Ki Surau: Tanda Alam, tak Lama Lagi Jokowi Terjungkal

Alam terkembang jadikan guru (alam takambang jadikan guru), ini adalah pepatah dan petuah Minang yang dijalankan oleh orang Minang. Sehingga orang Minang hal yang tersirat dan tersurat diperhatikan benar dalam langkah hidupnya.

“Jangan tinggalkan sholat” merupakan pesan minimalis yang disampaikan oleh orang tua di ranah Minang, Sumatera Barat, saat melepas putra mereka ke tanah Jawa (Jawo). Meski sang putra merantau ke Jakarta, Semarang, Surabaya sekalipun tetap disebut tanah Jawo.

Orang Minang pun melihat kejatuhan Soeharto saat palu sidang yang dipimpin Harmoko terlepas dari meja sidang. Mirip mereka melihat Jokowi membuka tabir penutup pesawat, tapi genggamannya terputus. Ada apa ini?

Baca juga:  Mahfud MD Haramkan Tiru Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad, Tiru Masuk Neraka?

Saat 25 Januari 2024 Jokowi menyatakan bahwa sebagai seorang Presiden Republik Indonesia mempunyai hak untuk berpihak dan berkampanye untuk salah satu paslon yang akan ikut dalam Pilpres 2024 pun merupakan tanda-tanda alam selanjutnya.

“Dan tanda-tanda alam itu tercermin dengan gejolak para alumni Universitas Gajah Mada (UGM) yang dengan tegas memperingatkan agar para penyelenggara negara tidak membuat kisruh konstelasi politik saat ini. Fenomena sosial masyarakat ini merupakan bagian penting yang saya perhatikan,” ujar praktisi spiritual Ki Surau, Rabu (31/1), malam di Jakarta.

Menurut Ki Surau sejarah terjadinya gejolak terjadi akibat ketamakan akan kekuasaan. Baik Orde Lama dan Orde Baru sudah menjadi contoh nyata. Bukan itu saja, lanjut Ki Surau, Orde Reformasi saat ini pun akan dikoreksi oleh tuntutan zaman. Zaman yang menuntut perubahan.

Baca juga:  Putri Bung Karno Tegaskan Jokowi Pembohong dan Omongannya Tong Kosong Kaleng Rombeng

“Perubahan tidak mungkin dicegah. Hanya mungkin diperlambat. Itupun sangat sulit andai rakyat banyak melalui musyawarah rakyat banyak (murba) menghendakinya. Saya percaya tanda-tanda alam sedang “bekerja” saat ini dalam mencapai keseimbangan alam semesta yang harmonis, “tutup Ki Surau.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *