Pengurus LD PWNU Jabar: HTI yang Getol Menentang RUU HIP

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang getol menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Yang paling tersangkut dengan Pancasila dan RUU HIP adalah HTI, karena ideologi Pancasila, UU HIP dan aturan-aturan turunannya akan menjadi payung hukum untuk menindak pengurus dan anggota HTI,” kata Pengurus LD PWNU Jawa Barat (Jabar) Ayik Heriansyah dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (24/6/2020).

Kata Ayik, HTI membangkitkan isu PKI/Komunise sebagai dalih dan tameng karena sadar mereka sangat kecil, harus ajak sebanyak-banyaknya teman untuk menolak RUU HIP.

“HTI menciptakan kondisi perlawanan. Khusus kepada tokoh-tokoh oposisi kritis dan organisasi Islam (FPI, HRS Centre, PA 212) yang berseberangan dengan pemerintah,” papar Ayik.

Ayik mengatakan, sejak awal HTI menggalang opini melalui acara dialog dan diskusi virtual via zoom. Diperkuat dengan narasi-narasi di media sosial yang kebanyakan menggunakan nama Akhmad Khozinuddin.

“Setelah kondisi tercipta, opini menguat kemudian muncul inisiatif untuk melakukan aksi, HTI secara perlahan dan teratur mulai menarik diri,” ungkapnya.

Dengan alasan sudah dibubarkan, kata Ayik HTI menolak ikut serta dalam aksi. Paling-paling HTI sumbang saran dan pemikiran tentang isi dan isu yang digaungkan saat aksi. Atau HTI menawarkan satu, dua orang aktivisnya untuk orasi dengan kapasitas sebagai pribadi atau menggunakan nama lembaga lain.

“Dengan alasan sudah dilarang juga, HTI menolak lambang (bendera) organisasi mereka dicantumkan di media publikasi aksi. Akan tetapi HTI akan memasokkan bendera mereka di panggung dan di tengah massa aksi,” paparnya.

HTI ingin memukul lawan politiknya (pemerintah) tapi tetap aman, bersih dan tanpa resiko. Untuk itu digunakanlah tangan pihak ketiga (tokoh-tokoh oposisi kritis, FPI, HRS Centre dan PA 212). Strategi ini dinamakan “nabok silih tangan.”

Kata Ayik, selama aksi berjalan, HTI diam, sembunyi dan tiarap, sambil memantau situasi. Dalam keadaan siap membuat isu dan narasi selanjutnya. “Itulah di antara sifat “PKI-nya” HTI,” pungkasnya.