Semangat pendidikan kesetaraan menggema di Kota Hujan. Acara Gebyar PKBM Se-Kota Bogor berhasil menarik perhatian jajaran pemerintah daerah dan seluruh pelaku pendidikan nonformal se-kota. Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Bogor Jaenal Muttaqin, Dinas Pendidikan Kota Bogor, Para Camat Se-Kota Bogor, Para Lurah, serta Ketua PKBM Se-Kota Bogor.
Kemeriahan Gebyar ini menjadi bukti nyata bahwa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kini semakin diperhitungkan. Wakil Wali Kota Bogor Jaenal Muttaqin dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh dan ribuan terima kasih kepada seluruh PKBM se-Kota Bogor.
“PKBM se-kota Bogor berhasil meluluskan lebih dari 3.000 siswa/i yang mampu bersaing dan tidak kalah dari sekolah-sekolah formal lainnya. Bahkan kampus-kampus besar seperti UI serta kampus-kampus negeri lainnya sudah siap menampung anak-anak PKBM yang berprestasi,” ujar Jaenal Muttaqin.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Bogor ke depan. “Tahun depan Gebyar PKBM wajib diadakan di Balaikota Bogor agar semakin mendapat perhatian publik,” tambahnya.
PKBM ESKAYEDE Cetak Siswa Berprestasi
Salah satu sorotan utama Gebyar adalah prestasi gemilang siswa/i PKBM ESKAYEDE. Ketua PKBM ESKAYEDE, Dr. Zahid Mubarok, S.Th.I, M.E.I, mengapresiasi dan merasa bangga atas capaian akademik para siswanya.
Berikut daftar siswa terbaik PKBM ESKAYEDE tahun ini:
– Paket A: Ihsan Nurrahman dengan skor nilai 170.00
– Paket B: Ahmad Dzaky Nufail dengan skor nilai 146.67
– Paket C: Nahra Syahira dengan skor nilai 317.66
“Ini adalah hasil kerja keras siswa, tutor, dan dukungan orang tua. Kami bangga PKBM ESKAYEDE bisa melahirkan lulusan dengan nilai akademik yang sangat bagus,” ungkap Dr. Zahid Mubarok.
Kebahagiaan juga dirasakan Ibu Yoyoh, atau akrab disapa Aisyah, selaku Bendahara PKBM ESKAYEDE. Ia mengaku sangat senang dengan suksesnya Gebyar ini karena menjadi ajang silaturahmi dan motivasi bagi seluruh warga belajar.
Apresiasi juga diberikan kepada para tutor teladan PKBM ESKAYEDE yang turut hadir dan mendukung penuh kegiatan, yaitu Bapak Rendy dan Pak Imam. Dedikasi keduanya dinilai menjadi kunci keberhasilan pembinaan siswa.
Menutup keterangannya, Dr. Zahid Mubarok menilai kegiatan seperti Gebyar PKBM harus terus didukung dan diperhatikan oleh pemerintah pusat. “PKBM adalah garda depan dalam mengentaskan putus sekolah dan memberikan akses pendidikan kedua yang berkualitas. Dukungan kebijakan dan anggaran yang konsisten sangat kami harapkan,” tegasnya.
Gebyar PKBM Se-Kota Bogor diharapkan menjadi momentum untuk semakin menguatkan eksistensi pendidikan kesetaraan sebagai jalur pendidikan yang setara, bermutu, dan berdaya saing.[ZM].






