Serangan Houthi Hantam Bandara Internasional Riyadh: Terminal Terbakar, Penerbangan Lumpuh

Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Insiden tersebut memicu kebakaran di area terminal, menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka, serta memaksa otoritas setempat menghentikan seluruh aktivitas penerbangan.

Kronologi Serangan dan Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan laporan koalisi militer Arab Saudi, sebuah proyektil berhasil menembus dan menghantam kawasan bandara hingga memicu kobaran api. Meskipun sistem pertahanan udara sempat merontokkan rudal lain di sekitar lokasi, dampak hantaman proyektil tersebut tetap menimbulkan kerugian materiil dan korban luka.

Sumber dari pihak penerbangan mengonfirmasi bahwa operasional bandara terpaksa dihentikan total hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kerusakan mencakup infrastruktur vital seperti peralatan radar dan sistem komunikasi, sehingga penutupan landasan pacu diperlukan untuk pemeriksaan kondisi secara menyeluruh.

Dampak Luas di Wilayah Pemukiman

Dentuman keras dari ledakan tersebut terdengar nyata oleh warga di kawasan utara ibu kota, seperti wilayah Al-Aarid. Warga setempat melaporkan getaran kuat yang mengguncang bangunan pemukiman saat insiden terjadi, memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Ancaman Lanjutan dan Gangguan Penerbangan

Selain Bandara King Khalid di Riyadh, kelompok Houthi juga mengklaim telah mengincar fasilitas penerbangan lain, termasuk Bandara Dammam. Berdasarkan data pemantauan penerbangan, puluhan jadwal keberangkatan dan kedatangan mengalami penundaan panjang akibat ancaman keamanan ini.

Kelompok Houthi menegaskan akan terus menargetkan pusat-pusat transit strategis di Arab Saudi sebagai bagian dari konfrontasi militer yang terus berlanjut dalam konflik Yaman.

Kecaman dari Komunitas Internasional

Aksi gempuran yang menargetkan fasilitas sipil ini memicu gelombang kecaman keras dari berbagai pemimpin dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengutuk keras insiden tersebut dan mengindikasikan kemungkinan keterlibatan AS dalam mendukung langkah militer Arab Saudi.

Kecaman senada juga disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menilai serangan terhadap pusat transportasi publik sebagai ancaman serius bagi stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News