Mujahid 212: Otak Ngabalin Korslet

Otak Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin korslet yang menyebut Wali Songo berasal dari China. Dan video lama viral kembali pernyataan Ngabalin mengaku keturunan Bali menunjukkan sikap inkonsistensi.

“Otak Ngabalin korslet dan berbicara tanpa data tentang Wali Songo,” kata Mujahid 212 Damai Hari Lubis kepada redaksi www.suaranasional.com, Selasa (31/1/2022).

Menurut Damai, setelah masuk Istana, cara berfikir Ngabalin sudah tidak objektif dan hanya menyenangkan penguasa. “Bahkan untuk berfikir tentang kajian Wali Songo saja bisa salah,” ungkap Damai.

Kata Damai, publik bisa menilai sendiri sikap yang diperlihatkan Ngabalin. “Suara warganet merupakan perwakilan publik dalam menilai Ngabalin,” jelasnya.

Baca juga:  Pandu Jokowi: Jokowi tak Jabat 3 Periode, Indonesia Dikuasai Kelompok Radikal & AntiPancasila

Ngabalin mengatakan, sikap waspada dan diam menjadi jawaban atas semua kebencian dan fitnah.

“Ini kan sekarang telah tiba musim fitnah dan adu domba,” ujar Ngabalin melalui pesan pendek, Senin (30/1/2023).

Ngabalin sudah sering dihadapkan pada situasi dirundung secara daring. Bahkan, ia pernah dibuatkan meme ‘King of Penjilat.’ Ada pula mural ‘504’ error di area Bogor yang dikaitkan dengan Ngabalin.

Namun, ia memilih diam menghadapi mural dan meme tersebut. Ia mengaku tidak marah.

“Kau mau bikin saya punya muka model apa pun saya tidak khawatir. Saya sudah tahu itu, siapa-siapa itu punya tangan yang mengoles-oles itu. Tapi tidak apa-apa,” kata Ngabalin pada Agustus 2021 lalu.

Baca juga:  Jumhur Kritik Demo Buruh Hanya seperti Karnaval dan Pulang

“Saya tidak tersinggung dan tidak marah,” tutur dia lagi.

Ia menambahkan mural ‘Ngabalin 504 Error’ ini bagian risiko perjuangannya untuk membela bangsa dan negara. Selain itu, ini adalah upaya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya intoleransi dan paham radikal. Ngabalin menegaskan Islam yang sesungguhnya adalah cinta perdamaian.

“Islam masuk di sini dengan damai, dengan cara-cara yang menggunakan sistem dan cara budaya untuk mengembangkan agama,” ujarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *