Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Lamongan menghadiri acara halal bihalal Ormas dan Partai Gerakan Rakyat se-Jawa Timur yang digelar pada Sabtu (04/04) di Kebun Tanjung Anwar, Tegowangi, Palemahan, Kediri, Jawa Timur.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 38 DPD Ormas dan Partai Gerakan Rakyat se-Jawa Timur. Acara yang semula diharapkan menghadirkan Anies Baswedan tersebut akhirnya dihadiri Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, serta Ketua Ormas Gerakan Rakyat DPW Jawa Timur, Prof. Dr. H. Misranto, M.Hum.
Kegiatan berlangsung di basecamp kebun pisang milik Irzak Ibnu Tanjung, yang juga merupakan salah satu pengurus DPW Partai Gerakan Rakyat Jawa Timur. Dalam sambutannya, Irzak banyak mengulas proses pemberdayaan tanaman porang yang selama ini dikembangkannya sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, Prof. Misranto memberikan pembekalan terkait kondisi kebangsaan dan arah perjuangan Gerakan Rakyat di bawah komando Anies Baswedan menuju cita-cita masyarakat adil dan makmur.
Dalam paparannya, Misranto menyoroti sejumlah indikator kesejahteraan yang dinilai belum tercapai meski Indonesia telah merdeka selama 80 tahun. Ia mengkritisi sistem perpajakan yang dinilai semakin membebani masyarakat.
“Dulu pajak hanya satu jenis, sekarang berkembang menjadi puluhan jenis. Ini menimbulkan pertanyaan, ke mana larinya hasil pajak dari perusahaan-perusahaan besar, sementara rakyat terus dibebani pajak yang semakin meningkat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 yang menurutnya telah mengalami perubahan melalui kebijakan omnibus law, yang dinilai berdampak pada posisi tenaga kerja di Indonesia.
“Tenaga kerja seolah menjadi budak di negeri sendiri. Ini berbeda dengan masa lalu, ketika pekerja diposisikan sebagai mitra,” tegasnya.
Sebagai penutup, disampaikan pula materi mengenai perjalanan Ormas dan Partai Gerakan Rakyat yang resmi berdiri pada 18 Januari 2026. Meski menghadapi berbagai tantangan dalam proses pendiriannya, organisasi ini diharapkan mampu memberikan warna baru dalam dinamika politik nasional serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia ke depan. (Yunus)





