by

Ulil JIL Tegaskan Ahmadiyah dan Islam tak Bertentangan

Ulil Abshar Abdalla (IST)
Ulil Abshar Abdalla (IST)

Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla menegaskan Islam dan Ahmadiyah tidak ada pertentangan. Ahmadiyah pun mengakui Nabi Muhammad SAW.

“Sebab, nabi baru yang diyakini oleh pengikut Ahmadiyah tidak membawa agama baru. Dia hanya bertugas untuk memperkuat agama yang ada sebelumnya, yaitu Islam. Ahmadiyah tidak mengkleim adanya agama baru, meskipun oleh banyak umat Islam yang lain, mereka dipaksa untuk mendirikan agama terpisah,” ungkap Ulil di situs Islam Liberal.

Menantu KH Mustofa Bisri atau Gus Mus ini mengajak umat umat berpikir ulang: yang berakhir itu kenabian yang mana? Kenabian tasyri’ atau kenabian secara keseluruhan.

Baca juga:  Tokoh JIL Tegaskan Anaknya tak Masalah Jadi LGBT maupun Ahmadiyah

“Menurut saya, tak ada yang salah dengan pembedaan yang dibikin oleh Ahmadiyah itu. Secara historis, memang kita jumpai dua jenis kenabian itu dalam sejarah nabi-nabi Israel sebelum Islam. Seperti tampak dalam pemikiran Maimonides di atas, Musa lah nabi yang sebenar-benar nabi, dalam pengertian dialah sosok yang membawa “commandement” atau perintah Tuhan. Katakan saja, Musa lah satu-satunya nabi tasyri’ dalam sejarah keyahudian. Sementara nabi-nabi setelahnya hanyalah meneruskan saja “jalan” yang sudah dibuka oleh Musa,” ungkap Ulil.

Untuk memperkuat pendapatnya itu, Ulil mengutip para ulama Sunni dengan dalil, jika Anda bisa menghindari tindakan “takfir” atau mengkafirkan seseorang dengan “mahmal al-ta’wil”, kemungkinan ta’wil atau interpretasi.

Baca juga:  Lebih 30 Hari Warung Makar Milik Lieus Sungkharisma Berdonasi bagi Negeri

“Menurut saya, jalan ini bisa kita pakai dalam kasus Ahmadiyah. Ada kemugkinan untuk menakwilkan keyakinan Ahmadiyah tentang kenabian dengan cara begitu rupa sehingga kita bisa menghindarkan diri untuk “mengkafirkan” mereka. Yaitu, dengan cara kembali ke teori tentang dua jenis kenabian tersebut,” pungkas Ulil.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed