_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/23/kh-luthfi-bashori-berpakain-islami-imannya-mancung-tinggalkan-pakaian-islami-pesek-imannya/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/23/kh-luthfi-bashori-berpakain-islami-imannya-mancung-tinggalkan-pakaian-islami-pesek-imannya/kh-luthfibashori/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 23 November 2017
Breaking News
Home > Politik > PKB Ingatkan Ada Orang Santun Aslinya Sadis seperti Iblis, Sindir Siapa?

PKB Ingatkan Ada Orang Santun Aslinya Sadis seperti Iblis, Sindir Siapa?

bebas-visa

Ilustrasi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan adanya seseorang yang terlihat santun tetapi aslinya sadis seperti iblis. Orang tersebut bahkan menikam anaknya sendiri.

“Hati2 org yg sok santun, sok perhatian, sok ngerti urusan, sok baik, &sok2 yg lain, ternyata itu semua hanya pura2, aslinya sadis sprt iblis,” kata politikus PKB Marwan Jafar di akun Twitter-nya @marwan_jafar.

Marwan mengatakan, orang yang yang sadis seperti iblis itu kerjanya hanya mengklaim karya orang lain.

“Org yg tdk punya gagasan dan karya, kerjaannya hanya klam-klaim saja, tanpa malu, ibarat tanpa busanapun jg tanpa malu, Jiwanya sakit!” tegas Marwan.

Kata Marwan, ada orang naif diberi kekuasaan, belagunya minta ampun, anak sendiri ditikam, sementara orang dari antah berantah diberi karpet merah.

Selain itu, ia mengatakan program bebas visa yang untungnya tidak seberapa, lebih baik dicabut, daripada membahayakan keamanan nasional kira. Pariwisata juga tidak seberapa.

“Dengan adanya program bebas visa itu akan menambah beban kerjaan aparat kita, baik TNI maupun Polri, termasuk BIN, dan instansi-insransi terkait,” pungkas Marwan

loading...
loading...


About Ibnu Maksum