Haikal Hassan: Prabowo Pernah Gadaikan Tanah Pribadinya untuk Membantu Anies Jadi Gubernur DKI

Prabowo Subianto menggadaikan tanah pribadinya untuk mengusung dan membantu secara finansial Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Saya lupa bilang walau terlambat untuk mengucapkan terima kasih Pak Prabowo Subianto pernah menggadaikan tanahnya pribadinya untuk mengusung dan membantu Pak Anies Jadi Gubernur DKI,” kata pendakwah Haikal Hassan dalam video yang beredar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkit pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017 ketika saat itu Partai Gerindra ikut memenangkan Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta.

“Saya menurunkan waktu itu kurang lebih 2.300 kader dari seluruh Indonesia untuk memenangkan Anies,” kata Muzani ditemui di sela-sela Rakornas Partai Gerindra di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Baca juga:  Politikus PDIP Ingatkan Bahaya Penyambutan HRS

Muzani mengatakan hal itu untuk menjawab pertanyaan awak media soal utang budi Anies Baswedan kepada Partai Gerindra saat terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta.

Bahkan, lanjut Muzani, ribuan kader Partai Gerindra rela turun ke jalan untuk mencari dukungan supaya Anies menjadi gubernur DKI Jakarta. Muzani pun mengaku ikut campur tangan dalam upaya memenangkan Anies Baswedan tersebut.

“Saksi datang ke TPS-TPS (tempat pemungutan suara), RT-RT di Jakarta, tidur di emperan di RT-RT, tidur di masjid, tidur di musala, tidur di tempat-tempat majelis taklim, untuk memenangkan Pak Anies,” kata Muzani.

Anies Baswedan menyindir Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto memiliki tanah ratusan ribu hektare. Sementara di sisi lain menurut Anies banyak prajurit TNI tak memiliki rumah dinas.

Baca juga:  Politikus Gerindra Protes Keras Pernyataan Buzzer Eko Kunthadi

Hal itu dikatakan Anies kala memberikan pernyataan visi misi dalam debat Calon Presiden di Istora Senayan, Minggu malam tadi (7/1/2024).

Pernyataan itu bermula kala Anies menyinggung soal situs Kementerian Pertahanan yang disusupi hacker. Menurutnya Kemenhan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tak bisa mencegah hal itu.

“Ironisnya Kementerian Pertahanan adalah kementerian yang dibobol oleh hacker 2023. Sebuah ironi. Karena itu kita ingin mengembalikan,” katanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *