_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/22/pendeta-gilbert-pasang-foto-wanita-berjilbab-dengan-tulisan-mencuri-toleransi/img_20171022_155513-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 22 October 2017
Breaking News
Home > Uncategorized > Luhut Minta Rakyat tak Banyak Bicara Tentang PKI

Luhut Minta Rakyat tak Banyak Bicara Tentang PKI

Luhut Panjaitan dan Jokowi (IST)

Luhut Panjaitan dan Jokowi (IST)

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta energi bangsa Indonesia tidak dihabiskan membahas masalah Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Enggak usah kita habis energi untuk bercerita isu (kebangkitan komunis) itu,” ujar Luhut kepada wartawan, Selasa (19/9).

Luhut menegaskan, kebangkitan komunisme memang harus diwaspadai. Namun Luhut menegaskan negara sudah sangat baik menjaga negara dari ideologi komunisme. Walau tetap waspada terhadap komunisme, Luhut mengingatkan agar hal itu tidak menghabiskan energi bangsa. Apalagi sampai terjadi pertengkaran fisik.

“Kalau kita berantem soal begitu-begituan saja ya kurang kerjaan begitu loh. Bahwa kita waspada, oke, kita semua setuju,” ujar Luhut.

Luhut menegaskan masih banyak isu yang jauh lebih penting bagi kemaslahatan kehidupan manusia. Isu pertama yakni perubahan tenaga kerja dalam dunia industri, dari orang ke robot. Sementara isu kedaua adalah isu ketahanan pangan.

Masyarakat Indonesia kata Luhut akan jauh lebih produktif jika memikirkan kedua isu yang sedang dibahas negara maju tersebut.

“Di negara maju, sekarang sudah mulai robotik. Akibatnya, akan banyak pemecatan. Sekarang bagaimana energimu melihat ini. Kalau lay off apa yang harus kita lakukan? Nah itulah yang harus kita pikirkan. Kedua, harus ada rekayasa pangan supaya sustainability negara bagus. Karena apa? Jumlah penduduk itu bertambah. Jadi kita fokus saja ke masalah ini karena tidak bisa selesai lima tahun. Daripada hanya bicara tadi G30S PKI saja,” kata Luhut.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum