Razikin: Upaya TSM Menolak Hasil Pemilu 2014 Bisa Memicu Konflik Horizontal

Setelah pemungutan suara pemilu pada hari Rabu 17 Februari 2024 lalu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD, oleh sebagian kalangan dinilai menyisakan persoalan serius, yakni adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif. Menanggapi hal tersebut, tokoh muda Muhammadiyah, Razikin meniliai, perbedaan sikap dan penilaian terhadap pelaksanaan pemilu adalah sesuatu yang wajar, namun tidak wajar kalau kemudian adanya kelompok tertentu yang menolok pemilu dan meminta pemilu dilaksanakan ulang.

Ketua DPP KNPI ini menilai, muncul wacana panitia angket, wacana itu adalah cerminan dari mentalitas yang tidak siap berkontestasi, padahal instrumen penyelesaian sengketa pemilu telah disediakan. “Saya melihat ada upaya terstruktur, sistematis dan massif atau setidak-tidaknya mendelegitimasi hasil pemilu khususnya pemilu Presiden. Jika hal demikian terus menerus dikobarkan, sangat mungkin terjadi konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (24/2/2024).

Baca juga:  Emak-Emak Berikan Dukungan Terhadap Demo Mahasiswa di DPR

Kata Razikin, rakyat telah memberikan mandatnya dengan cara memilih pasangan Prabowo-Gibran. Kehendak rakyat itu hendak diamputasi dengan cara-cara yang tidak seharusnya, maka rakyat yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran akan bereaksi keras.

Karena itu, Mahasiswa Magister Hukum Universitas Gajah Mada ini berharap, para pihak yang merasa dirugikan atau menuduh adanya kecurangan pemilu menempuh mekanisme penyelesaian sengketa yang telah disediakan oleh undang-undang yakni mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi tentu saja dengan menghadirkan bukti-bukti yang seperti yang mereka dalilkan. Hanya dengan cara itu, pertengkaran politik ini dapat tumbuh secara lebih demokratis dan beradab.

Baca juga:  Pemilu 2024 Curang dan Diskriminatif, PRIMA: Demokrasi Indonesia Mundur Jauh ke Belakang

“Namun, saya meyakini, baik pasangan Anies Baswedan-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud tidak akan larut dalam pertengkaran yang bisa memicu konflik dan keterbelahan sosial,” jelasnya.

Razikin mengatakan, Pemilu 2024 telah selesai, rakyat telah menjatuhkan pilihan, mari kita hormati pilihan rakyat tersebut, para elit saling berangkulan sehingga tercipta stabilitas, dengan demikian pemerintahan Joko Widodo dapat bekerja maksimal menyelesaikan tugas-tugasnya.

“Kita sambut Pemerintahan yang baru dengan memastikan semua yang telah dijanjikan kepada rakyat dapat terwujud,” pungkas Razikin.