Didukung JK, Salim Hutadjulu: Kemenangan AMIN di Depan Mata

Paslon Anies-Muhaimin (AMIN) makin optimis menjadi pemenang di Pilpres 2024 setelah mendapat dukungan dari tokoh senior Golkar Jusuf Kalla (JK).

“Setelah mendapat dukungan JK, kemenangan AMIN di depan mata,” kata aktivis Malari 74 Salim Hutadjulu kepada redaksi www.suaranasional.com, Rabu (20/12/2023). “Kader-kader Golkar akan mengikuti JK mendukung AMIN,” paparnya.

Kata mantan tahanan politik era Soeharto, ketokohan JK sangat berpengaruh besar menaikkan suara AMIN. “AMIN akan menang di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo,” jelas Salim.

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) resmi menyampaikan dukungan ke pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin di Pilpres 2024. Dukungan JK ke Anies-Cak Imin disampaikan di Makassar.

Baca juga:  Gempa Politik di Istana

“Karena merasa punya tanggung jawab moral agar rakyat tidak salah dalam memilih pemimpin yang akan memimpin Indonesia dalam 5 tahun ke depan, maka Selasa (19/12) di Makassar, M Jusuf Kalla, menyampaikan secara terbuka jika dirinya memilih Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar,” kata Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, saat dihubungi, Selasa (19/12).

Husain menyebut dukungan diberikan JK berdasarkan track record Anies Baswedan. Tidak hanya itu, menurut JK, Anies memiliki keunggulan dalam segi pengetahuan, pengalaman, kejujuran serta integritas.

“Selama ini ia (JK) menyampaikan dirinya netral, tetapi sebagai warga negara Pak JK tentunya memiliki pilihan politik. Dan berdasarkan track record Anies Baswedan yang ia ketahui, Pak JK berkeyakinan jika Anies adalah orang yang tepat memimpin Indonesia ke depan,” kata Husain.

Baca juga:  Luhut Satu Meja dengan Anies, Ada Apa?

“Bagi JK, yang dua priode menjabat sebagai Wapres RI untuk dua Presiden berbeda, Anies adalah murid politiknya. Dari segi pengetahuan, pengalaman, kejujuran serta integritas Anies memiliki keunggulan dalam hal tersebut,” sambungnya.

JK sendiri, kata Husain, enggan mengomentari capres lain. Namun menurut JK seorang pemimpin harus terbuka jika dikritik, harus adil dan tidak pemarah.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *