukam pernah Naik Jet Pribadi

Ketika ditanya apakah kegiatan distribusi air bersih tersebut berkaitan dengan kepentingan politik atau upaya membangun konstituen, H.Shandy membantahnya.

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan program calon legislatif maupun agenda politik sesaat, melainkan bagian dari kegiatan DPD PSI Lamongan dalam merespons kebutuhan masyarakat.

“Loh, ini bukan program caleg ya, Mas. Ini program DPD PSI Lamongan. Bukan kebutuhan sesaat, ini empati kita kepada sesama yang kurang beruntung saat musim kemarau,” tegasnya.

H.Shandy bahkan menyatakan kegiatan serupa telah dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai Ketua DPD PSI Lamongan.

Ia menekankan bahwa bantuan air bersih semestinya tidak ditempatkan sebagai instrumen untuk memperoleh keuntungan politik dari kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Sebagai partai kami sadar, jangan buat situasi kekurangan air di wilayah kekeringan sebagai komoditi politik,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan kekeringan justru harus menjadi pekerjaan bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, maupun kekuatan politik.

“Harus kita pikirkan bersama untuk mengatasi persoalan ini. Solusinya ada program konservasi air bawah tanah,” pungkas H.Shandy.

Pewarta: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google News