_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/09/","Post":"https://suaranasional.com/2017/09/24/mendagri-minta-kekerasan-pki-di-film-g30spki-dihilangkan/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/09/24/mendagri-minta-kekerasan-pki-di-film-g30spki-dihilangkan/771fce54cfa3435d207d15b2d0eb3efb-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 24 September 2017
Breaking News
Home > Politik > Ditolak Warga Dayak, Ini Pernyataan Wasekjen MUI

Ditolak Warga Dayak, Ini Pernyataan Wasekjen MUI

KH. Tengku Zulkarnain (IST)

KH. Tengku Zulkarnain (IST)

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI), KH. Tengku Zulkarnain membenarkan dirinya dan rombongan ditolak warga Dayak saat kunjungannya ke Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1).

“Kalau saya usul silahkan tanyakan kepada Polres Sintang, soal itu,” kata dia, Kamis (12/1) dikutip dari Republika Online.

Kata Tengku Zulkarnain, ada baiknya pihak Polres setempat yang menjelaskan duduk perkara ini, sambil memberikan nomor salah satu pimpinan di Polres Sintang.

Kabagsos Polres Sintang yang enggan disebut namanya menyebut kejadian terjadi di Bandara Susilo Sintang. Ketika itu memang sudah dalam pengamanan kepolisian. “Intinya kita tidak ada tendensi macam-macam, banyak pertimbangan yang harus dilakukan saat kejadian,” kata dia.

Ia pun enggan lebih jauh menjelaskan insiden penolakan tersebut. “Biar Kapolres yang akan menjelaskan,” katanya.

Wasekjen MUI, KH. Tengku Zulkarnain ditolak oleh para pemuda Dayak. Penolakan itu terjadi sesaat ketika pintu pesawat terbuka dan menurunkan penumpang di Bandara Susilo, Sintang, Kamis (12/1).

Karena penolakan tersebut, Ustaz Tengku Zulkarnain beserta rombongan, di antaranya Kepala Pengurus Ponpes LPKA Kabupaten Bengkayang M. Effendy Khoiri dan Lukmanul Hakim, langsung bertolak kembali ke Pontianak.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum