Cara Mengatasi Iritasi Kulit Akibat Abu Vulkanik Menurut Dokter Spesialis

Paparan abu vulkanik saat terjadi erupsi gunung berapi tidak hanya berdampak buruk pada saluran pernapasan, tetapi juga berpotensi merusak kesehatan kulit. Debu vulkanik yang menempel dapat memicu reaksi negatif seperti kulit kering, gatal-gatal, kemerahan, hingga iritasi parah. Hal ini terjadi karena abu vulkanik mengandung partikel mikro batuan, mineral, dan kaca vulkanik (volcanic glass) yang bersifat sangat abrasif atau kasar.

Mengapa Abu Vulkanik Merusak Kulit?

Menurut dermatolog dr. Claudia Christin Darmawan, MBBS, PhD, permukaan abu vulkanik membawa berbagai senyawa asam seperti sulfat dan klorida. Ketika partikel halus ini bergesekan dengan kulit, pelindung kulit (skin barrier) bisa rusak dan memicu peradangan. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar kondisi kulit tidak semakin memburuk.

Langkah Pertama Mengatasi Iritasi Kulit Abu Vulkanik

Jika kulit Anda terlanjur terpapar abu vulkanik, dr. Claudia menyarankan beberapa langkah pertolongan pertama berikut ini:

  • Jangan Digosok atau Digaruk: Menggosok kulit yang terkena abu justru akan membuat partikel tajam di dalamnya menggores lapisan kulit Anda.
  • Bilas dengan Air Mengalir: Segera basuh area kulit yang terpapar menggunakan air bersih yang mengalir untuk meluruhkan sisa abu secara lembut.
  • Gunakan Pembersih Lembut (Gentle Cleanser): Hindari sabun dengan kandungan detergen keras atau scrub yang bisa memperparah luka mikro pada kulit.
  • Keringkan dengan Lembut: Tepuk-tepuk kulit menggunakan handuk bersih yang lembut, jangan digosok.
Baca juga:  Viral Skin Booster "Kulit Mayat": Benarkah Aman? Ini Penjelasan Medis PERDOSKI

Panduan Skincare Saat Kulit Mengalami Iritasi

Saat kulit sedang dalam kondisi sensitif akibat abu vulkanik, Anda perlu menyesuaikan kembali rutinitas perawatan wajah sehari-hari. Dr. Claudia membagikan beberapa tips penting mengenai produk perawatan yang sebaiknya digunakan dan dihindari.

1. Hentikan Penggunaan Bahan Aktif Keras (Eksfoliasi)

Untuk sementara waktu, hentikan (pause) penggunaan produk skincare yang mengandung bahan aktif kuat yang berpotensi mengiritasi kulit, seperti:

  • AHA dan BHA (eksfoliator kimia)
  • Retinoid atau retinol
  • Scrub wajah fisik
  • Produk peeling

2. Fokus pada Skincare Dasar (Basic Skincare)

Kembalilah ke rutinitas dasar yang berfokus pada hidrasi dan perlindungan kulit. Tiga produk utama yang wajib digunakan adalah gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen.

Baca juga:  Mengenal Skin Booster hADM yang Viral dan Bedanya dengan Hyaluronic Acid

3. Pilih Kandungan Skincare yang Menenangkan (Soothing)

Untuk mempercepat pemulihan skin barrier, pilihlah pelembap atau serum yang mengandung bahan-bahan aktif berikut:

  • Ceramide: Membantu memperbaiki dan memperkuat pertahanan kulit.
  • Glycerin dan Panthenol: Menjaga kelembapan alami kulit dari dalam.
  • Centella Asiatica dan Colloidal Oatmeal: Memiliki sifat anti-inflamasi untuk meredakan kemerahan dan rasa gatal.

Bagi Anda yang harus beraktivitas di luar ruangan, metode double cleansing sangat dianjurkan untuk memastikan sisa abu vulkanik benar-benar terangkat sempurna dari pori-pori. Namun, jika Anda hanya berada di dalam rumah, mencuci muka satu kali dengan pembersih yang lembut sudah cukup tanpa perlu menggunakan alat pembersih (cleansing brush) secara berlebihan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News