Sudrajat : Solusi Kemiskinan adalah Lapangan Pekerjaan

Ilustrasi – merdeka.com

BANDUNG – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) akan memberikan solusi kepada masyarakat jika terpilih menjadi pemimpin Jabar untuk lima tahun mendatang.

Menurut Calon Gubernur nomor urut 3 ini, persoalan kemiskinan, ekonomi, dan pengangguran masih menjadi masalah di Jabar. Sudrajat mengatakan, persoalan tersebut bisa diatasi jika lapangan pekerjaan di Jabar terbuka lebar untuk masyarakatnya sendiri. Karena itu, jika terpilih menjadi pemimpin lima tahun mendatang, Pasangan Asyik akan menciptakan lapangan pekerjaan di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Kalau kita lihat Jabar isunya sama, kemiskinan, lapangan kerja, ekonomi dan lainnya. Kalau saya terpilih nanti, saya dan Pak Syaikhu akan menciptakan lapangan kerja di seluruh Jabar dan ini akan mengangkat pendapatan masyarakat di Jabar,” kata Sudrajat.

Baca juga:  Wow, Ingin Jadi CAGUB JABAR, Dedi Mulyadi Diminta Setor Rp 10 Miliar

Sudrajat menyebutkan, terbukanya lapangan pekerjaan ini akan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat di Jabar untuk meningkatkan taraf hidup yang selama ini berada di garis kemiskinan.

Sudrajat mengakui, serapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Jabar masih rendah. Kondisi itu terlihat dan berdampak terhadap data pengangguran yang mencapai lebih dari 8 persen.

“Saya kira data ini harus kita tekan lagi. Karena, data pengangguran dari mereka yang lulusan dari perguruan tinggi hanya 5 persen. Tetapi, untuk lulusan SMA/SMK jumlahnya mencapai 16 persen. Tapi, ironinya lulusan SD malah mendapatkan pekerjaan. Namun, mereka kerja serabutan,” beber Sudrajat.

Baca juga:  Percuma Hasil Survei Menang Jika Internal Parpol Pengusung Bermasalah

Dia menjamin, kehadiran pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan juga akan dipersiapkan dengan kualitas sumber daya manusianya. Kedepan, pendidikan kejuruan juga akan menjadi persiapan dalam menciptakan SDM berkualitas. Sehingga, masyarakat Jabar yang jumlahnya cukup banyak ini memiliki kualitas dan siap bersaing dengan tenaga kerja luar.

“Jangan sampai ada proyek PLTU dari luar, semua pekerjanya juga berasal dari luar. Kita harus bisa masuk dan menjadi pekerja di sana. Karena itu, kita akan persiapkan SDM yang berkualitas,” ungkap dia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *