Wabah Penyakit Pes Membayangi Siberia, AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Rusia

Dugaan Penyakit Pes Terdeteksi di Siberia

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengimbau seluruh warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Rusia menyusul munculnya laporan terkait dugaan penyebaran penyakit pes di wilayah Irkutsk, Siberia. Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa mereka terus memantau perkembangan situasi ini secara cermat melalui Kedutaan Besar AS.

Laporan media setempat menyebutkan bahwa kasus infeksi ini telah mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Dampaknya, otoritas setempat segera menerapkan tindakan karantina serta menutup sejumlah rumah sakit di kawasan Irkutsk guna mencegah penularan lebih lanjut.

Pemerintah AS Tegaskan Status ‘Do Not Travel’

Menanggapi situasi yang memburuk, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa status travel advisory untuk Rusia berada pada Level 4: Do Not Travel (Jangan Bepergian). Selain melarang kunjungan baru, AS juga mendesak warganya yang saat ini berada di Rusia untuk segera melakukan evakuasi mandiri atau keluar dari negara tersebut.

Baca juga:  Konflik Yaman dan Houthi Memanas: 63 Orang Tewas dalam Pertempuran Terbaru

Keterbatasan saluran diplomatik menjadi alasan utama di balik peringatan keras ini. Kemenlu AS menyatakan bahwa kemampuan mereka untuk memberikan bantuan darurat kepada warga negara Amerika sangat terbatas, terutama bagi mereka yang berada di luar area Moskow.

Tanggapan Donald Trump dan Klarifikasi Pihak Rusia

Presiden AS Donald Trump turut menyampaikan rasa khawatirnya terkait laporan kasus penyakit pes tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS memantau dinamika kesehatan masyarakat di wilayah tersebut dengan sangat serius.

“Saya tidak suka melihat mereka mengalami hal ini. Ini penyakit yang berat. Dahulu kita bisa mengendalikannya, tetapi entah bagaimana mikroba tersebut menjadi lebih kuat dan lebih pintar,” ujar Trump saat memberikan keterangan kepada awak media.

Baca juga:  Kerusuhan di Prancis Memanas: 1.500 Toko Rusak dan Rugi Ratusan Juta Euro

Di sisi lain, badan pengawas perlindungan konsumen Rusia melaporkan bahwa korban tewas merupakan seorang perempuan yang bekerja di lembaga penelitian penyakit pes. Namun, pihak otoritas Rusia mengeklaim bahwa kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui dan belum merinci kaitan langsungnya dengan bakteri pes.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News