Merajut Kebersamaan di Bulan Muharram Memuliakan Anak Yatim dan Mendoakan Keberkahan Bagi Bangsa

Majelis Muharroman Dusun Biro, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri menggelar peringatan pergantian tahun Islam sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu, pada Rabu Pahing, 24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Gedung Agung Pertanian, yang berlokasi di lingkungan Ndalem Rumah Fathur Rohman, dan dimulai pukul 13.00 WIB.

Kegiatan tahunan ini mengusung tema: “Hormat dan Menghormati Para Pejuang Pendahulu di Bulan Muharram, Membangun Rasa Andarbeni, Meneguh Merah Putih, dan Mempersatu Kemakmuran.” Melalui tema tersebut, penyelenggara bermaksud mengajak masyarakat agar peringatan bulan Muharram tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan momen untuk merenung kembali serta meneladani semangat dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah air, memperkokoh persatuan di bawah bendera negara, serta mempererat kerja sama warga demi mencapai kesejahteraan bersama.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Hakim. Selanjutnya, dilaksanakan doa bersama atau tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Khoiruddin. Doa tersebut ditujukan khusus bagi para pejuang kemerdekaan, para leluhur desa, serta seluruh anggota masyarakat yang telah mendahului.

Dalam penyampaian nasihat agama, Kiyai Khoirudin mengutip bagian dari karya sastra religius Syi’ir Tanpo Wathon. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ajaran agama tidak boleh hanya terhenti pada kewajiban lahiriah semata, melainkan harus tercermin pula dalam kebersihan hati dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan lengkap namun tidak disertai kebaikan hati dan kerendahan hati belumlah mencapai makna sesungguhnya beribadah.

“Jalan mendekatkan diri kepada Tuhan adalah jalan yang penuh kasih sayang, persatuan, dan persaudaraan, bukan jalan yang memisahkan atau menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat,” ujar Kiyai Khoirudin di hadapan seluruh hadirin.

Suasana kekhusyukan semakin terasa ketika seluruh peserta yang hadir berdiri serentak melantunkan shalawat Asroqolan yang dipimpin oleh Kiyai Ali. Harapan yang disampaikan dalam doa bersama tersebut adalah agar wilayah Kediri dan masyarakat di sekitarnya senantiasa mendapatkan keberkahan, ketenteraman, dan perlindungan.

Simbah Fathur Rohman selaku tuan rumah menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi warga setempat setiap tahunnya. Pemberian santunan dan pertemuan bersama anak-anak yatim dan piatu merupakan wujud nyata kepedulian warga yang memiliki kelebihan terhadap mereka yang membutuhkan, sekaligus pengamalan nilai berbagi di bulan yang penuh berkah.

“Momen pergantian tahun ini adalah waktu yang tepat untuk memuliakan anak-anak yang telah tiada orang tuanya. Kami berharap, ketulusan hati mereka senantiasa dibalas oleh Tuhan dengan kelimpahan rezeki bagi tanah pertanian kita, terjaganya kerukunan antarwarga, serta keselamatan seluruh bangsa Indonesia,” ujar Fathur Rohman.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta puluhan anak yatim dan piatu dari lingkungan Desa Kepung dan sekitarnya.”Pewarta Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google News