Sistem Digital Allah Ta’ala Tinggal Memutar Semua yang Pernah Kita Lakukan

Oleh: Dr. Zahid Mubarok,S.Th.I., M.E.I,Kepala Jurusan & Dosen Al-Qur’an dan Tafsir Institut Daarul Huffadz Indonesia

Hari ini kita takjub dengan digitalisasi bahkan semuanya sekarang sudah berbasis digital.

CCTV merekam 24 jam tanpa tidur. HP merekam suara tanpa izin. Jejak digital tidak pernah hilang. Satu klik di Google, semua data masa lalu muncul kembali. Manusia baru bisa menciptakan sistem Cloud Storage untuk menyimpan data dunia.

Lalu bagaimana dengan Cloud Storage-nya Allah SWT ?

Allah Ta’ala sudah lebih dulu menciptakan sistem digital yang paling sempurna, 14 abad sebelum manusia mengenal dunia maya internet.

Allah SWT telah berfirman: فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ , وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya) pula.”
QS. Al-Zalzalah: 7-8

Jika di dunia ada istilah PLAYBACK, maka di akhirat nanti Allah SWT tinggal memutar ulang Super big data-Nya.

Tiga Pelajaran Digital Akhirat:

1. Semua Terekam Otomatis (Auto Record)
Tidak ada yang terlewat. Malaikat Raqib dan Atid adalah CCTV paling jujur yang tidak bisa di-hack, tidak bisa disuap oleh siapapun karena sifat malaikat tidak pernah bermaksiyat dan melakukan dengan sigap peruntah-Nya tanpa ada kesalahan sedikitpun.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18)

2. Semua Tersimpan Rapi (Save di Lauhul Mahfudz)
Amal kita tidak hilang karena lupa dihapus. Semua tersimpan di kitab catatan amal sebagaimana Allah SWT abadikan dalam QS. Al Muthaffifin. Bahkan niat baik yang belum sempat dikerjakan pun sudah tersimpan sebagai pahala.

3. Semua Akan Diputar (Playback di Padang Mahsyar)
Di dunia, video bisa diedit. Di akhirat, tidak mungkin akan bisa yang mengeditnya. Mulut dikunci, tangan dan kaki yang akan bersaksi (QS. Yasin: 65). Kita akan menjadi penonton dari film kehidupan kita sendiri saat di akherat.

Hari ini kita bangga menjadi generasi digital. Tapi ingat, kita sedang live streaming yang ditonton langsung/live oleh Allah SWT Maha mengawasi dengan sangat teliti dan detail.

Maka, sebelum Allah SWT memutar rekaman kita di akhirat, mari kita perbaiki rekamannya di dunia terus menerus dengan memperbanyak Istighfar dan amal Sholeh.

Jadilah generasi yang jejak digitalnya adalah dakwah, bukan ghibah.
Jadilah generasi yang history-nya adalah tilawah, bukan maksiat.
Karena di akhirat nanti, kita akan malu jika rekaman yang diputar adalah aib dan dosa-dosa serta kemaksiatan kita.

Digitalisasi dunia akan berakhir. Digitalisasi akhirat kekal selama-lamanya.

Semoga Allah menjadikan rekaman hidup kita adalah rekaman kebaikan seberat dzarrah yang menyelamatkan kita.

Wallahu A’lam Bishawab.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News


Baca Juga