Prabowo Hanya akan Menjadi Presiden Siluman

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

KPU hampir dipastikan akan memenangkan Paslon 02. Hasil yang dipakai KPU adalah hitungan yang sudah disetting dengan algoritma tertentu.

Selain itu, data yang masuk dari TPS-TPS itu bukan dari Form C1 asli tapi palsu yang sudah diinstruksikan oleh Ketua KPU Pusat untuk dilakukan kecurangan dan disetujui Bawaslu.

Semua data yang masuk, mulai dari jumlah DPT, rekapan dari panitia tingkat kecamatan maupun KPU daerah itu semuanya siluman. Jika akan meng- crosscheck data form Ci yang asli itu yang dipegang Tim Paslon 01 dan 03.

Pertanyaannya :
Pertama, Mengapa KPU sampai saat ini terus merahasiakan proses penghitungan melalui aplikasi Sirekap ? Bolehkah aplikasi Sirekap diaudit ? Ternyata KPU menolak

Kedua, Bersediakah KPU transparan dalam melakukan olah data di aplikasi cara penghitungan manualnya?

Baca juga:  Kolonel (Purn) Sugeng Waras: Karakter Rezim Saat Ini Berkelit dalam Kebohongan & Kemunafikan

Ketiga, Bersediakah KPU menyamakan Form C1 yang jadi dasar penghitungan suara yang asli dari TPS-TPS, bukan yang datang dari panitia tingkat kecamatan dan KPU Daerah yang sudah dilakukan penggelembungan untuk Paslon 02?

Keempat, Benarkah KPU Pusat telah memerintahkan kepada KPU Daerah dan Panitia Tingkat Kecamatan sebagaimana ditemukannya Surat resmi KPU Pusat kepada KPU Daerah dan Panitia Tingkat Kecamatan?

Kelima, Kenapa KPU dan Bawaslu membiarkan Gibran melenggang jadi cawapres padahal telah melanggar UU KPU dan UU Kehakiman?

Keenam, *Kenapa KPU menyerahkan pengelolaan aplikasi hitung kepada perusahaan China Cloud Alibaba, sehingga semua hasil paslon sudah disetting dari sebelum Pilpres berlangsung?”

Semua yang dilakukan KPU hanya Sandiwara dan hasilnya sudah ditentukan melalui rekayasa berbagai pihak yang dikendalikan oleh Jokowi. Jadi semuanya palsu, semuanya siluman. Kemenangan Paslon 02 itu hanya palsu dan siluman. Dipastikan Prabowo hanya Presiden Siluman dengan meminjam tangan KPU untuk melegitimasi saja.

Baca juga:  Sederek Ganjar: Garis Tangan Prabowo Kalah di Pilpres

Jika KPU berani menghitung form C1 yang berasal dari TPS-TPS dipastikan Anies akan maju ke putaran berikutnya bahkan bisa menang satu putaran.

Kebohongan Jokowi dan KPU tidak mau dibongkar sehingga Audit Forensik ditolak, Kerjasama dengan Perusahaan China juga tertutup, dan Hak Angket pun digagalkan.

Hanya orang bodoh yang percaya pengumuman KPU.

Rakyat menolak hasil Pemilu curang dan Hasil Keputusan KPU adalah rekayasa dan tidak boleh diterima.

Jangan mau bersekutu dengan kecurangan, karena itu dikutuk Allah dan hanya membawa malapetaka

Prabowo hanyalah Presiden Siluman, Anieslah Presiden Rakyat yang sesungguhnya.

Bandung, 6 Ramadhan 1445