Tempatkan Ganjar-Mahfud di Posisi Buncit, GBM: Litbang Kompas tak Objektif dan Diduga Pesanan

Litbang Kompas tidak objektif dengan hasil survei menempatkan Ganjar-Mahfud di posisi ketiga. Litbang Kompas diduga pesanan paslon tertentu.

“Hasil Litbang Kompas terbaru menempatkan paslon Ganjar-Mahfud posisi ketiga. Ini tidak sesuai di lapangan. Sangat terlihat Litbang Kompas tidak objektif dan diduga pesanan,” kata Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo kepada redaksi www.suaranasional.com, Selasa (12/12/2023).

Menurut Sulaksono, berdasarkan fakta di lapangan setiap kunjungan Ganjar-Mahfud selalu dihadiri ratusan ribu orang. “Kami juga mempunyai data, Ganjar-Mahfud menempati posisi pertama,” jelasnya.

Baca juga:  Diam Kasus Anak Menkumham, Muslim Arbi: Mahfud MD Hadapi PDIP dan Berharap Jadi Cawapres

Sulaksono memaklumi Litbang Kompas juga butuh biaya untuk operasional di tengah jatuhnya bisnis media cetak. “Saat ini, orang sudah beralih ke media online. Dan Kompas masih bertahan dan ini perlu biasa yang cukup besar,” ungkap Sulaksono.

Kata Sulaksono, kemenangan Pilpres 2024 ditentukan di TPS bukan oleh lembaga survei. “Lembaga survei termasuk Litbang Kompas diduga sudah menjadi konsultan politik untuk memenangkan paslon tertentu,” jelasnya.

Baca juga:  Tak Punya Adab, PPJNA 98: Debat Capres ke-2 Jadi Ajang Ganjar dan Anies Mengadili Prabowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *