Bahas Anggaran Makan Siang dan Susu Gratis di Istana, Beathor: Jokowi Berkuasa Selamanya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkuasa selamanya dengan memimpin rapat kabinet di Istana membahas anggaran makan siang dan susu gratis.

“Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet membahas anggaran makan siang dan susu gratis program kabinet Prabowo Gibran. Kondisi ini menampakkan Jokowi 3 periode atau perpanjangan berkuasa di Istana,” kata kader PDIP dekat almarhum Taufik Kiemas, Beathor Suryadi kepada wartawan, Rabu (28/2/2024).

Jokowi berkuasa selamanya, kata Beathor berdasarkan hitungan Prabowo menjadi Presiden Indonesia dua periode alias 10 tahun. “Setelah Prabowo digantikan Gibran yang berkuasa selama 10 tahun,” jelas Beathor.

Menurut Beathor, tak menutup kemungkinan Jokowi mempersiapkan Kaesang menjadi calon presiden atau calon wakil presiden. “Jokowi punya nafsu berkuasa terus seperti seorang raja,” paparnya.

Baca juga:  Tangkap, Akun Facebook Ini Hina Habib Rizieq dan Hadits Nabi

Selain itu, Beathor mengungkapkan, kampanye oleh Istana yang jor-joran dilakukan Menko Ekonomi Airlangga menghabiskan dana APBN ratusan triliun untuk sembako dan BLT yang berdampak menghasilkan suara Golkar menjadi naik tinggi.

“Ada 4 pembisik Presiden, yang menyebabkan Jokowi ingin terus di Istana di antaranya M Qodari adalah orang pertama dengan gagasan 3 periode, menampilkan paslon Prabowo dengan Jokowi dia juga yang melemparkan isu perpanjang periode Jokowi akibat Covid,” tegasnya.

Ada Bonyamin Saiman pemilik berkas dokumen kasus-kasus korupsi politisi kader partai, data-data ini digunakan Jokowi untuk menyandera lawan politiknya

Baca juga:  Dituding Terlibat Kudeta Demokat, Marzuki Alie akan Tempuh Jalur Hukum

Juri Andrianto, mantan Ketua KPU dan Deputi 4 KSP adalah sosok yang menyakinkan Jokowi menang dengan cara curang melalui surat C1 hitungan TPS seperti 2019 saat mengalahkan Prabowo-Sandiaga Uno.

Denny JA, orang yang dipercaya Jokowi untuk mengatur kemenangan dari quick count lembaga survei di 2019 dan 2024 ini.

“Prabowo pernah dikalahkan dengan cara Curang di Pilpres 2019 dan kini Prabowo di menangkan oleh Jokowi dengan cara curang tersebut,” pungkasnya.