Fahri Hamzah Sebut Anies bukan Tokoh Oposisi Sejati?

Politikus Gelora Fahri Hamzah menyebut ada seorang calon pemimpin Bangsa Indonesia yang bukan tokoh oposisi sejati. Tokoh ini pernah bersama Joko Widodo (Jokowi).

“Seandainya kalian dipimpin oleh tokoh oposisi sejati, sudah lain survei kalian. Ini bukan tokoh oposisi bro. Lu sadar dikit napa sih.😀,” kata Fahri di akun X, Rabu (1/2/2024).

Kata Fahri, ada capres yang tidak mempunyai sejarah menjadi oposisi. “Calon kalian gak punya sejarah jadi oposan. Itu masalahnya. Kalian bertarung tapi gak paham tarung untuk siapa?” paparnya.

Indonesia saat ini membutuhkan jalan tengah berupa rekonsiliasi dan persatuan nasional, yang akan menjadi penentu sejarah bangsa ke depan.

Baca juga:  Fahri Hamzah Nilai FIFA Bermain Politik

Fahri menjelaskan bahwa jalan tengah yang dimaksudnya adalah upaya untuk bersatu tanpa kecenderungan ekstrem ke arah kanan atau kiri, dengan memprioritaskan kepentingan rakyat.

Ia menekankan bahwa pendekatan tersebut terlihat jelas dalam proses bersatunya Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

“(Mereka) ini adalah dua tokoh besar. Orang hebat dua-duanya, yang selama ini oleh politik dibuat saling bertengkar, sekarang kita buat mereka bersatu,” ujar Fahri.

Menurutnya, efek dari persatuan kedua tokoh tersebut sangat luar biasa karena telah menghasilkan kebijakan-kebijakan yang akan menjadi pengubah permainan, menciptakan dampak positif pada perekonomian dan masyarakat secara keseluruhan.

Fahri juga menyoroti relevansi langkah-langkah program kerja yang diusung oleh pasangan calon nomor urut 2 Prabowo-Gibran dalam melanjutkan upaya mendorong kemajuan negara.

Baca juga:  Datangi Kantor FPI, PPJNA 98: Usir Diplomat Jerman

Ia mengatakan, melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang diperhitungkan secara global.

“Hal seperti hilirisasi, serta rencana untuk memberikan intervensi nutrisi dan gizi pada rakyat Indonesia,” jelas Fahri.

Fahri menekankan bahwa program tersebut merupakan revolusi kebijakan yang mungkin tidak disukai oleh banyak negara.

Namun, kata dia, banyak negara lain yang melihat jejak Indonesia menuju kemajuan, menjadi negara kuat, bahkan negara superpower yang dapat terlihat jelas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *