by

Pengakuan Demonstran bayaran Demo Ahok Mundur

Demo Ahok, Foto: Merdeka.com
Demo Ahok, Foto: Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta saat ini Ahok alias Basuki T. Purnama kembali didemo untuk mundur dari jabatannya memimpin DKI Jakarta. Di aksi demo tersebut lucunya ada pihak-pihak yang dibayar untuk ‘melawan’ Ahok.

Demo kali ini terkait antara Warga Jakarta yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi (Mars) yang menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama minta maaf pada seluruh warga Betawi terkait penamaan sapi USB (Unit Sapi Betawi) saat melakukan kegiatan inseminasi di Peternakan PT Karya Anugerah Rumpin di Kecamatan Rumpin, Bogor.

Di aksi itu ada salah satu pendemo yang mengaku kesal karena sudah meninggalkan salat dan hanya dibayar Rp 50.000 dan ia pun mengatakan rugi dua kali lipat karena tidak berhasil bertemu dengan Gubernur Ahok.

Baca juga:  Pilkada DKI Putaran 2 Bisa Munculkan Revolusi Sosial

“Udah gocap gini doang. Udah enggak ketemu Ahok, salat kagak. Rugi dua kali lipet nih gua,” ucap salah seorang orator yang tidak diketahui namanya di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3).

Tidak hanya kesal, Selain itu dia juga kecewa dengan sedikitnya massa aksi yang hadir. Padahal awalnya sudah ada niat untuk menggandeng Front Pembela Islam ( FPI) agar mendapat dukungan lebih besar.

“Udah ah, balik aja lah. Lagian tadi mau bawa FPI enggak boleh, besok bawa aja dah,” papar pria tersebut.

Baca juga:  Dikecam Diam Penggusuran, Kelompok Liberal Sengaja Sebar Isu Murahan Islam Radikal untuk Demo 4 November

Pada saat orasi, Orator pria yang mengenakan peci merah tersebut mengaku sempat ada yang memprovokasi dirinya agar aksi mereka berujung rusuh. Namun, dia teringat  kembali pada saat mengikuti aksi FPI tahun lalu untuk menurunkan Ahok dari posisinya.

“Tadi ada yang teriak chaos-chaos, giliran gue di dalem (penjara), Lebaran di dalem. Lu di luar. Ogah gue masuk barakuda lagi,” tutupnya membuat orang yang mendengarnya tertawa.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed