Kesaksian Hairul Anas di Sidang MK Membuktikan Dugaan Sirekap Hanyalah Simulasi Angka

Agus Maksum, Praktisi IT terkait Pemilu

Ketidakpercayaan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin menjadi sorotan setelah kesaksian Hairul Anas di Sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Ia membuktikan dugaan yang sebelumnya dilontarkan oleh Agus Maksum dalam berrbagai tulisan dan Podcast bahwa sistem Sirekap tidak lebih dari sekadar simulasi angka dan bukan merupakan hasil suara sebenarnya dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pada sidang yang penuh ketegangan ini, Anas dengan berani mengungkapkan bahwa sistem yang dibangun oleh KPU telah dipenuhi dengan cacat dan kerusakan data yang parah, penulis sebelumnya telah menyebutkan ada celah dalam SIREKAP yang bisa disusupi. Celah-celah tersebut, menurut para pakar, telah dimanfaatkan untuk memanipulasi hasil pemilu melalui software yang tertanam di dalam sistem Sirekap.

Kesaksian Anas semakin menguatkan ketidakpercayaan publik terhadap KPU. Ia menyoroti masalah fatal seperti penjumlahan (Checksum) yang tidak konsisten pada suara sah, suara sah melampui DPT pada setiap TPS, serta berapapun data masuk tidak merubah prosentase hasil sejak awal hingga 30 hari kemudian ketika hasil final di umumkan.

Begitu Hairul Anas turun mimbar, penulis melalui WA lansung berikan Apresiasi pada Hairul Anas, berikut percakapannya

[2/4, 14.51] Agus Maksum : Mas Anas Mantaff !!, Bikin KPU Tak berkutik.

[2/4, 15.17] Chairul Anas Suadi: Allaahu Akbar, halaman depan utk mengungkap 54 DPT bermasalanya Mas Agus Maksum ūü§≠

[2/4, 15.38] Agus Maksum : Iya mudah2an ada peluang dan kesempatan, Yang paling Mantaff itu, yg jam 18 sdh ada Diagram hasil, padahal Data Paling Tua baru masuk Jam 21

Itu Paling Mematikan dan itulah bukti nyata Sirekap hanya simulasi angka bukan hasil penjumlahan suara TPS dan hal itu Langsung ditangkap sebagai point oleh Hakim Saldi Isra, Kayaknya akan lain sidang MK kali ini.

Hairul.Anas langsung memberikan Clue pada masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai angka 54 juta. KPU diduga tidak melakukan verifikasi dan validasi yang layak, bahkan memberikan jawaban yang tidak masuk akal terhadap permintaan validasi pemilih dengan usia yang tidak wajar.

Lebih lanjut, penulis pernah menggambarkan bahwa DPT bermasalah akan menyebabkan puluhan juta surat suara beredar di luar TPS dan hal ini tanpa ada penjelasan yang memadai dari KPU, penulis menuding bahwa hal tersebut merupakan bagian dari operasi penyesuaian yang bertanggung jawab atas kekacauan pemilu ini.

Mengenai sistem Sirekap itu sendiri, penulis menegaskan bahwa sistem ini telah menjadi malapetaka bagi demokrasi. Kesengajaan dalam desain Sirekap yang seharusnya menjadi kelanjutan dari Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) 2019, telah mengubah suara pemilih dengan jumlah yang signifikan. Penulis menyebut bahwa pada tanggal 13 Februari dalam sebuah podcast, telah mengatakan bahwa Sirekap tidak siap dan hanya akan menghasilkan simulasi.

Ditambah lagi, penulis mengungkapkan bahwa server Sirekap terletak di China, yang menimbulkan pertanyaan terhadap integritas dan kedaulatan data pemilu Indonesia. Peenulis, dalam dialognya dengan Hairul Anas, mempertegas dugaan ini dengan mengatakan bahwa hasil pemilu sudah muncul di sistem sebelum data resmi masuk, sebuah indikasi manipulasi yang jelas.

Dengan bukti-bukti yang disampaikan, Hairul Anas di sidang MK penulis ingin menegaskan harapan MK untuk membatalkan hasil Pilpres dan menyerukan agar KPU diambil alih oleh badan yang independen, karena KPU jelas tak layak untuk dipercaya. Penulis ingin menegaskan bahwa bahwa kecurangan ini mungkin telah direncanakan oleh berbagai pihak, menambah kerumitan pada proses pemilu yang sudah berlangsung.

Peristiwa ini menandai titik kritis dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia. Dengan adanya kesaksian yang kuat dan bukti yang mendukung, terbuka kemungkinan bahwa pemilu dapat dihentikan dan diulang, dengan harapan proses yang lebih transparan dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sesi sidang MK kali ini tampaknya akan berbeda, dengan harapan bahwa keadilan akan terungkap dan penyelenggara pemilu yang sejati akan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Kesaksian Hairul Anas yang meyakinkan dan memperkuat dugaan Agus Maksum sejak sebelum pilpres bahwa Sirekap yang tidak berstandar ISO 27001 serta kemungkinan adanya Intruder di dalam sistem akan mengubah hasil Pilpres dan kini dugaan itu telah teebuktu dengan kesaksian Hairul Anas Suaidi yang membuat Ketua KPU yang biasanya enteng bicara ngelantur kali ini tak berkutik.