by

ILC tvOne Diliburkan, Upaya Rezim Jokowi Bungkam Kebebasan Berbicara dan Tanda-tanda Mau Jatuh

Karni Ilyas
Karni Ilyas – Capture by SuaraNasional

Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) tvOne yang diliburkan sementara waktu pada Selasa (22/11) menandakan Rezim Joko Widodo (Jokowi) membungkam kebebasan berbicara.

“Saya menduga tekanan penguasa agar ILC tvOne diliburkan sementara. Padahal acara ini sangat mencerdaskan bagi rakyat Indonesia,” kata pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Selasa (22/11).

Kata Baidhowi, dugaan tekanan penguasa untuk menghentikan acara ILC tvOne menandakan membungkaman kebebasan berbicara. “Kalau kebebasan berbicara dibungkam berarti Rezim Jokowi merusak demokrasi,” ungkap Baidhowi.

Menurut Baidhowi, acara ILC tvOne sudah sangat berimbang dengan menghadirkan baik yang pro dan kontra dalam sebuah forum.

“Kalau acara ILC dianggap provokasi dan menganggu stabilitas nasional menandakan penguasa tidak mau berbeda pendapat dan inginnya dipuji terus, padahal tugas media termasuk televisi memberikan kritikan terhadap pemerintah,” papar Baidhowi.

Baca juga:  ILC Tema "Membidik Rizieq Dibatalkan", Dewan Pakar ICMI: Aneh Masih Kontrol Media

Baidhowi mengkhawatirkan, dugaan cara yang ditempuh penguasa dengan meminta menghentikan sementara ILC tvOne maupun memblokir situs-situs berita opisisi bisa berakibat jatuhnya Rezim Jokowi.

“Era SBY saja tidak ada menghentikan sementara acara ILC tvOne. Kalau ini dilakukan bisa saja aksi protes terus berlanjut dan Jokowi bisa jatuh,” jelas Baidhowi.

BACA JUGA:

Melalui akun Twitter-nya Presiden ILC Karni Ilyas @karniilyas mengatakan, ILC pada Selasa (22/11) diliburkan untuk sementara waktu.

Baca juga:  Ini Dia Capture BBM Mucikari yang Tawarkan Artis Jadi Pelacur

“Dear Pencinta ILC: Diskusi ILC, Selasa besok, untuk sementara waktu, diliburkan. Sampai ketemu di ILC yang akan datang. Terima kasih,” kicau Karni.

Sedangkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan pemerintah tak pernah melakukan pelarangan.

“Kita pernah menegur penayangan ulang ILC edisi ‘Setelah Ahok Minta Maaf’ karena pertimbangan khusus. Sekarang ini kan seolah-olah KPI melarang. KPI tidak pernah melarang dan menegur stasiun televisi untuk menghentikan program. Industri kan aset bangsa jadi kami tidak akan melarang,” kata Ketua KPI Yuliandre Darwis, kepada wartawan, Selasa (22/11

Loading...
Loading...

loading...

News Feed